Kamu pernah bukan melihat foto orang-orang yang berhasil sampai di puncak gunung guys? Ya, mereka tampak gagah, keren, dan sangat bahagia. Saat melihat foto-foto keren itu, sebagian besar kita lupa apa yang harus mereka hadapi selama perjalanan hingga bisa mencapai puncak tersebut. Jalan berliku, kelelahan yang sangat hebat, hingga beban-beban berat yang harus dipikul.

Sama halnya saat kita melihat kesuksesan orang lain saat ini, harus juga dong kita tilik bagaimana jatuh bangunnya sehingga bisa sampai merengkuh kesuksesan. Nah, kali ini Boombastis bakalan mengulik perjalanan penulis, sutradara, aktor, sekaligus komika kenamaan tanah air, Raditya Dika. Sebelum sukses seperti sekarang, banyak lho pahitnya rasa hidup yang harus dia cecap. Dan, berikut ini uraiannya Sahabat.

Berawal dari blogger yang diremehkan

Memiliki nama lahir Dika Angkasaputra Moerwani, pria yang akrab disapa Dika ini awalnya hanya remaja yang suka menulis curhat di buku diary. Berjalannya waktu, Dika mengabadikan tulisan-tulisannya di blog. Isinya pun cukup unik, yaitu menguak cerita sehari-hari yang cenderung konyol dan menertawakan kegagalan-kegagalannya. Tapi yang istimewa, di setiap cerita tetap ada hikmah yang bisa diambil pembaca.

blog Raditya Dika [Sumber Gambar]
Berjalannya waktu, banyak netizen yang setia menunggu cerita-cerita di blog. Meski tak jarang, ia harus sakit hati lantaran beberapa orang menganggap tulisannya jelek. Nasib Dika mulai berubah ketika isi blog pribadinya diterbitkan menjadi buku. Tak berhenti di situ, Dika masih terus menulis di blog sampai pada tahun 2009 ia memenangkan penghargaan The Online Inspiring Award. Hal ini menjadi titik balik seorang Raditya Dika. Dan hanya dari penulis blog, Dika kemudian mulai menerbitkan banyak buku yang kemudian best seller.

Tak begitu laku, bukunya dibeli oleh ibunya sendiri

Memiliki banyak penggemar di blog tak lantas membuat buku Dika seketika laris diserbu pembeli. Ada masa-masa bukunya dipandang sebelah mata. Beruntungnya, buku Dika kemudian diborong oleh seorang pembeli. Tak tanggung-tanggung, pembeli tersebut langsung memborong sebanyak 100 eksemplar. Dika yang sempat putus asa pun kembali memperoleh suntikan semangat yang luar biasa.

Dika dan sang ibu [Sumber Gambar]
Belakangan, Dika baru tahu kalau orang yang berbaik hati membeli 100 eksemplar bukunya tersebut adalah sang mama. Hal ini diungkapkan Dika pada sebuah postingan di instagram yang menyebutkan, “Buat gue nyokap adalah Wonder Woman, karena pas awal jadi penulis dulu, Nyokap yang ngebeli buku2 gue sampai seratus biji. Berkat dukungan itulah buku2 gue bisa laris sampai sekarang”.

Pernah nekat jadi badut Monas

Untuk membuat tulisan yang membuat orang tertawa sekaligus baper di waktu bersamaan bukanlah hal yang mudah. Hal ini diceritakan Dika pada bukunya yang berjudul Radikus Makan Kakus. Untuk membuat buku tersebut, Dika berkeinginan  menjadi badut untuk meneliti hidup orang-orang yang berprofesi tersebut. Ia pun berkeliling mencari pinjaman kostum badut.

Raditya Dika [Sumber Gambar]
Dan karena belum seterkenal sekarang, Dika pun sempat mengalami berkali-kali penolakan. Setelah menemukan kostum, Dika pun nekat mampir ke Monas. Tak berhenti di situ, komika ini pun sengaja naik bajaj dan busway. Dan dalam rentang waktu tersebut, ia mendapat berbagai macam ledekan yang membuatnya terinspirasi dalam menulis.

Sempat stress selama menjadi pekerja kantoran

Meski kini memiliki banyak pegawai yang membantu kesehariannya, Dika tak pernah lupa cerita ketidaknyamanannya saat menjadi pegawai kantoran. Meski tiap bulan pasti mendapat uang gajian, tapi pria kelahiran Jakarta ini merasa ada sesuatu yang kurang. Terlebih ia merasa disepelekan oleh atasan tempatnya bekerja, belum lagi tiap harinya ia terus menerus dikejar deadline tanpa henti yang tak ayal membuatnya stress.

Raditya Dika [Sumber Gambar]
Puncaknya, Dika akhirnya melepaskan pekerjaan tersebut dan memilih menekuni dunia kreatif. Meski di awal jalannya terbata-bata bahkan sempat tak memiliki pegangan uang sama sekali, kini Dika bisa membuktikan bahwa pekerjaan kantor bukanlah satu-satunya ladang rejeki.

Berkali-kali ditolak cinta dan ditinggalkan kekasihnya

Sebelum akhirnya bertemu dengan Aniza Aziza dan menikah, Dika mengalami banyak fase sakit hati akibat urusan asmara. Mulai dari ditolak dengan semena-mena, diselingkuhi, bahkan ditinggal menikah saat lagi sayang-sayangnya.

Dika dan Anisa [Sumber Gambar]
Dalam bukunya yang berjudul Koala Kumal, Dika juga menceritakan tentang patah hati terhebat yang pernah ia alami. Tapi dari semua kepahitan-kepahitan tersebut, Dika pada akhirnya bisa membuat sebuah karya yang sangat spektakuler.

BACA JUGA: 11 Potret Kocak Nikahan Raditya Dika Bikin Netizen Heran: Beneran Sudah Jadi Suami Orang?

Kini, Dika memang lebih kental dengan image selebritas tajir dengan tingkah konyol yang sekalipun nggak pernah ia tinggalkan. Tapi di balik itu semua, perjalanan karir dan hidupnya patut dicontoh oleh anak zaman now. Nggak sekedar alay ya, tapi juga mampu menelurkan karya-karya spektakuler di berbagai bidang.