Beberapa waktu lalu, warga Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh pendapat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Pasalnya, ia menghimbau kepada seluruh pengelola bioskop di negara kita untuk memutar lagu Indonesia Raya sambil dinyanyikan oleh penonton sebelum film dimainkan. Imam memberitahukan aturan tersebut lewat surat bernomor 1.30.1/Menpora/I/2019.

Bukan tanpa sebab Menpora mengumumkan imbauan ini. Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Ni’am Soleh menjelaskan kalau ajakan ini sebenarnya merujuk ke beberapa undang-undang. Seperti Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Di sana disebutkan bahwa aturan soal menyanyi Indonesia Raya saat menonton film termasuk ke dalam fungsi pendidikan.

Menpora imbau nyanyi Lagu Indonesia Raya sebelum nonton [Sumber Gambar]
Mendengar pemberitaan ini, masyarakat, artis dan juga para pejabat mulai mengeluarkan sabdanya masing-masing. Dan tentu saja, pendapat mereka ada yang pro dan juga kontra. Ya wajar sih, karena imbauan seperti ini sangat jarang dilakukan di Indonesia. Apalagi di bioskop yang notabene bukan tempat untuk menyanyikan lagu kebangsaan.

Surat imbauan [Sumber Gambar]
Dari masyarakat Indonesia, kebanyakan mereka tidak menyambut baik ajakan ini. Dikarenakan terlalu merepotkan, menghabiskan waktu dan juga menganggap bioskop bukan tempat yang tepat untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu ada juga Dosen Administrasi Publik Universitas Indonesia, Defny Holidin yang menolak mentah-mentah imbauan ini. Defny menilai, dengan keluarnya aturan tersebut, justru dunia hiburan akan menjadi kaku. Nah, dari sini, bisa saja para penonton merencanakan datang terlambat demi menghindari menyanyikan lagu kebangsaannya sendiri.

Masyarakat banyak yang tak setuju [Sumber Gambar]
Berbeda 360 derajat dari pendapat di atas, respon positif diungkapkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Di mana Ketua KPAI, Susanto menyebutkan kalau langkah ini sebagai bentuk pendidikan nasionalisme, cinta tanah air dan selalu melakukan yang terbaik untuk bangsanya. Kemudian, aktor sekaligus host acara, Boy William mengatakan hal serupa. Pasalnya, imbauan ini dapat mengingatkan jati diri sebagai warga Indonesia. Entah jalan-jalan, mau nonton bioskop ya tetap Indonesia, ujar Boy William.

Boy William setuju [Sumber Gambar]
Dua pendapat yang telah disebutkan di atas memang tidak bisa disalahkan. Semua memiliki kelebihan masing-masing yang cukup masuk di akal. Untuk yang pro, mereka ingin masyarakat menjadi lebih nasionalis lagi. Selain itu, imbauan ini juga bisa membuat penonton bioskop mengingat jati dirinya. Apalagi saat ini, film yang banyak disukai adalah produksi dari luar negeri.

Sedangkan untuk yang kontra, mereka tidak ingin ajakan ini malah melunturkan semangat kebangsaan dari para penonton. Buktinya saja, ketika film masih ditayangkan sesuai jadwal banyak yang terlambat. Apalagi ketika imbauan ini menjadi suatu kewajiban nantinya, mereka akan menghindar. Secara tidak langsung, itu bisa membuat para penonton menjadi malas untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

BACA JUGA : Tak Banyak yang Tahu, Ini Lho Alasan Mengapa Bioskop di Mall Selalu Ada di Lantai Teratas

Bagaimana menurut Sahabat Boombastis? Kalian berada di kubu setuju atau tidak nih? Intinya, semua pendapat tidak bisa disalahkan karena masing-masing memiliki alasan konkrit di baliknya. Namun sayangnya, Imam Nahrawi sudah mencabut imbauan yang sudah ia buat sendiri di tanggal 30 Januari 2019. Menurutnya, ajakan ini terlalu banyak menuai kritik dan mengakibatkan banyak kegaduhan di mana-mana. Jadi, atas pertimbangan bersama, ia dan pihak Kemenpora memutuskan untuk tidak jadi melaksanakan imbauan tersebut.