Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Lalu Lintas Di Jakarta Dialihkan

oleh Adys Disty
07:09 AM on May 21, 2015
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Lalu Lintas Di Jakarta Dialihkan via viva
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Lalu Lintas Di Jakarta Dialihkan via viva

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2015 yang jatuh pada Rabu (20/5), sejumlah jalan ditutup karena dilintasi oleh para pendemo yang berkumpul di beberapa titik di Jakarta seperti Gedung MPR/DPR, Istana Negara, Gedung KPK, Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta beberapa tempat lainnya.

Unjuk rasa sedikitnya diikuti oleh empat ribu orang dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa sejumlah tuntutan di Hari Kebangkitan Nasional. Sejumlah arus lalu lintas di Jakarta pun dialihkan untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi demo.

Baca Juga
5 Bahaya Menakutkan Mabuk Pakai Obat Batuk Dioplos Durian, Awas Klenger!
Lama Tak Terdengar, Beginilah Kabar Gayus Tambunan, ‘Sang Koruptor’ Kelas Kakap

Jalan yang menuju Slipi dari arah Gatot Subroto diarahkan untuk masuk tol dan keluar di Pintu Tol Senayan II. Sementara yang menuju Slipi dari arah Blok M diarahkan ke Jalan Pakubuwono lalu masuk ke Pintu I Senayan. Kendaraan dari Bundaran HI dialihkan ke Dukuh Atas lalu masuk ke Menteng. Sedangkan yang menuju ke Istana Negara dari Jalan Veteran dialihkan ke kiri. Untuk yang dari Jalan Hayam Wuruk dialihkan ke Jalan Ir. H. Juanda.

Ketua Program Pasca Sarjana Komunikasi Universitas Jayabaya, Lely Arrianie mengatakan semestinya peringatan Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi momentum bagi segenap elemen bangsa untuk melakukan konsolidasi nasional. “Seharusnya dalam Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi momentum konsolidasi nasional, bagi mereka tokoh yang mengaku dirinya seorang negarawan,” katanya di Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, konteks Hari Kebangkitan Nasional di zaman penjajahan berbeda dengan masa kini. Dulu rakyat Indonesia menghadapi bangsa asing yang menjadi penjajah, sedangkan kini penjajah itu adalah orang atau kelompok dengan kepentingan politik yang sempit. “Penjajah itu kini merupakan jiwa yang terbelenggu oleh kepentingan politik individu dan kelompok yang sempit, sehingga apapun yang dilakukan seringkali tidak mencerminkan bersatunya pikiran dan tindakan dalam berbangsa,” imbuhnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan 7 Fenomena ‘Salah Kostum’ Jokowi Ini Sukses Bikin Netizen Bertanya-tanya 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand Inilah 5 Kisah Pengawetan Pemimpin Bangsa yang Tidak Banyak Diketahui 6 Musisi Indonesia Ini Punya Permintaan Aneh Sebelum Manggung, Ada yang Minta Aqua Galon Buat Mandi Loh 9 Artis Ini Sok-sokan Update Status Bahasa Inggris, Alhasil Panen Hujatan dari Netizen 5 Penemuan Harta Karun di Indonesia yang Jumlahnya Sanggup Melunasi Semua Hutang Negara Uang Bukan Incaran, Inilah 4 Fakta Begal Payudara yang Ternyata Gak Kalah Berbahaya 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara Miris! 7 Wanita Cantik Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, No. 2 Masih Jadi Misteri Pakai Narkoba Hingga Selingkuh, Ini 4 Kelakuan Istri Pejabat yang Bikin Ngelus Dada 7 Bangunan Paling Membingungkan, Tapi Keren!
BACA JUGA