Selama lebih dari 1 dekade ini, nama Valentino Rossi menjadi magnet dan daya tarik dalam gelaran balap motor di dunia, MotoGP. Bahkan ada yang menyebutkan, MotoGP adalah Valentino Rossi dan Valentino Rossi adalah MotoGP. Namun tidak bisa dipungkiri, usia Rossi sudah tidak muda lagi, 36 tahun tepatnya. Banyak orang pun mencari dan menebak, kepada siapa Rossi akan mewariskan legendanya.

Baca Juga : 5 Pembalap Cantik Yang Membanggakan Indonesia

Pensiunnya Rossi juga membuat publik Italia kuatir akan tidak adanya pembalap Italia yang mampu menandingi dominasi para Spaniard (julukan untuk pembalap asal Spanyol) di MotoGP. Valentino Rossi pun sebenarnya sudah mempertimbangkan hal tersebut. Ini dibuktikan dengan didirikannya VR46 Riders Academy, yang tujuannya adalah untuk mendidik talenta pembalap-pembalap muda Italia yang bisa menggantikan dirinya kelak. Inilah beberapa pembalap Italia yang di harapkan mampu membawa nama Italia dan menggantikan Rossi.

1. Romano Fenati

Namanya mulai berkibar saat musim balap 2014 lalu. Saat itu pembalap yang lahir di Ascoli Italia ini baru saja bergabung dengan tim balap milik Valentino Rossi, ‘Sky Racing Team by VR46’ dan turun di kelas Moto3. Fenati menjuarai 4 seri di musim itu, termasuk di antaranya kemenangan di depan publik sendiri, Italia.

Romano Fenati
Romano Fenati [imagesource]
Bahkan dia sempat menjadi salah satu pemuncak klasemen. Sayang inkonsistensi dan masalah yang sering mendera motor bermesin KTM miliknya membuat dirinya harus terlempar di posisi ke 5 klasemen akhir. Namun itu sudah cukup untuk membuat publik Italia berpaling kepadanya.

Gaya membalapnya yang ngotot, juga aksi-aksi overtaking-nya yang mirip dengan Rossi menjadikan dia sebagai kandidat penerus Rossi. Total sepanjang karirnya di Moto3 hingga saat ini, dia sudah berhasil mencatatkan 6x kemenangan, 13 podium dan total poin sebanyak 561.

Selanjutnya : Luca Marini

2. Luca Marini

Luca Marini lahir di Urbino Italia, 18 tahun yang lalu, yang menjadi sorotan dari pembalap muda ini adalah dirinya merupakan adik tiri dari sang legenda Valentino Rossi itu sendiri. Namun ternyata bukan hanya bermodalkan nama besar sang kakak sehingga dia bisa masuk ke dalam kandidat calon penerus Rossi. Meskipun dia kurang dikenal oleh publik MotoGP, namanya cukup berkibar di ajang Italian CIV Championship.

Luca Marini
Luca Marini [imagesource]
Di ajang tersebut, Luca Marini berhasil mencapai podium finish sebanyak 6 kali dari 8 balapan dan menempatkan dirinya sebagai runner up. Pada tahun 2013, dia mendapat fasilitas wildcard untuk dapat membalap di kelas moto3 seri Misano Italia.

Sayangnya dia harus it yang sama. Dia kembali mendapat fasilitas wildcard untuk membalap di kelas moto2. Dia mampu menyelesaikan balapan dengan finish di posisi 21. Rumornya untuk musim depan, tim moto2 ‘Forward Racing’ berniat untuk merekrut pembalap dengan nomer 97 ini.

Selanjutnya : Nicola Bulega

3. Nicola Bulega

Inilah pembalap yang menjadi ‘kesayangan’ Valentino Rossi. Bahkan Rossi sendiri menyerahkan nomer motor ’46’ nya kepada sang pemuda berumur 16 tahun ini. Bakatnya ditemukan langsung oleh Rossi, dan dengan segera memasukkan nya ke dalam VR46 Riders Academy.

