Menjadi manajer artis tentu bukan pekerjaan yang mudah. Berurusan dengan klien, media, hingga netizen yang berhubungan dengan artisnya pun merupakan tanggung jawab mereka. Belum lagi jika ada pihak yang bikin mereka kesal hingga melakukan hal-hal ekstrem; menyelakai wartawan misalnya.

Wartawan dan manajer artis tentu sebuah kesatuan yang tak bisa terpisahkan. Namun, terkadang mereka malah “perang dingin” bagai air dan api dengan caranya masing-masing. Wartawan menulis skandal tentang artisnya, manajer artis menyerang mereka ketika akan menggali informasi. Berikut adalah 4 manajer artis yang pernah bersikap kasar terhadap awak media.

Manajer Atiqah Hasiholan membentak awak media di Polda Metro Jaya

Hari ini (24/10), Atiqah Hasihonal memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus sang ibu, Ratna Sarumpaet. Diketahui dari grid.id, Atiqah Hasiholan diperiksa selama kurang lebih 4 jam. Ketika akan keluar lewat pintu utama, para wartawan sudah berkerumun untuk menggali informasi dari istri Rio Dewanto ini.

Manajer Atiqah Hasiholan [sumber gambar]
Namun, Atiqah lebih memilih berlari lewat pintu belakang dan sebisa mungkin menghindari awak media. Ia didampingi oleh sang manajer, Adik Karuniawan, yang lalu membentak awak media untuk tidak mendorong-dorong dirinya dan Atiqah. Salah satu wartawan pun meminta agar Atiqah berhenti berlari agar bisa diwawancara. Adik pun membentak dan berkata “Saya bilang jangan! Jangan!”

Ketahuan menyakiti wartawan wanita, Manajer Via Vallen diprotes

Beberapa bulan lalu, Via Vallen sempat menghebohkan dunia maya gara-gara instagram story-nya. Pedangdut asal Sidoarjo ini curhat bahwa dirinya dilecehkan secara verbal oleh seorang pesepakbola tanah air. Melihat animo masyarakat yang besar, wartawan pun ingin meminta klarifikasi dari Via Vallen sendiri.

Ditemui di Studio Toha, Ciputat, Via Vallen hanya bungkam ketika dikejar-kejar wartawan. Road manajer Via Vallen, Heru, pun berusaha melindungi sang artis hingga menarik wartawan wanita yang terus mengejar artisnya. “Biasa aja, jangan tarik-tarik gitu, itu kan kerjaan gue,” ungkap wartawan tersebut, dikutip dari indosport.com. Pada akhirnya, Via Vallen menemui awak media dan meminta maaf atas apa yang dilakukan road manajernya.

Manajer Verrel Bramasta bikin heboh satu gedung

Ketika video ciuman Verrel Bramasta dan Nadine Waworuntu, anak Ruth Sahanaya, beredar netizen seolah menjadi gila. Banyak yang tak terima, banyak pula yang memandang Verrel sebelah mata. Sebelum akhirnya melakukan klarifikasi bersama ayah dan ibunya, Verrel Bramasta cukup lama dikejar-kejar oleh awak media.

Manajer Verrel Bramasta [sumber gambar]
Termasuk ketika ia selesai syuting di Gedung Anex, Jakarta Selatan. Kala itu, Verrel yang akan meninggalkan gedung dijemput oleh sang asisten, Adi, menggunakan mobil jenis SUV warna putih. Namun, ia berteriak kepada orang-orang yang berada di sekitar Verrel untuk tidak mengambil gambar. Kejadian ini pun bikin heboh satu gedung, dikutip dari hot.detik.com.

Tak hanya wartawan, fans pun kena dorong manajer Wanna One

Selain EXO dan BTS, Wanna One merupakan boy band Korea Selatan yang digemari banyak orang di Indonesia. Beberapa kali Kang Daniel cs juga sudah pernah bertandang ke Indonesia. Beberapa waktu lalu, dunia per-K-Pop-an sempat dihebohkan dengan aksi manajer Wanna One yang mendorong fans di bandara. Terlebih fans tersebut seorang perempuan.

Manajer Wanna One [sumber gambar]
Banyak fans yang akhirnya marah dengan perlakuan kasar manajer Wanna One. Namun, hingga sekarang belum diketahui bagaimana nasib manajer tersebut. Sebab, salah satu sumber menyatakan bahwa manajer Wanna One tersebut sudah ditindak tegas. Namun, ada pula fans yang berkata perempuan tersebut pantas diberi perlakuan seperti itu karena ia terus membuntuti Kang Daniel seperti fans sasaeng.

Sungguh berat memang kerja manajer artis, tetapi seperti yang diungkapkan oleh Jenny, manajer Titi DJ “kalau bukan passion, ya susah (untuk menghadapi hal-hal yang membuat mereka stress),” dikutip dari tirto.id. Semoga saja kejadian “perang” antar manajer dan wartawan ini tak kembali terulang, ya.