Ada banyak cara yang dilakukan sebuah negara agar rakyatnya belajar kepada sang pemimpin. Tidak hanya lewat buku biografi atau semacamnya, tapi kadang dengan cara yang agak unik. Seperti berkaca kepada mumi sang pemimpin. Ya, beberapa tokoh dunia yang perannya besar bagi bangsanya, ternyata jasadnya tidak dikubur ketika meninggal melainkan diawetkan.

Memang mengajarkan sejarah adalah hal yang paling susah mengingat bukti visualnya yang tak banyak. Lewat pemimpin yang dimumikan, rakyat tentu akan bisa lebih memahami cerita masa lalu tentang bagaimana ini dan itu. Berbicara soal mumi pemimpin, ternyata di dunia ini cukup banyak lho. Mulai dari bapaknya Kim Jong Un sampai sang pemimpin besar Tiongkok. Simak ulasan menariknya berikut ini.

Pendiri Cina yang Abadi Meski Telah Beberapa Tahun Mati

mao zodong [image source]
Cina tentu bukanlah negara yang menganut tradisi mengabadikan orang telah meninggal. Tetapi entah dari usulan mana, tradisi tersebut pun dilakukan. Pendiri Cina Mao Zaedong adalah orang pertama yang pernah diabadikan. Sebenarnya Mao menginginkan agar para pemimpin dikremasi ketika meninggal. Bahkan ia menandatangani aturan tersebut. Tapi, kini jasadnya justru abadi berada di dalam sebuah peti kristal di kawasan lapangan Tianamen, Beijing. Tempat penyimpanan tersebut dibuat sangat eksklusif dan tidak sembarangan orang bisa masuk.

Sang Diktator Filipina abadi Sampai sekarang

Ferdinand Marcos [image source]
Hanya cintalah yang abadi, mungkin ini yang dirasakan oleh Imelda Marcos. Istri dari almarhum Ferdinand Marcos ini yang mengusulkan untuk mengabadikan jenazah mendiang suaminya. Mantan presiden Filipina tersebut meninggal pada tahun 1989 saat di pengasingan. Jasad Marcos diawetkan dan disimpan di dalam sebuah peti kaca di kediamannya di provinsi Ilocos Norte. Orang-orang pun masih bisa melihat betapa wajah sang diktator ini masih sama seperti dulu.

Pejuang Revolusioner Vietnam yang Wajahnya tetap Abadi

pemimpin vietnam Ho Chi Minh [image source]
Perjuangan hebat Ho Chi Minh untuk Vietnam tentu tidak terbantahkan. Pasalnya pria tersebut adalah orang pertama kali mendeklarasikan kemerdekaan negara tersebut. Tetapi orang paling dikagumi tersebut tidak bisa hidup abadi karenan di usianya 79 tahun beliau harus meninggalkan dunia berserta isinya. Dalam ceritanya bapak bangsa tersebut meminta jenazah nya untuk dikuburkan. Akan tetapi para pengikutnya mengawetkan lantaran terinspirasi Mausoleum Lenin di Moskwa. Sekarang mayat paman Ho abadi di tengah Lapangan Ba Dinh, Hanoi,Vietnam.

Ayah Kim Jong Un Jenazahnya Abadi

Mendiang Kim Jong II [image source]
Jenazah Pemimpin Korea Utara ini juga mengalami nasib serupa dengan para pemimpin dunia yang diawetkan. Dengan permintaan langsung pemerintah otoritas negara tersebut. Jenazah ayah Kim Jon Un ini diawetkan dan disemayamkan di dalam peti mati kaca di Kumsusan Memorial Palace, Pyongyang. Di sini, para pengunjung diwajibkan membungkuk tiga kali ketika ingin melihatnya. Dan sangat diwajibkan melewati pembersihan tubuh dari debu untuk mencegah kontaminasi.

Dua Mantan Presiden Taiwan Diabadikan Karena Tiongkok

Proses Pemakaman [image source]
Ada hal unik terjadi melakukan pemakaman mantan presiden Taiwan yaitu Chiang Kai-Shek dan Putranya Chiang Ching-Kou. Pasalnya sebelum meninggal ingin jenazahnya disemayamkan pada daerah Fenghua, yang mana diketahui daerah tersebut adalah termasuk daerah Tiongkok. Permintaan tersebut tentunya menjadikan pemerintah saat itu kesulitan menggabulkan wasiat dari kedua mantan pemimpin tersebut. Karena negeri tirai bambu itu adalah rival dari Taiwan. Tetapi akhirnya didapatkan solusi untuk melakukan pengawetan jasad sampai keduanya bisa benar-benar dimakamkan di tempat yang diinginkan. Saat ini jenazah ayah dan anak itu disimpan di kawasan Cihiu Taiwan.

Pengawetan mayat di satu sisi memang agak bertentangan dengan nurani. Karena semestinya seseorang yang meninggal baiknya dikuburkan. Tapi, di satu sisi lewat orang-orang yang dimumikan jasadnya kita bisa belajar banyak tentang sejarah. Tak cuma cerita masa lalu sebuah bangsa, tapi juga si sosoknya sendiri. Menurutmu bagaimana kalau hal serupa terjadi kepada para pemimpin kita di masa lalu?