Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) selama ini dikenal sebagai lokasi pembinaan, tempat penebusan dosa atas kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tindak kejahatan. Namun, nyatanya tidak semua berjalan seperti itu. Kadangkala, pelakukejahatan masih bisa melakukan hal yang dianggap melanggar dari balik jeruji.
Salah satu lapas yang ‘ramah’ tahanan adalah Sukamiskin, Jawa Barat. Tempat ini adalah tahanan yang dibangun ulang sebagai tempat kurungan bagi para pelaku kejahatan berat, seperti koruptor kelas kakap serta pelaku suap. Namun, walau sudah terkenal memiliki tingkat keamanan ketat, nyatanya para penghuninya menganggap lapas ini sebagai rumah sendiri. Terbukti dengan beberapa pelanggaran yang berhasil dirangkum Boombastis berikut.
Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Lapas Sukamiskin beberapa hari lalu rasanya menangkap semua kebobrokan yang terjadi di tempat ini. Kepala lapas, Wahid Husen resmi ditangkap KPK karena terduga menerima suap. Tak kalah menjadi sorotan adalah suami Inneke Koeshirawati, Fahmi Darmawansyah yang ternyata punya kamar berfasilitas super mewah dari menyuap sang kepala lapas.
Dari segi sejarah, lapas sukamiskin dulunya dihuni oleh para intelek dan tokoh yang dianggap melakukan kejahatan politik. Bahkan presiden pertama, Bung Karno pernah merasakan kamar no 1 blok Timur Atas penjara ini. Namun, sekarang keadaannya berbanding terbalik dan dihuni oleh para koruptor yang doyan plesir dengan status masih tahanan.
Pada Mei 2013, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana pernah melakukan sidak guna memeriksa apa yang dilakukan oleh para napi, dan hasilnya memang mengejutkan. Ia menemukan DVD bajakan, charger hape, serta peralatan elektronik lain, seperti dilansir dari kumparan.com. Hal yang sama juga terjadi hingga kini.
Setiap rumah tahanan tentunya punya batasan waktu bagi keluarga yang ingin mengunjungi tahanan, tak peduli dia orang miskin atau kaya, semua diperlakukan secara adil. Namun, hal ini tak terjadi di lapas yang beralamat di Bandung ini.
Mantap betul bukan? Penjara rasa hotel, dan hal tersebut illegal serta masuk dalam pelanggaran. Perbuatan memberi kelonggaran ini jelas membuat gregetan banyak pihak. Maka, sudah seharusnya ada perbaikan dari pihak hukum agar hal seperti ini tak terjadi lagi. Kalau fasilitasnya mewah, bisa request fasilitas sesuai keinginan, bisa ke luar-masuk, apa gunanya penjara, tak bikin kapok toh?
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…