Bukan sebuah rahasia lagi, kalau Arema melawan Persebaya selalu identik dengan partai panas. Bahkan laga mereka selalu dilabeli oleh beberapa media dengan sebutan derby. Rivalitas yang sudah berjalan waktu lama menjadi pemicu sitgma model ini muncul. Lebih lanjut tentang hal tersebut, kedua tim juga selalu tampil all out tidak ada yang mau kalah setiap kali bertemu.

Walaupun begitu, namun ternyata ada banyak pemain yang diam-diam pernah berseragam kedua kesebelasan itu. Layaknya mendobrak rivalitas, pesepakbola yang melakukan hal itu rupanya jumlahnya tidak sedikit. Tercatat ada lebih 20 pesepakbola, baik asing, lokal, dan Timnas yang sempat membela panji hijau (Persebaya) dan Biru (Arema). Siapa sajakah mereka? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Andalan Arema FC asal Papua Ricky Kayame

Berbicara tentang hal ini, tentu Ricky Kayame menjadi sosok lapangan hijau paling baru yang pernah membela panji Singo Edan dan Bajul Ijo. Yaa, seperti kita ketahui baru tahun kemarin darah Papua ini membela Persebaya di Liga 1 dan sekarang sudah bersama Arema FC.

Selebrasi Kayame [Sumber Gambar]
Kabarnya kepindahan tersebut karena mantan Persipura itu, tidak masuk rencana dari pelatih Djadjang Nurdjaman. Meski begitu, bila dilihat beberapa penampilannya berseragam Arema, sosok ini bisa dikatakan moncer. Selain kerap dipercaya bermain, Ricky juga telah menorehkan empat gol di ajang Piala Presiden 2019. Jumlah yang menyamai penyerang baru Persebaya Amido Balde.

Hamka Hamzah pemain bintang pernah berseragam hijau dan biru

Sama halnya dengan Ricky Kayame tadi, kapten Arema FC Hamka Hamzah menjadi pesepakbola yang pernah berseragam kedua tim elite Jawa Timur itu. Bahkan pria yang sempat memperkuat Persik Kediri ini, mampu raih gelar dengan kedua klub itu. Bersama Persebaya, pemain belakang satu ini menjuarai Divisi I 2003 dan promosi ke Divisi Utama 2004.

Hamka menjadi kapten Arema [Sumber Gambar]
Sedangkan dengan Arema FC, dirinya sempat menjadi juara di ajang Torabika Bhayangkara Cup 2016. Dengan capaian bagus tersebut tidak heran kalau hingga sekarang Hamka menjadi sosok yang dihormati oleh pendukung ke dua tim. Hamka Hamzah sendiri tergolong masih berusia muda ketika membela panji hijau Persebaya.

Jebolan akademi Persebaya Arif Ariyanto

Selain nama-nama tadi, mantan pemain binaan Persebaya yakni Arif Ariyanto juga sempat berseragam hijau dan biru. Arif tercatat selama lima tahun membela panji Persebaya yakni pada tahun 2005 sampai 2010. Selama waktu tersebut, mantan punggawa Persela Lamongan sukses catatkan lebih dari 50 pertandingan.

Arief bersama Singo Edan [Sumber Gambar]
Waktu membela panji Singo Edan, pemain kidal ini memperkuat Arema yang bermain di kompetisi LSI pada tahun 2011 sampai 2012. Seperti hal ketika bersama tim ibukota Jawa Timur tadi, pria 33 tahun juga banyak dipercaya turun berlaga. Tercatat, Arif torehkan 24 penampilan dengan sejumlah gol kala membela panji Arema.

Pelatih Perseru Serui di Piala Presiden 2019

Tidak kalah dengan beberapa sosok tadi, pelatih Perseru di gelaran Piala Presiden 2019 juga sempat rasakan berlaga dengan Arema dan Persebaya. Ketika itu I Putu Gede terlebih dahulu memperkuat Persebaya pada dua musim kompetisi Ligina Awal yakni tahun 1994-1995 dan 1995-1996. Lalu ketika bergabung dengan Arema, pria menepati posisi gelandang ini bergabung pada 1999 setelah melanglang ke klub Ibukota Persija Jakarta.

I Putu Gede menengani Perseru [Sumber Gambar]
Tercatat berkarier di olahraga ini, pelatih Perseru ini bisa dikatakan keluar masuk klub berlogo Singa tersebut. Pasalnya, pada tahun 2002 sempat hijrah ke Deltras sebelum akhirnya kembali lagi ke Arema pada 2004. Selama berstatus pemain Arema dirinya sukses mempersembahkan gelar Divisi Utama serta berhasil menyabet kampiun Piala Indonesia atau Copa Indonesia dua musim berturut-turut .

Legenda Sepak Bola Indonesia Aji Santoso

Seperti halnya Putu Gede tadi, Aji Santoso juga menjadi eks lapangan hijau yang mempunyai karier dengan dua besar sepak bola Jawa Timur Tersebut. Memulai karier di akademi Arema, pelatih Persela Lamongan tercatat habiskan delapan musim dengan klub kota kelahirannya tersebut. Selama itu, Aji sukses persembahkan trofi Galatama musim 1992-1993.

Coach Aji Santoso [Sumber Gambar]
Dilansir Boombastis dari Bolasport, Setelah gelaran Liga Indonesia pertama tepatnya pada 1995, Aji memutuskan menerima pinangan Persebaya. Di sana tercatat Aji abdikan diri berseragam hijau dari tahun 1995 sampai 1998. Dengan sukses merengkuh Liga Indonesia 1996-1997. Tapi, setelah Persebaya, PSM Makasar, dan Persema Malang pada tahun 2002 Aji kembali ke Arema dan gantung sepatu di sana.

BACA JUGA: Melihat Transformasi Bonek, Suporter Identik Kerusuhan yang Kini Berubah Jadi Salah Satu Terbaik

Berkaca dari nama-nama tadi, agaknya menjadi bukti kalau rivalitas yang sesungguhnya hanyalah 90 menit saja. Lebih dari itu semua elemen di olahraga ini adalah saudara. Jadi jangan sampai nilai-nilai persaingan membuat kalian menjadi buta kalau sebenarnya Malang dan Surabaya adalah kota saling membutuhkan.