Nicola Bulega
Nicola Bulega [imagesource]
Menjadi juara MiniGP pada tahun 2011 dan juara 2x berturut turut di ajang PreGP Italia pada tahun 2012 dan 2013 di kelas yang berbeda, menjadi bukti bakat dan kemampuan dari Nicolo Bulega. Perpaduan nomer 46 di motor nya serta gaya membalapnya yang sangat identik dengan sang mentor menambah kesan nostalgia bagi para fans Rossi. Mereka seakan-akan menyaksikan Valentino Rossi muda yang berlaga di ajang 125cc dahulu.

Gaya membalap Nicola Bulega yang sangat mirip dengan Valentino Rossi
Gaya membalap Nicola Bulega yang sangat mirip dengan Valentino Rossi [imagesource]
Pada tahun 2015 ini, pembalap dengan julukan ‘The Monkey’ ini mendapat fasilitas wildcard untuk membalap di kelas moto3 seri terakhir, yaitu Valencia. Membela ‘SKY racing team VR46’, dalam debutnya dia berhasil mencatatkan waktu tercepat ke 5 di sesi latihan bebas ketiga dan start di urutan 16 dari 35 pembalap.

Cukup fantastis untuk pembalap kategori wildcard. Patut ditunggu bagaimana kiprahnya saat dia menjadi pembalap reguler di kelas moto3 nanti.

Selanjunya : Edisi Khusus “Simoncelli”

4. Edisi Khusus ‘Marco Simoncelli’

Yang ini memang spesial, karena sebelum ada nama nama di atas, Marco Simonceli telah di plot sebagai pengganti Rossi. Rossi sendiri mengatakan hal tersebut, dan itu diakui pula oleh banyak orang. Murah senyum dan ramah di luar sirkuit menjadikan dia sangat disukai oleh wartawan dan fans. Belum lagi dia yang sangat dekat dengan Valentino Rossi, bahkan Rossi sudah menganggap pembalap berjuluk ‘Super Sic’ tersebut sebagai adiknya sendiri.

Marco Simoncelli Almarhum
Marco Simoncelli Almarhum [imagesource]
Namun pembawaan khas ala Italia yang selalu fight dan pantang menyerah saat di lintasan, menjadi momok bagi rival-rivalnya. Pada musim 2008 dia memenangi gelar juara dunia di kelas moto2 dan akhirnya pada tahun 2010 dia naik ke kelas premium, MotoGP. Sayang pembawaannya yang ngotot dan berapi-api membuatnya kesulitan beradaptasi dengan motor di kelas MotoGP. Akhirnya dia lebih sering jatuh ketimbang finish, yang tidak jarang pula menyeret pembalap lain. Pada tahun 2011, Simoncelli mendapatkan Podium pertamanya di kelas MotoGP saat di seri Cheko, di mana dia berhasil naik ke podium ketiga dan dilanjutkan menjadi runner up saat di GP Australia.

https://www.youtube.com/watch?v=m2BKiBTNyaM

Di seri selanjutnya yaitu di Sepang Malaysia, insiden menimpa Simoncelli. Dia terjatuh saat motornya kehilangan traksi. Namun bukannya melebar keluar lintasan, Simoncelli bersama dengan motor nya malah kembali ke jalur dalam yang kemudian di hantam oleh Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tepat berada di belakangnya. Marco Simoncelli diberitakan meninggal tidak lama setelah insiden tersebut, di mana ironisnya penyebab meninggalnya adalah hantaman keras di leher yang diakibatkan oleh motornya Rossi. Sebagai bentuk penghormatan, Sirkuit Misano di Italia diubah namanya menjadi ‘Misano World Circuit Marco Simoncelli’.

Baca Juga : 4 Alasan Kenapa Marc Marquez Layak Jadi Pengganti Valentino Rossi di Masa Depan

Rumor mengatakan, apabila saat itu Marco Simoncelli masih ada, Valentino Rossi sudah siap untuk pensiun sebagai pembalap. Mungkin hal ini pula yang membuat Rossi tetap membalap sampai saat ini. Menunggu adanya orang yang tepat untuk meneruskan warisannya. Ajang balapan yang bukan hanya sekedar adu cepat, tapi memberikan hiburan bagi penontonnya.