Meski sudah lama menghilang dan tengah geluti usaha properti keluarga, agaknya dunia balap tidaklah bisa sepenuhnya ditinggalkan seorang Doni Tata Pradita. Pemuda sempat mencicipi kelas di MotoGP tahun 2013 ini, kabarnya hingga kini masih memacu kuda besi di kejuaraan-kejuaraan balap nasional. Seperti salah satunya ketika Doni turun berpartisipasi dalam ajang Trial Game di Kabupaten Malang tahun lalu.

Meski motocros terlihat menjadi balapan baru untuknya, namun pemuda asal Yogyakarta tetap bisa tunjukkan kualitasnya sebagai pembalap yang handal. Bahkan beberapa gelar juara juga sukses dikantongi oleh sosok 28 tahun tersebut. Selain motocros, ternyata ia kini melatih anak-anak yang bercita-cita menjadi pembalap. Lalu bagaimana Prestasi hebat Doni Tata setelah lama tidak terlihat batang hidungnya? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Diam-diam Doni Tata menjadi juara umum trial game

Doni Tata juara Trial Game [Sumber Gambar]
Seperti telah disinggung di awal tadi, Doni memang berprestasi meski sekarang geluti dunia balap baru. Salah capaian yang baru direngkuhnya adalah ketika mampu menjadi terbaik di kejuaraan Trial Games Asphalt 2018. Dilasnir Boombastis dari Detik.com, pria 28 tahun ini menjadi juara umum di kelas FFA 250. Kepastian menjadi terbaik tersebut didapatkannya setelah koleksi poinnya yang mencapai angka 225 tidak lagi bisa terkejar oleh saingan dekatnya yakni Tomy Fadilah dan Farudila adam. Hasil ini merupakan buah capaian bagus di beberapa seri balap yang mana di 1-3 ia sempat menjadi juara dan ke empat runner-up.

Ajang Supermoto TGA 2017 berhasil dirajai Doni Tata

Aksi Doni Tata Supermoto [Sumber Gambar]
Selain ajang tersebut, Motocros juga membuatnya merengkuh gelar di ajang Supermoto Trial Game pada tahun 2017. Menunggangi motor Yamaha YX 250, Doni mampu tampil ciamik dengan mampu menjadi juara di beberapa seri. Seperti salah satunya mengukir peringkat satu di putaran pertama dan kedua di ajang tersebut. Bahkan pembalap handal nasional sekelas Gary Salim juga berhasil dikalahkannya. Melansir laman Viva.com, biaya menjadi alasan kenapa Doni lebih memilih Supermoto dari pada Moto 2. Menurutnya, Moto 2 biaya cukup besar bila tidak ada sponsor, ia mengaku kalau tidak sanggup.

Kini Doni menjadi guru di sekolah khusus pembalap miliknya

Doni Tata melatih anak-anak [Sumber Gambar]
Kisah manis lain Doni setelah tinggalkan ajang Moto GP, juga terekam dari aksinya yang kini menjadi seorang guru balap. Lewat sekolahan khusus balap bernama Doni Tata Racing School (DTRS), ia menjadi mentor untuk pembalap-pembalap muda tanah air. Selain itu sekolahan yang berdiri tahun 2008 ini juga menjadi bukti kontribusi langsung pria 28 tahun terhadap dunia balap nasional. Dilansir dari Mobimoto.com, pembalap yang bergabung di DRTS biasanya melakukan latihan di Stadion Mandala Krida. Pada umumnya pembalap yang bergabung ditempat tersebut mempunyai usia tujuh tahun ke atas.

Mengelola  Doni Tata Sport Plaza

Doni di bengkel pribadi [Sumber Gambar]
Doni Tata Sport Plaza (DTSP), juga menjadi capaian menarik lain pembalap asal Yogyakarta yang jarang terlihat ini. Meski andil besar sang Ayah menjadi pemerkasa berdirinya tempat tersebut, namun beberapa kali pria berambut cepak ini kerap terjun membantu. Sebagai bengkel motor, DTSP bisa dibilang komplit lantaran bisa melakukan service, penjualan unit, bahkan perawatan motor trial juga ada di sana. DTSP sendiri terletak di Aparko Kusuma Raffles Regency kav 15-16, jalan Magelang km 14. Mungkin kalian berminat mencobanya?

BACA JUGA: Belum Juga Kembali ke Lapangan, Beginilah Kabar Kurnia Meiga Sekarang

Apa yang dilakukan oleh Doni Tata, dengan tetap berkecimpung di dunia otomotif tentu menjadi sesuatu yang bagus. Apalagi dunia barunya di motorcross juga membuat kini bergelimang prestasi. Besar harapan dengan motor trial ia bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.