Meski diterpa isu tak sedap perihal LGBT yang dilontarkan salah seorang staff nya, tak dipugkiri bahwa Gojek merupakan salah satu perusahaan teknologi terbaik di Indonesia. Bukan hanya isapan jempol belaka. Dilansir dari go-jek.com, bisnis jasa transportasi ini masuk dalam daftar “Change the World” dan menempati urutan ke-17 dari 56 perusahaan dunia versi Fortune.

Tak tangung-tanggung, nama Gojek juga bersanding dengan perusahaan teknologi terkemuka seperti Apple (peringkat-3), Unilever (peringkat-21), Microsoft (peringkat-25). Selain membanggakan, citra Indonesia pun akan meningkat di mata dunia. Tak hanya sekedar masuk daftar secara internasional, beberapa prestasi Gojek yang lain pun ikut melambungkan namanya sebagai perusahaan teknologi kelas dunia.

Kucuran dana yang melimpah ruah buktikan sisi bisnis Gojek yang kuat

Platform bisnis Gojek yang sukses di bidang transportasi online, rupanya menarik banyak pihak untuk menginvestasikan uang mereka. Dilansir dari ekonomi.kompas.com, Gojek mendapatkan suntikan dana dari raksasa internet China, Tencent, sebesar 50 juta dollar AS atau Rp 2 triliun. Sedangkan e-commerce JD.com, mengguyur modal sebesar US$ 100 juta  atau Rp 1,3 triliun. Pada Agustus 2016 silam, Gojek juga mendapat suntikan uang sebesar US$ 550 juta atau lebih dari Rp 7,2 triliun. Bisa dibilang, perusahaan teknologi besutan Nadiem Makarim tersebut telah menerima dana sebesar Rp 26,5 triliun sepanjang 2016 hingga 2018.

Masuk sebagai Unicorn dan buka bisnis di Vietnam

Dengan nilai investasi yang telah mencapai Rp 26,5 triliun, valuasi pasar Gojek pun melonjak drastis hingga menyentuh angka US$ 4 miliar atau setara Rp 53 triliun. Dilansir dari ekonomi.kompas.com, perusahaan yang berdiri pada 2010 ini akhirya sukes dinobatkan sebagai salah satu startup unicorn di Indonesia. Makna tersebut merupakan sebutan bagi perusahaan rintisan yang mempunyai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 1,3 triliun. Sukses Gojek di Indonesia, kemudian berlanjut di Vietnam dengan nama Go Viet.

Menjadi perusahaaan dunia yang sukses melakukan perubahan sosial

Di kancah internasional, nama besar Gojek mendapat pengakuan secara luas. Hal ini datang dari Fortune yang Dilansir dari go-jek.com, di mana mereka memasukkan perusahaan tersebut pada daftar “Change the World”. Dari 56 nama yang ada, Gojek menempati urutan ke-17 dan masuk dalam kategori lini bisnis yang menghasilkan pendapatan di atas US$ 1 miliar. Selain itu, makna dari “Change the World” sendiri merupakan penghargaan bagi perusahaan yang sukses menyelesaikan permasalahan sosial. Nama Gojek pun bersanding dengan Apple, Google dan Microsoft dalam daftar tersebut.

Raih 3 penghargaan dalam negeri di kategori yang berbeda

Selain menerima penghargaan dari luar negeri, Gojek pun panen pujian dari dalam negeri. Dilansir dari go-jek.com, perusahaan rintisan yang berdiri pada 2010 silam ini juga menerima sejumlah penghargaan. Seperti Perusahaan Fintech Teraktif Pendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Inklusi dan Edukasi Keuangan serta Pemberdayaan UMKM dalam Bank Indonesia Awards, Top 3 Brand Performer dan Top 3 Most Powerful Transportation/Logistic Brands yang diberikan oleh MarkPlus, Inc bekerjasama dengan Nikkei BP Consulting pada acara Brand Asia 2017.

Sponsori pertandingan sepakbola lewat Liga Gojek

Setelah menjelma menjadi perusahaan berkelas internasional, Gojek rupanya tertarik ingin mengembangkan sepakbola Tanah Air. Dilansir dari sport.detik.com, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa perusahaan transportasi online itu menggelontorkan dana Rp 180 miliar. Namun Gojek tak sendirian. Untuk event akbar berkelas nasional tersebut, pihaknya juga menggandeng Traveloka. Keduanya fokus menjadi sponsor demi terciptanya iklim persepakbolaan dalam negeri agar semakin berkembang.

Dunia bisnis yang penuh persaingan, memang menjadi tantangan berat bagi semua usahawan. Termasuk kasus #uninstallGojek yang dialami oleh perusahaan transportasi online tersebut. Meski demikian, tidak dipungkiri bahwa Gojek adalah salah satu perusahaan teknologi yang telah diakui reputasinya secara internasional.