Apa yang Sahabat Boombastis lakukan ketika melihat ada kecelakaan di depan mata? Tentunya menolong para korban dong ya. Eits, tapi hal ini sangat jarang sekali kita temui di zaman sekarang. Alasannya karena kini para masyarakat lebih suka menjadikan kecelakaan tersebut sebagai bahan media sosialnya. Nah lho!

Seperti video yang diunggah oleh akun instagram @ndorobeii. Terdapat lelaki dan perempuan yang mengalami kecelakaan. Kondisi mereka bisa dibilang sangat tragis lantaran ada banyak darah yang berceceran. Sang pria sudah dalam kondisi pingsan, sedangkan si wanita masih sadar. Lalu, motor yang mereka kendarai sudah tak berbentuk lagi.

Namun apa yang terjadi? Bukannya menolong, malah orang-orang yang di sekitarnya sibuk memvideokan mereka. Padahal kondisi mereka harus segera ditindaklanjuti karena jika tidak akan semakin parah. Si wanita sudah meminta tolong kepada warga sekitar, tapi nyatanya mereka sibuk sendiri. Sebenarnya, mengapa sih fenomena seperti ini bisa terjadi?

Selfie dengan korban kecelakaan [Sumber Gambar]
Hal yang paling mungkin jadi penyebab adalah mereka ingin jadi orang pertama dalam menyebarkan suatu berita. Jika ini sudah terlaksana, niscaya mereka akan dikenal di dunia maya dan pastinya mendapatkan banyak pengikut baru. Cukup miris sih dengan kelakuan mereka yang seperti ini karena keselamatan orang lain tidak lebih penting dari eksisnya diri sendiri di media sosial.

Harus menolong korban kecelakaan dengan sigap [Sumber Gambar]
Sedangkan faktor pemicu lainnya disebutkan oleh Hamdi Muluk, Ahli Psikologi dari Universitas Indonesia. Menurutnya fenomena ini cocok dengan yang namanya efek bystander. Di mana ketika ada orang dalam kondisi darurat, para saksi enggan menolong. Ini disebabkan karena ada saksi mata lain yang ikut mendatangi tempat kejadian. Sehingga para saksi merasa masih ada orang lain yang bisa menolong si korban. Kalau kata kausnya Balotelli sih “why always me?”

Hamdi pun menuturkan lagi jika orang-orang akan lebih sigap menolong kalau yang menyaksikan kecelakaan hanya sedikit. Kesimpulannya adalah orang tersebut harus dalam kondisi sendiri karena tidak ada lagi yang menolong selain dirinya. Masalahnya, jika dia tidak segera menolong, bisa-bisa dirinya yang dianggap menjadi penyebab kecelakaan itu terjadi.

BACA JUGA : Korban Kecelakaan Malah jadi Objek Tontonan, Ini Jerat Hukum Bagi yang Melakukannya

Dari penyebab yang ada di atas, mungkin bisa memberikan kita suatu pelajaran. Di mana kita sebaiknya tidak terlalu mementingkan media sosial karena ada nyawa yang butuh diselamatkan. Selain itu, kita harus sigap menolong si korban kecelakaan tanpa memikirkan hal lain. Biarlah orang lain hanya mendokumentasikannya, namun kita harus tetap menolong si korban agar kondisinya tidak semakin parah. Enggak mau kan peristiwa di atas menimpa diri kalian atau kerabat terdekat?