Persaingan antar anggota pilpres di Indonesia dirasakan semakin panas alias seru. Seperti yang kita tahu, baru-baru beredar istilah ‘konsultan asing’ dan ‘propaganda rusia’ di antara kubu Joko Widodo dan Prabowo. Dilansir dari cnnindonesia.com, Jokowi menuturkan Prabowo-Sandi menyewa jasa konsultan asing dan menggunakan propaganda Rusia.

Rusia yang merupakan simbol kekuatan wilayah Timur, merupakan pesang berat AS yang mempimpin blok Barat di segala bidang, termasuk militer. Laman globalfirepower.com menunjukkan, negeri Beruang Merah itu menempati peringkat ke-2 dunia sebagai negara yang kuat di bidang persenjataan. Lantas, bagaimana jika dibandingkan dengan kekuatan militer Indonesia.

Peringkat dua Rusia sejatinya bukan masalah penting bagi Indonesia

Dalam indeks yang dihimpun oleh globalfirepower.com pada 2018, Rusia menempati peringkat kedua, jauh meninggalkan Indonesia yang berada di posisi ke-15. Namun, hal tersebut bukanlah masalah yang berarti bagi Indonesia. Seperti yang kita tahu, Nusantara memiliki segudang pasukan elit terbaik yang kemampuannya telah diakui dunia. Salah satunya adalah Kopassus.

Tak kalah meski jauh di pemeringkatan [sumber gambar]
Seperti yang ditulis pada laman businessinsider.sg, satuan dari Angkatan Darat Indonesia itu mendemonstrasikan kemampuannya yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. Termasuk Rusia sekalipun. Meski negeri Beruang Merah jauh lebih unggul dari segi teknologi persenjataan dan satuan elit Spetznaz mereka, toh pasukan Indonesia juga memiliki serangkaian aksi dan taktik yang juga tak kalah sangarnya.

Indonesia unggul di jumlah populasi manusia

Dalam laman yang dilansir dari globalfirepower.com, Indonesia memilik total populasi manusia sebesar 260,580,739. Jauhmeninggalkan Rusia yang berjumlah 142,257,519. Sepertit yang kita tahu, Indonesia pernah menerapkan strategi perang semesta raya, di mana taktik tersebut memanfaatkan seluruh tenaga rakyat untuk ikut berjuang mengangkat senjata.

Indonesia unggul populasi manusia [sumber gambar]
Kelebihan inilah yang bisa dimanfaatkan Indonesia jika negara dalam kondisi perang terhadap kekuatan asing seperti Rusia misalnya. Meski jumlah dan kondisi alutsista Indonesia yang bisa dibilang pas-pasan, toh kekuatan rakyat alias people power bakal menjadi perhitungan tersendiri bagi pihak lawan yang ingin menyerang kedaulatan NKRI.

Tertinggal jauh dari segi alutsista darat, laut dan udara

Harus diakui, Indonesia memang tertinggal jauh dari segi alutsista dengan Rusia. Laman globalfirepower.com menuliskan, negara yang dipimpin Vladimir Putin itu memiliki 3,914 pesawat (tempur, penyerang, latih, dan transportasi,), di udara. Di bagian darat, ada 20.300 tank, 27.400 AFV, 5.970 artileri infanteri, 4.466 artileri mandiri, dan 3.816 peluncur roket.

Parade militer Rusia [sumber gambar]
Sementara kekuatan lautnya, Rusia memiliki 352 kapal yang dibagi menjadi beberapa jenis (kapal induk, frigate, penghancur, perusak, penjelajah, kapal selam, ranjau laut dan kapal patroli. Untuk Indonesia, sebanyak 478 pesawat (tempur, serang, transportasi, dan latih) tersedia untuk menjaga angkasa. Di sektor darat, ada 418 tank, 1.131 AFV (Armored Fighting Vehicle) , 105 artileri infanteri, 356 artileri mandiri, dan 153 peluncur roket.

Indonesia Kalah di anggaran pertahanan

Untuk urusan anggaran pertahanan, Indonesia juga tertinggal dari Rusia yang berani menyediakan dana besar bagi militernya. Dikutip dari laman globalfirepower.com, tanah air memiliki dana sebesar 6,9 miliar dolar AS sebagai anggaran pertahanannya. Sementara Rusia, mengalokasikan budget senilai 47 miliar dolar AS. Selisih yang cukup jauh jika dibandingkan dengan Indonesia.

Anggaran pertahanan Indonesia jauh tertinggal dengan Rusia [sumber gambar]
Alhasil, hal ini terlihat dari negeri Beruang Merah yang memiliki sederet alutsista mentereng dibandingkan milik tiga matra TNI. Meski demikian, Indonesia berupaya melakukan modernisasi persenjataan dan alat-alat militernya dengan membeli sejumlah alutsista dari negara lain, seperti AS, Brasil, Korea dan Rusia sendiri.

BACA JUGA: 5 Hal Inilah yang Bakal Didapat Militer Indonesia Jika Bersekutu dengan Rusia

Rusia memang unggul dari segi militer dibandingkan dengan Indonesia. Meski demikian, kedua negara mempunyai perjalanan sejarah yang panjang mulai dari era Presiden Sukarno. Bekerja sama dengan baik-khususnya di ranah militer, dan membangun hubungan diplomatik tanpa ikut campur urusan politik negara masing-masing, dinilai sangat menguntungkan Indonesia dalam jangka panjang.