Dalam pidato kebangsaan dan paparan visi misi Indonesia Menang beberapa waktu lalu, Prabowo memaparkan sebuah strategi ekonominya guna menanggulangi kemiskinan Indonesia. Dilansir dari finance.detik.com, ia menyebut negara China sebagai role model yang tepat untuk dicontoh dalam soal pengentasan rakyat miskin di negaranya.

Memang, China pada abad ini telah menjelma menjadi sebuah superpower baru di Asia. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, militer, industri hingga teknologi, mampu bersaing dengan negara-negara barat yang dipimpin Amerika Serikat. Jika China sukses mengentaskan kemiskinan di negaranya, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Indonesia agar sukses dalam hal serupa dengan negeri tirai bambu itu?

Penerapan industrialisasi yang merata di tiap daerah

Salah satu cuplikan Prabowo dalam pidatonya mengatakan, negara seperti China bisa sukses karena menerapkan industrialisasi secara masif. Di mana hal tersebut berarti membangun banyak pabrik untuk menggenjot perekonomian. Bagaimana dengan Indonesia? Dalam laporan Analisis Perkembangan Industri Edisi II-2018 yang dikutip dari dari kemenperin.go.id menuliskan, salah satunya adalah kenaikan pertumbuhan sektor Industri pengolahan (migas-non migas) pada triwulan I 2018 tercatat sebesar 4,50% (yoy).

Ilustrasi industri Indonesia [sumber gambar]
Selain itu, ada kelompok industri mesin dan perlengkapan yang naik sebesar 14,98% (yoy) dan industri makanan dan minuman sebesar 12,7% (yoy). Jika proses industrialisasi berjalan sesuai koridor, kondisi tersebut mendorong banyak masyarakat kelas bawah yang pindah ke kota untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik, terutama di sektor manufaktur.

Memberikan subsidi bagi pelaku industri strategis

Untuk membangun rakyat yang makmur dan moderat sesuai cita-cita, pemerintah China menggelontorkan biaya yang sangat besar untuk mewujudkannya. Laman tempo.co menuliskan, Dana ini akan digelontorkan melalui skema pinjaman oleh China Development Bank (CDB) secara bertahap sepanjang tahun 2018 sebesar 400 miliar yuan atau setara Rp 877 triliun. Program ini bertujuan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, merelokasi warga miskin, mengembangkan industri lokal, dan meningkatkan pendidikan dan perawatan kesehatan.

Subsisdi dari pemerintah akan membantu mengentaskan kemiskinan [sumber gambar]
Jika diterapkan di Indonesia, dana sebesar itu tentu akan menyulitkan keuangan negara. Namun jika dialokasikan untuk memberikan subsidi guna mengembangkan industri strategis, pemerintah bisa memetik hasilnya lewat pertumbuhan usaha yang merata di seluruh negeri. Dengan demikian, ketersediaan lapangan pekerjaan yang luas bisa menjadi solusi untuk mengurangi dua hal sekaligus. Yakni pengangguran dan kemiskinan.

Menghilangkan perilaku korupsi di tubuh pejabat negara

Dilansir dari nasional.kompas.com, Menteri China urusan Kemiskinan yang saat itu dijabat oleh Fan Xiaojian mengatakan, China berhasil menekan angka kemiskinan salah satunya berkat memperhatikan isu korupsi di tubuh pejabatnya. Tentu semua tahu, negeri tirai bambu itu dikenal keras terhadap koruptor yang ada di negaranya. Jika hal ini diimplementasikan di Indonesia, tentu akan ada perubahan yang signifikan.

Koruptor harus disikat habis untuk mengurangi rasio kemiskinan masyarakat [sumber gambar]
Bayangkan, berapa banyak dari uang rakyat dan negara yang terselamatkan dari para “tikus berdasi” ini. Oleh sebab itu, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran yang sesuai dengan posnya masing-masing demi kesejahteraan rakyat.

Pacu penggunaan teknologi tepat guna di segala bidang usaha

Kemajuan teknologi yang berorientasi digital, memiliki peranan yang sangat penting untuk memberantas kemiskinan di masa depan. Salah satu negara yang sukses memanfaatkannya adalah China. Tak melulu memberikan subsidi, pemerintah tirai bambu juga menggunakan teknologi untuk untuk merealisasikan hal tersebut. Dikutip dari kumparan.com, lembaga koordinasi pengentasan kemiskinan di China yang bernama CPAD (State Council Leading Group of Poverty Alleviation and Development), mengadakan program kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi.

Penerapan teknologi yang tepat bisa ikut mengurangi angka kemiskinan [sumber gambar]
Salah satu bentuknya adalah penggunaan big data dalam penentuan kebijakan pengentasan kemiskinan. Bukan hanya bisa, Indonesia juga mampu untuk menerapkan hal serupa seperti yang dilakukan pemerintah China di atas. Terlebih, Indonesia bakal menerima bonus demografi di masa depan. Di mana era industri 4.0 tengah berkembang dengan sangat pesat.

BACA JUGA: Utang Indonesia Tembus Rp.4363 triliun di Era Jokowi, Apa Saja Penyebabnya?

Sejatinya, menekan angka kemiskinan bukanlah melulu pekerjaan pemerintah semata. Idealnya, masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif agar program yang dicanangkan bisa berjalan maksimal. Paling penting adalah, budaya korupsi harus dikikis habis agar kolaborasi yang berkesinambungan antara rakyat dan perangkat negara, bisa memberikan solusi untuk menekan rasio kemiskinan di Indonesia.