Nama Papua sempat menjadi pembicaraan setelah diterpa serentetan kejadian yang tidak menyenangkan. Umpatan bernada rasial, kerusuhan hingga berujung tindakan anarkis, sempat mewarnai daerah yangt erkenal akan keindahan dan kekayaan alamnya tersebut. Di lain sisi, Papua kerap dipandang sebagai tempat yang berbahaya karena adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Jika dilihat ke belakang, ada banyak dari masyarakat Papua yang ikut berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah sosok Frans Kaisiepo yang wajahnya diabadikan di atas uang kertas nominal Rp 10.000. Tak hanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dari Belanda, peran mereka juga sangat besar dalam proses bergabungnya Irian Jaya menjadi bagian NKRI.

Frans Kaisiepo dan ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland’

Frans Kaisiepo [sumber gambar]

Sejak usia muda, kecintaan seorang Frans Kaisiepo terhadap Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Pria kelahiran Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 ini, dikenal sebagai aktivis gerakan kemerdekaan RI. Bahkan setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dia jadi salah satu orang yang mengibarkan sang saka Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua.

Sosok Marthen Indey dibalik Bergabungnya Irian Jaya

Marthen Ondey yang berjuang untuk Indonesia [sumber gambar]

Meski bukan berangkat dari kalangan aktivis seperti Frans Kaisiepo, Marthen Indey merupakan salah satu pahlawan besar asal Papua yang jasanya tak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan. Menurut Arya Ajisaka dalam buku Mengenai Pahlawan Indonesia, pria kelahiran Maret 1912, di Depapre itu merupakan merupakan polisi Belanda yang setia pada perjuangan Indonesia. Pada tahun 1962, Marthen menyampaikan Piagam Kota Baru yang berisi mengenai keinginan kuat penduduk Papua untuk tetap setia pada wilayah kesatuan Indonesia.

Johannes Abraham Dimara yang gigih berjuang untuk Irian Barat

Johannes Abraham Dimara [sumber gambar]

Selain sosok Frans Kaisiepo, ada pula nama Johannes Abraham Dimara yang juga merupakan sosok pahlawan bagi Indonesia. Kiprahnya dimulai sebagai serdadu anggota Heiho dan pembantu Kempeitai saat Jepang masuk ke Indonesia pada 1942. Nama dan jasa pria kelahiran Biak Utara, pada 14 April 1916 terus diingat karena kegigihanya berjuang untuk Irian Barat sebagai Ketua Umum Gerakan Cenderawih Revolusioner Irian Barat (GCRIB).

Silas Papare yang diesegani kaum kolonial Belanda

Silas Papare tokoh perjuangan Papua [sumber gambar]

Sesuai harapan di balik nama IRIAN: “Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”, sosok Silas Papare begitu disegani kaum kolonial yang kala itu mencengkeram tanah kelahirannya, Papua. Ia sendiri merupakan pejuang yang dipercaya Presiden Soekarno menjadi delegasi RI yang mewakili Irian Barat dalam Perjanjian New York, hingga Irian Barat bebas dari cengkeraman penjajahan Belanda.

Pahlawan Papua di era Indonesia modern

Tokoh Papua di berbagai bidang [sumber gambar]

Di era modern seperti saat ini, putra-putri Papua juga ikut menyumbangkan tenaga dan pemikirannya demi kemajuan bangsa Indonesia. Di bidang sains dan pendidikan, Tanah Air memiliki seorang George Saa yang ahli dalam bidang fisika. Untuk olahraga, ada nama Boaz Solosa dan Alexander Pulalo yang terkenal. Di ranah politik, ada nama Fredy Number yang dikenal sebagai Menteri dan Gubernur Papua.

BACA JUGA: Disukai Sekaligus Disegani, Inilah Tokoh Asal Papua yang Sangat Berpengaruh di NKRI

Ada begitu banyak sosok hebat yang lahir dari tanah Papua. Kiprah mereka tak hanya mengharumkan daerah asalnya, tapi juga bergaung luas hingga ke penjuru Indonesia. Papua yang tadinya berada di bawah kekuasaan Belanda, akhirnya bisa kembali ke pelukan NKRI. Bukti dari kesetiaan dan jasa besar mereka pada bangsa ini. Salam hormat untuk para pahlawan dari Tanah Papua.