Ojek online yang awalnya aman-aman saja untuk mengantar penumpang ke tempat tujuan, kini malah jadi sumber kejahatan utama di masyarakat. Contohnya saja seperti yang kita dengar akhir-akhir ini kalau ada wanita asal Jakarta dibunuh oleh pengemudi taksi online bersama dengan satu rekannya. Namun, wanita tersebut tidak hanya dibunuh saja lho Sahabat Boom, tapi juga hartanya dikuras dan jasadnya dibuang ke semak-semak.

Melihat kejadian tersebut pasti membuat kita yang mendengarnya jadi ketakutan sendiri. Lha, bagaimana tidak? Rasanya kita jadi ragu untuk memesan jasa ojek online kalau sudah ada kejadian begini. Bicara tentang kejahatan ojek online, ternyata enggak hanya satu ini saja. Ada banyak modus kejahatan yang dilakukan para pengemudi ojek online untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak halal. Mau tahu apa saja? Simak terus ulasannya.

Membawa penumpang tak sesuai rute agar bisa dirampok

Untuk modus yang satu ini sering sekali dilakukan oleh pengemudi ojek online Sahabat Boom. Modusnya adalah membawa penumpangnya ke berbagai tempat, namun tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan. Hal ini dilakukan, supaya para pengemudi jahat itu bisa merampok si penumpangnya tersebut. Biasanya, ia akan berputar-putar ke berbagai tempat terlebih dahulu dengan alasan mencari jalan pintas.

Mengalihkan rute agar bisa rampok penumpang [Sumber Gambar]
Tapi, ternyata pengemudi akan membawa penumpangnya ke tempat jauh dan juga sepi agar kelakuan jahatnya enggak bisa dilihat oleh orang lain. Lalu, ia akan menurunkan penumpang sambil menguras harta bendanya dan kemudian pergi tanpa rasa bersalah. Namun, sayangnya untuk ciri-ciri dari pengemudi seperti ini agak susah untuk dideteksi. Sebab, para sopir ojek online sekarang banyak juga yang tidak memakai atribut perusahaannya. Jadi, untuk kalian yang ingin menghindari ini lebih baik jangan gunakan jasa ojek online pada malam hari. Karena, para pengemudi jahat tersebut biasanya melakukan aksinya di malam hari.

Pura-pura menunggu penumpang, tapi ternyata ingin merampok rumah

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan melihat banyaknya ojek online yang mondar-mandir di dekat rumah. Tapi, untuk saat ini kalian harus waspada dengan adanya ojek online di sekitar rumah. Karena, sekarang ada modus kejahatan baru dari para ojek online. Mereka awalnya berpura-pura menunggu penumpang, tapi nyatanya adalah pengemudi tersebut sedang melihat-lihat rumah manakah yang pantas untuk jadi sasaran perampokan.

Berpura-pura tunggu penumpang, ternyata berniat rampok rumah [Sumber Gambar]
Peristiwa ini sudah banyak terjadi di mana-mana, jadi kita harus waspada dengan ojol-ojol yang bisa berbuat seperti itu kapan saja. Untuk menghindari hal ini, bisa dilakukan dengan satu cara. Jika kalian melihat ada sopir ojek atau taksi online berhenti lama di depan rumah kita atau tetangga, jangan ragu untuk menanyakannya. Dengan begitu, jika ia merasa terganggu, pengemudi tersebut akan pergi dari tempat itu.

Berpura-pura untuk menjemput anak sekolah, tapi ternyata ia ingin menculik

Selain berpura-pura untuk mencari penumpang, ada lagi modus kejahatan para pengemudi ojek online. Modus tersebut adalah dengan berpura-pura jadi suruhan orangtua untuk menjemput anak di sekolah. Ia akan bekerjasama dengan temannya agar rekannya tersebut berpura-pura menjadi orangtua dari anak incarannya.

Sopir ojek online menculik anak [Sumber Gambar]
Sehingga, bagi kalian yang punya saudara atau anak yang masih di bawah belasan tahun wajib sekali untuk selalu waspada. Caranya adalah dengan menitipkan anak kepada guru terlebih dahulu sampai ia dijemput oleh orang yang dikenal. Kemudian, jangan biarkan anak tersebut dijemput oleh ojek online, karena kita tidak mengetahui apakah pengemudi itu punya maksud baik atau tidak. Jadi, dengan cara ini bisa memperkecil terjadinya penculikan terhadap anak atau saudara kita Sahabat Boom.

Tidak mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan lalu meminta tebusan

Saat ini kita sudah tidak perlu repot lagi ingin mengirim barang karena ada jasa ojek online. Namun, seiring berjalannya waktu ada beberapa pengemudi ojek online yang mengambil kesempatan ini untuk berbuat tidak baik. Contohnya saja dengan yang dialami oleh seorang wanita bernama Hally Innayah. Perempuan tersebut menjadi korban pemerasan dari seorang ojek online yang mengantarkan barangnya ke suatu tempat.

Meminta tebusan atas barang yang hendak dikirim [Sumber Gambar]
Kalau barangnya tidak penting, ya tak masalah. Tapi kalau benda yang dikirim Hally adalah STNK dan BPKB mobil ya khawatir tak karuan. Ia tiba-tiba mendapat chat dari pengemudi tersebut kalau dokumennya masih di tangannya dan tidak akan dikirim sampai Hally mentransfer uang kepadanya. Hally yang enggak terima dengan perlakuan ini, akhirnya harus melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib. Ya, peristiwa itu adalah pelajaran bagi kita semua. Kalau kalian ingin mengirimkan barang penting, jangan pernah gunakan jasa ojek online. Sebisa mungkin, kalian harus mengantarkannya sendiri supaya lebih aman.

Itulah beberapa modus kejahatan yang dilakukan oleh si pengemudi ojek online. Sehingga, kita harus tetap waspada jika ingin menggunakan jasa tersebut. Sarannya untuk kalian adalah jangan gunakan ojek online pada malam hari ataupun di waktu yang tidak darurat sama sekali. Lalu, jangan gunakan jasa pengiriman ojek online kalau barang yang dikirim sangatlah penting dan rahasia, supaya tidak disalahgunakan. Dengan begitu, kalian akan terhindar dari yang namanya kejahatan ojek online.