Kurs Dollar Naik, Jenis-jenis Usaha Ini Meraup Banyak Untung

oleh Centralismo
09:21 AM on Feb 24, 2015

Pebisnis di Indonesia memang selalu dibuat “jantungan” dengan naik-turunnya harga dolar. Jika harga dolar melambung dan melemahkan nilai rupiah, maka modal usaha harus naik, demikian juga dengan harga bahan baku dan suku bunga kredit perbankan. Ketika harga dolar naik, mayoritas barang ekspor dan barang-barang elektronik akan mengalami kenaikan sebesar sekitar 20 persen.

Namun, diantara beberapa pebisnis yang khawatir dengan kenaikan harga dolar,┬ájenis usaha berikut malah bisa “panen” dari kenaikan tersebut. Mereka biasanya akan digaji berdasarkan dolar, sementara pengeluaran hidup mereka masih dalam rupiah. Hmm, usaha apa saja yang mengalami untung besar ketika dolar naik?

Baca Juga
Mengenal Port Moresby, Kota ‘Paling Berbahaya’ yang Bertetangga Dengan Indonesia
Tajir tapi Dermawan, 5 Negara Ini Jadi Sasaran Bill Gates ‘Hambur-hamburkan’ Uangnya

1. Usaha Website dengan Adsense

Adsense adalah program kerjasama iklan lewat media internet yang diprakarsai oleh Google. Lewat program ini, web atau blog akan mendaftar dan disetujui keanggotaannya. Jika keanggotaannya sudah sah, maka pemilik website akan mendapat keuntungan untuk setiap iklan yang diklik pengunjung situs. Sistem ini biasanya dikenal dengan sistem pay per click (ppc).

Meraup dolar dari adsense
Meraup dolar dari adsense

Jumlah uang akan ditentukan oleh publisher apabila ada Ad Unit yang di klik. Nilai satu klik ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk performa dan kualitas website. Untuk setiap klik iklan, Google akan memberikan bagian imbalan dalam satuan dolar. Tentu ini akan sangat menguntungkan bagi pemilik situs.

2. Perusahaan Ekspor-Impor

Kenaikan harga dolar dengan mempengaruhi usaha ekspor-impor, terutama barang-barang elektronik. Jenis usaha ini tidak berdampak negatif karena mereka tidak membeli bahan baku dari luar negeri melainkan sudah membeli barang jadi. Sering sekali, meskipun harga dolar melambung naik, penjualan barang-barang elektronik tidak lesu dan berjalan seperti biasanya.

Usaha Ekspor-Impor
Usaha Ekspor-Impor

Hal itu disebabkan karena sifat orang Indonesia yang cukup konsumtif, sehingga meskipun harga barang elektronik naik, mereka tidak merasa bermasalah untuk membelinya. Kita lihat, meski di tengah resesi global, pameran produk elektronik selalu diserbu oleh orang Indonesia. Ini mengakibatkan para pengusaha elektronik impor mendapat untung besar.

3. Freelancer dengan Gaji Dollar

Seorang freelancer biasanya bekerja dari rumah, dimana jadwal kerjanya bergantung pada jumlah proyek yang sedang digarap. Selain waktu yang fleksibel dan tidak perlu repot-repot ke kantor, keuntungan bekerja freelance adalah kebanyakan dari profesi ini dibayar dengan hitungan dolar, karena biasanya berhubungan dengan proyek penerjemahan atau tulisan yang berhubungan dengan dunia internasional.

Freelancer
Freelancer

Meski penghasilan per bulannya tidak bisa diestimasi, namun pekerja freelance adalah salah satu profesi yang melonjak girang jika harga dolar melambung. Bayaran seorang freelancer di bidang penerjemahan, misalnya, bisa mencapai 400-500 dolar per bulannya. Dan itu bisa menjadi naik berkali-kali lipat jika harga dolar sedang melambung.

Demikianlah beberapa usaha mengalami musim “panen” setiap kali harga dolar melambung. Meski jika harga dolar melemah usaha mereka ikut lesu, namun para pelaku bisnis di bidang-bidang tersebut bisa menutupinya jika harga dolar sedang naik. Maka tidak heran jika pengusaha lain mengeluhkan kenaikan dolar, para pengusaha di atas justru bersorak gembira.

4. Pengrajin

Siapa bilang bekerja di bidang seni tidaklah menghasilkan? Lihatlah para pengrajin mulai dari batu mulia, perhiasan, hingga kayu dan banyak hal kreatif lainnya. Banyak dari hasil karya mereka dijual ke luar negeri via online dan dibayar dengan kurs dollar lho.

kerajinan tangan
kerajinan tangan

Bisa dibayangkan bukan berapa banyak laba mereka jika kurs dollar melambung tinggi? Namun, perlu kita ingat semua pekerjaan dan usaha memiliki poin positif dan negatifnya masing-masing. Untung-rugi adalah masalah manajemen dan timing yang tepat. Dan yang paling penting dalam sebuah usaha adalah kerja keras dan konsistensi. (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada 7 Fenomena ‘Salah Kostum’ Jokowi Ini Sukses Bikin Netizen Bertanya-tanya 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya 6 Musisi Indonesia Ini Punya Permintaan Aneh Sebelum Manggung, Ada yang Minta Aqua Galon Buat Mandi Loh 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan 7 Sisi Gelap Negara Thailand yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mengunjunginya! Pakai Narkoba Hingga Selingkuh, Ini 4 Kelakuan Istri Pejabat yang Bikin Ngelus Dada 5 Ramalan Menakutkan Nostradamus Tentang Tahun 2018, Siap-siap Dibikin Merinding! Miris! 7 Wanita Cantik Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, No. 2 Masih Jadi Misteri 5 Sisi Gelap Dunia Pramugari yang Akan Menyadarkanmu Kalau Dunia Penerbangan juga Penuh Godaan Mengintip Koleksi Syeikh Rainbow, Orang Kaya Timur Tengah yang Punya Ratusan Mobil Raksasa Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara Lingon, Suku Primitif Berfisik Eropa yang Hanya Ada di Indonesia
BACA JUGA