Penjambretan kini sudah tidak menggunakan cara kasar lagi nih Sahabat Boombastis. Ada banyak modus yang dilakukan si pelaku supaya bisa mengambil barang incarannya. Misalnya saja seperti kasus yang terjadi di Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Si pelaku penjambretan dengan cerdiknya menggunakan modus pura-pura terkena abu rokok.

Untungnya, si pelaku sudah tertangkap oleh pihak kepolisian setempat. Tapi sayangnya masih banyak pelaku jambret lainnya yang masih bebas berkeliaran di luar sana. Bahkan, modusnya pun bermacam-macam seperti di bawah ini.

Bagi pengguna sepeda motor yang suka merokok, waspadalah dengan modus ini

Menjelaskan pada paragraf pembuka tadi kalau modus penjambretan yang paling baru adalah pura-pura terkena abu rokok. Ya, peristiwa yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat itu memang cukup cerdik. Berawal dari si korban yang berinisial TF berboncengan dengan temannya dalam keadaan merokok. Kemudian pelaku berinisal DJ dan RA langsung memepet TF lalu memaksa untuk berhenti karena beralasan abu rokok korban telah melukai matanya.

Modus terkena abu rokok [Sumber Gambar]
Akhirnya si pelaku langsung meminjam ponsel korban dengan alasan untuk meminta pertanggungjawaban pada bosnya. Ketika TF mengeluarkan ponselnya, si pelaku langsung merampas handphone-nya dan kabur begitu saja. Dari kejadian itu, kita bisa mengambil pelajaran kalau sebaiknya tidak merokok pada saat berkendara. Selain asapnya bisa membahayakan pengendara lain, itu juga dapat menjadi sasaran dari para pelaku penjambret.

Jika ada driver ojek online mendekat secara tiba-tiba, kudu lebih hati-hati

Modus kedua yang juga lumayan sering dipakai oleh penjambret yaitu menyamar sebagai driver ojek online. Rina, si korban menceritakan jika itu semua bermula ketika ia dan saudaranya ingin mengambil uang di ATM di Kota Palembang. Nah, belum masuk ke tempat pengambilan uang, pria yang memakai baju pengemudi ojek online tersebut langsung saja menarik tasnya.

Korban jambret dari pengemudi ojek online abal-abal [Sumber Gambar]
Lalu ia kabur bersama temannya yang menyamar menjadi penumpang ojek online. Oleh karena itu, supaya kita tidak mengalami hal yang sama alangkah lebih baiknya jika ingin ke ATM atau bank menggunakan tas ransel saja. Jika tidak punya, tas bisa diselempangkan ke depan agar tidak menarik perhatian dari pelaku kejahatan.

Ada sandal di jalan, jangan nekat untuk melewatinya

Selain dua di atas, modus yang digunakan penjambret adalah dengan memasang ranjau paku. Namun, ranjau paku kali ini berbeda Sahabat Boombastis. Pelaku penjambretan memasang paku tersebut di sandal dan kemudian dibiarkan di jalan. Paku dipasang pada sandal supaya tidak terlihat oleh para pengendara dari jauh. Jika sudah ada korban ban kempes dari paku tersebut, pelaku langsung melancarkan aksinya untuk merampas semua harta benda si pengendara.

Pelaku pembuat sandal ranjau paku [Sumber Gambar]
Modus ini terjadi di Sekupang, Batam dan untungnya para pelaku penjambretan sudah tertangkap lalu dimasukkan ke hotel prodeo. Nah, untuk kejadian satu ini memberikan pelajaran bahwa jika berkendara sebaiknya menghindari melewati benda apapun itu. Ditakutkan benda tersebut adalah ranjau yang bisa membahayakan keselamatan kita.

Hindari percaya dengan orang asing meskipun penampilannya tak mencurigakan

Untuk modus yang satu ini benar-benar mengajarkan kita kalau jangan mudah percaya dengan orang asing. Peristiwa penjambretan ini terjadi di daerah Sumbersari, Jember, Jawa Timur yang modusnya adalah berpura-pura sebagai seorang ulama. Awalnya ada seorang nenek yang berdiri di pinggir jalan dan kemudian dihampiri oleh sebuah mobil hitam. Lalu, pelaku yang berpakaian seperti ulama tersebut mengajak ngobrol nenek tadi.

Akhirnya, si ulama abal-abal itu pun mendorong nenek tersebut sampai jatuh dan merampas perhiasannya. Menurut si pelaku, aksinya tidak dilihat siapapun. Namun itu salah besar karena aksi kejahatannya sudah terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di sekitar tempat kejadian.

Selain di atas, masih banyak modus penjambretan lain yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Kebanyakan, modus ini dilakukan dengan rencana yang matang. Mulai dari drama terkena abu rokok hingga menjadi ulama. Oleh karena itu, ketika ke luar rumah sebisa mungkin untuk melindungi diri dari kejahatan apapun. Misalnya adalah membawa cairan merica untuk menyemprot wajah dari pelaku kejahatan. Kemudian tidak menggunakan perhiasan berlebih dan mengusahakan untuk membawa tas model ransel agar tidak mudah diambil oleh pelaku penjambretan. Terakhir adalah jangan mudah percaya dengan orang asing ya karena kita tidak pernah tahu apa tujuan sebenarnya.