Selama 2018, Indonesia dihadapkan dengan beragam bencana yang tak pernah kita sangka sebelumnya. Ada gempa di Lombok, Tsunami di Palu, lukuifaksi di Petobo dan yang terakhir adalah fenomena tanah ambles di Surabaya ini. Begitu bertubi-tubi sehingga kita jadi was-was untuk berada di manapun.

Mungkin Sahabat Boombastis bisa bernapas lega karena sebentar lagi akan berganti tahun. Sehingga bencana kemungkinan tidak akan terjadi lantaran musim bakal segera berganti. Tapi sayangnya, hal ini ditepis oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei. Ia dan Tim BNPB memprediksikan kalau di tahun depan akan ada 2500 bencana yang menunggu kita.

Tahun ini banyak bencana yang terjadi [Sumber Gambar]
Sebelum membahas apa saja yang akan terjadi di tahun 2019, Kepala BNPB menjelaskan jika ada dua macam bencana. Adalah hidrometeorologi dan juga geologi. Hidrometeorologi merupakan bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Sedangkan geologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor pergerakan di bawah bumi. Nah, keduanya diramalkan akan mewarnai Indonesia di tahun depan.

Bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi [Sumber Gambar]
Untuk hidrometeorologi yang berupa banjir, tanah longsor dan kawan-kawan akan tetap ada di tahun depan. Bukan tanpa alasan tim BNPB memperkirakan fenomena alam ini terjadi di tahun depan. Sebab, Indonesia masih didominasi dengan kerusakan daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis dan laju kerusakan lingkungan. Sementara untuk kebakaran hutan dan lahan diprediksi masih akan tetap terjadi. Hanya saja, bencana ini masih dapat ditanggulangi asalkan pemerintah dan warga setempat tetap menjaga kelestarian alamnya.

Bencana geologi masih akan terjadi di tahun 2019 [Sumber Gambar]
Lalu untuk bencana geologi seperti gempa bumi, gunung meletus dan juga tsunami masih bisa terjadi di tahun depan. Kemungkinan bencana-bencana ini tersebar di sepanjang tahun di semua wilayah Indonesia, baik di daratan maupun lautan. Untuk gempa bumi, tahun depan kemungkinan akan terjadi di kawasan yang terletak di atas lempeng aktif. Sedangkan tsunami juga bisa terjadi tapi dengan syarat ada gempa tektonik dengan kekuatan di atas magnitude 7 dan jalan subduksi di kedalaman kurang dari 20 kilometer. Terakhir, potensi terjadinya gunung meletus masih belum bisa diperkirakan. Dikarenakan setiap gunung mempunyai karakteristik yang berbeda.

BACA JUGA : Mulai dari Tsunami Hingga Kiamat, Inilah 4 Prediksi Mengerikan Tahun 2018 yang Sempat Bikin Heboh

Tapi Sahabat Boombastis jangan terburu-buru untuk khawatir ya. Lebih baik kita bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan bencana yang telah diprediksi. Mulai dari mempersiapkan tas siaga hingga selalu waspada di manapun dan kapanpun. Namun jangan lupa juga untuk berdoa kepada Tuhan, supaya kita selalu dilindungi dari bencana apapun itu.