Siapa yang tak kenal dengan Gojek? Ya, transportasi online yang sedang booming di Indonesia belakangan ini, menjadi sebuah terobosan baru angkutan masyarakat modern. Tak hanya itu, keberadaannya yang muncul pertama kali di Indonesia, menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk menekuni jenis usaha yang sama. Meski demikian, pesona Gojek sebagai kendaraan penumpang online tetap berada di hati masyarakat Indonesia.

Di balik kesuksesan Gojek, ada nama besar yang berjasa bagi kelangsungan transportasi online itu. Dia adalah Nadiem Makarim. Seorang pemuda Indonesia, yang berhasil mewujudkan mimpinya melalui usaha yang ditekuninya saat ini. Tak hanya meningkatkan perekonomian rakyat dan negara, Nadiem Makarim juga telah berjasa menaikkan derajat profesi tukang ojek yang selama ini dipandang sebelah mata. Seperti apa kisah pemuda hebat ini? Simak ulasan berikut.

Prihatin dengan kondisi tukang ojek di Indonesia

Berawal dari susahnya ojek konvensional mencari penumpang [sumber gambar]
Berdirinya Gojek bukan tanpa sebab. Berawal dari sebuah diskusi kecil antara Nadiem Makarim dengan tukang ojek langgannya, lalu muncullah ide tentang bagaimana agar keberadaan ojek dapat membantu dengan mudah. Dari pembicaraan tersebut, Nadiem mengetahui bahwa sebagian besar tukang ojek membuang waktu mereka dengan menunggu langganannya. Dari situlah, ia akhirnya berpikir untuk membuat sesuatu yang dapat memudahkan tukang ojek dengan memanfaatkan teknologi.

Menjadi pionir transportasi ojek online pertama di Indonesia

Gojek jadi yang pertama di Indonesia [sumber gambar]
Berangkat dari pemikiran itulah, Gojek kemudian muncul sebagai perusahaan angkutan ojek berteknologi pertama di Indonesia pada 2010. Nadiem Makarim yang menjabat CEO dari usahanya tersebut, mengumumkan bahwa layanan transportasi miliknya menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam bepergian. Dengan mengajak kerjasama kepada para tukang ojek, Gojek tumbuh pesat menjadi sebuah bisnis yang diperhitungkan di kemudian hari.

Jatuh bangun menjalankan bisnis ojek online

Gojek sempat digoyang isu tak sedap [sumber gambar]
Pada saat-saat awal mendirikan Gojek, Nadiem Makarim hanya membawahi sekitar 20 orang ojek. Namun kini, telah ada ribuan orang yang tersebar di 50 kota besar di seluruh Indonesia. Meski menuai sukses besar, keberadaan Gojek pun tak luput dari masalah. Mulai kasus kebocoran data pelanggan, tingkah laku driver yang kurang terpuji hingga masalah order fiktif, sempat menggoyang reputasi perusahaannya beberapa waktu lalu. Meski begitu, Nadiem Makarim tak pernah putus asa. Lewat strategi bisnisnya, ia bahkan telah menambah beberapa layanan pada Gojek. Contohnya seperti Go Massage dan Go Clean. Jadi bukan hanya sekedar ojek ya Saboom.

Mendapatkan suntikan dana yang berlimpah

Gojek mendapatkan nilai investasi yang besar [sumber gambar]
Ide dan kesukesan Nadiem Makarim dalam menjalankan bisnisnya, membuat Gojek banyak dilirik oleh pemodal asing. Mereka adalah KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Markets yang menyuntik dana sebesar Rp 7,2 Triliun. Dua perusahaan asal Tiongkok, JD.com dan Tencent masing-masing menanam modal $ 150 juta atau Rp 2 Triliun dan $ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 Triliun. Raksasa teknologi Google yang menggandeng Temasek Holding dan perusahaan online asal Tiongkok Meituan-Dianping, menggelontorkan dana senilai $ 1,2 miliar atau sekitar Rp. 16 Triliun. Luar bisa ya Saboom.

Sosok Nadiem Makarim yang tak betah bekerja pada orang lain

Sosok cerdas yang ingin berbisnis mandiri [sumber gambar]
Kesuksesan Gojek pada dunia bisnis transportasi online di Indonesia, tak lepas dari tangan dingin dari sang pendiri, Nadiem Makarim. Pria kelahiran Singapura, 4 juli 1984 itu, merupakan sosok pemuda yang cerdas. Lulusan MBA dari Harvard Business School tersebut, sempat berpindah-pindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Meski posisinya terbilang sangat mapan, ia tak betah bekerja untuk orang lain. Alasannya pun sangat diplomatis. “Saya tidak betah kerja di perusahaan orang lain. Saya ingin mengontrol takdir saya sendiri,” ujar Nadiem Makarim. Terbukti, ia kini sukses sebagai pimpinan dari bisnis transportasi online terbesar di Indonesia, Gojek.

Ide bisnis ternyata bisa muncul kapan dan dimana saja. Siapa sangka jika seorang Nadiem Makarim, sukses mendirikan gojek karena melihat permasalahan yang ada di sekitarnya. Sosok dirinya yang sedari awal ingin mandiri menjadi pengusaha, turut memperkuat keberhasilannya di masa depan. Patut ditiru nih caranya Saboom.