Selain berkiprah di bidang Politik, sosok jusuf Kalla sejatinya lebih dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Makkasar. Hal ini dimulai dari kerja keras Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla yang memulainya dari sebuah perusahaan tekstil di Kota Watampone, Sulawesi Selatan. Dilansir dari kallagroup.co.id, bisnis yang mereka rintis kemudian berkembang hingga merambah ke wilayah Makkasar. Kesuksesan ini dilanjutkan dengan pendirian NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company.

Jusuf Kalla pun akhirnya diserahi tugas untuk melanjutkan bisnis keluarga tersebut. Di tangannya, NV Hadji Kalla mulai mengembangkan sayap bisnisnya di berbagi sektor. Selain perdagangan dan logistik, perusahaan keluarga itu juga menekuni usaha otomotif sebagai importir mobil merek Toyota. Sejak saat itulah, Jusuf Kalla pun mulai dikenal sebagai salah satu pebisnis ulung di Indonesia.

Bisnis otomotif menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan

Setelah berhasil menjadi importir mobil Jepang di Indonesia, NV Hadji Kalla mulai melirik bisnis mesin traktor pertanian yang bertindak sebagai agen resmi di Indonesia. Pada 1980, Jusuf Kalla mulai serius menekuni bisnis otomotif dengan mendirikan PT Makassar Raya Motor yang menjadi dealer bagi merk mobil Daihatsu dan dealer truk Nissan Diesel.

Jusuf Kalla bersama kedua orang tua yang mendirikan NV Hadji Kalla [sumber gambar]
Dengan berkembangnya industri otomotif nasional, PT Makassar Raya Motor pun ikut menjual mobil Timor buatan lokal Indonesia yang kini berubah menjadi KIA Shepia danChrysler.

Masuk ke dalam bisnis infrastruktur dan properti

Pada era 1990-an, Perusahaan dengan cepat merambah ke sektor pembangunan infrastrukur. Maka, berdirilah PT Bumi Sarana Utama yang fokus terhadap penjualan aspal curah. Di sektor properti, usaha yang kini dikenal sebagai Kalla Group tersebut mendirikan PT Baruga Asrinusa Development.

Ilustrasi bisnis properti [sumber gambar]
Perusahaan itu mengembangkan berbagai kawasan perumahan elit dengan berbagai fasilitas seperti perkantoran, tempat rekreasi, sarana pendidikan, dan sarana keagamaan. Dilansir dari forbes.com, Jusuf Kalla masuk daftar sebagai 40 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah aset $185 juta di peringkat ke-29 (data 2018).

Audit hartanya saat pencalonan Wapres pada 2014 silam

Dilansir dari finance.detik.com, Jusuf Kalla mengumumkan harta kekayaanya di Komisi Pemilihan Umum dan dihitung pada tanggal 19 Mei 2014. Dengan total kekayaan mencapai Rp 465.610.495.057, sumber uang tersebut terdiri dari harta tidak bergerak sebanyak 51 bidang dengan nilai Rp 121.817.192.000,harta bergerak 4 unit dengan nilai Rp 525 juta dan Rp 538.300.000.

Jusuf Kalla menjadi Wapres terkaya di Indonesia [sumber gambar]
Selain itu, Pengusaha dan politisi yang akrab disapa JK tersebut, memiliki surat berharga senilai Rp 334.803.839.290 dan $ 357.751, plus Giro senilai Rp 6.945.423.767 dan US$ 700.613. Luar biasa ya Sahabat Boombastis.

Sukses menjadi wakil presiden sebanyak 2 kali

Sukses menjadi seorang pengusaha, Jusuf Kalla pun mencoba berkiprah di dunia politik. Ia pun akhirnya berhasil menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009. Sosok kelahiran Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 itu, merupakan lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin, Makassar tahun 1967 dan The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis pada 1977.

Jusuf Kalla sukes menjabat Wapres sebanyak 2 kali [sumber gambar]
Berbekal prestasinya sebagai Ketua Umum Golkar, ia sukses menjadi Wakil Presiden bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009) dan mendampingi Joko Widodo (2014-2019).

Prestasi Jusuf Kalla di bidang politik

Dilansir dari tribunews.com, Jusuf Kalla banyak memberikan sumbangsihnya selama menjabat sebagai tokoh politik. Seperti menjadi juru damai pada kerusuhan Ambon dan konflik di Poso, Sulawesi Tengah (2002), yang ditandai dengan perjanjian Malino I dan II.

Jusuf Kalla memiliki sejumlah prestasi di bidang politik [sumber gambar]
Saat itu, dirinya menjabat sebagai Menko Kesra RI dalam Kabinet Gotong Royong. Selain itu, JK juga sukses menjalankan program konversi minyak tanah ke gas di era kepemimpinan SBY. Di bidang pendidikan, Jusuf Kalla juga berhasil membuat program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP.

Tak hanya sukses di bidang perniagaan, Jusuf Kalla juga membuktikan dirinya berhasil berkiprah di panggung politik Indonesia. Rahasianya? Dilansir dari tribunnews.com, Jusuf Kalla ternyata rajin bersedekah dan tak segan untuk praktik langsung di lapangan. Sebuah cara sederhana yang patut kita tiru dalam menjalani kehidupan. Hebat ya Sahabat Boombastis!