Wacana penggunaan mobil listrik di Indonesia memang belum sepenuhnya berjalan. Namun, hal tersebut tak lantas membuat anak negeri kering inovasi di bidang tersebut. Dilansir dari Oto Detik, siswa SMK NU Maarif Kabupaten Kudus sukses merancang sebuah mobil listrik. Kapasitas mesinnya pun mencapai 15 kilowatt (KW) sampai 30 KW.

Mobil yang dinamai Ev-Green atau kendaraan listrik berbasis hijau tersebut, merupakan hasil karya guru dan siswa SMK jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO). Meski telah terlihat sempurna, toh mobil tersebut masih harus melalui berbagai tahap penyempurnaan. Berikut ulasannya di bawah ini.

Berawal dari keinginan untuk mengurang polusi udara dari kendaraan

Pada awalnya, penciptaan Ev-Green lahir sebagai solusi pembelajaran di sekolah dan mengurangi polusi udara akibat gas buang kendaraan. Oleh sebab itulah, guru dan siswa SMK jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO) SMK NU Maarif Kabupaten Kudus kemudian mencoba merancang sebuah mobil listrik. Ev Green pun berhasil diciptakan.

Mobil listrik yang digunakan untuk pembelajaran para siswa

Mobil listrik yang mendorong inovasi dan kolaborasi siswa dalam sistem pembelajaran STEM [sumber gambar]
Selain berinovasi dalam teknologi baru, pembuatan mobil listrik Ev Green juga merupakan salah satu bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu pelajaran di sekolah. Selain itu, hal tersebut juga memacu agar para siswa berkolaborasi satu sama lain. “Kami mengembangkan mobil listrik ini berdasarkan dari pengembangan pembelajaran yang disebut dengan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), ujar Masrukin, guru sekaligus penanggung jawab jurusan TKRO yang dikutip dari Detik.

Kendaraan bebas polusi yang masih dalam pengembangan

Kendaraan listrik yang masih dalam tahap riset dan pengembangan [sumber gambar]
Meski terlihat seperti kendaraan yang siap pakai, Ev Green ternyata masih butuh pengembangan lebih lanjut. Di mana pihak sekolah juga masih melakukan riset soal kecepatan kendaraan, dan berencana membuat charging agar tenaga kendaraan bisa tahan lama dan awet. Melihat pengembangan yang dilakukan, mobil listrik ini rencananya akan dibuat hingga beberapa unit.

Digunakan untuk kepentingan sekolah dan masyarakat

Sosok mobil listrik Ev-Green karya Siswa dan Guru SMK NU Maarif Kudus [sumber gambar]
Biaya perakitan non-unit yang mencapai Rp 60 juta , pihak sekolah berencana akan menggunakan mobil listrik ciptaannya untuk kepentingan mobilitas internal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat sekitar. Riil atau aktualnya, kami akan membuatnya untuk kepentingan sekolah dan masyarakat. “Kami rencanakan untuk kepentingan mobilitas di sekolah dan bisa juga dibantukan masyarakat sekitar, ujar Masrukhin.

Inovator Indonesia dan kisah penciptaan mobil listriknya

Tuxuci yang sempat dikendarai Dahlan Iskan [sumber gambar]
Teknologi mobil listrik sejatinya bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Boombastis.com pernah mengulasnya dalam artikel “Mengenang Kembali 5 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Kini Tak Terdengar Kabarnya“, yang dulu sempat dibuat oleh lembaga maupun perusahaan. Sayang, inovasi besar tersebut hingga kini tak terdengar lagi kelanjutan ceritanya.

BACA JUGA: V8-VADI, Mobil Listrik Rancangan Adik Vidi Aldiano yang Diminati Militer dan Polri

Inovasi yang dilakukan para siswa SMK di atas, membuktikan bahwa SDM Indonesia sejatinya mampu menciptakan mobil listriknya sendiri. Bahkan pada era-era sebelumnya, ada banyak inovator yang berhasil menciptakan kendaraan serupa, meski kini tak lagi terdengar kabarnya.