Sosok Muhammad Mursi yang merupakan Presiden pertama Mesir lewat pemilihan secara demokratis, dikabarkan telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dilansir dari tirto.id, pemimpin ke-5 dari negeri Piramid itu sempat pingsan saat mengikuti persidangan sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Saat itu, ia diadili atas tuduhan aksi spionase.

Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran 8 Agustus 1951, di provinsi Sharqiya, dari keluarga sederhana tersebut, sempat bekerja untuk badan antariksa Amerika Serikat (NASA) sebagai seorang insinyur teknik. Setelah beralih dari dunia akademis ke politik, nama Mursi semakin dikenal karena keaktifannya sebagai anggota Ikhwanul Muslimin. Di sinilah perjalanannya di dunia pemerintahan Mesir dimulai.

Sosok cerdas yang merupakan lulusan universitas luar negeri

Mursi dikenal sebagai politikus yang memiliki keahlian di bidang teknik [sumber gambar]
Berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana, Morsi muda merupakan sosok yang cerdas di bidang akademis. Putra dari ayah yang seorang petani ini sukses meriah gelar sarjana dan magister di bidang teknik dari Universitas Kairo masing-masing pada tahun 1975 dan 1978. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan bidang teknik dari University of Southern California, Amerika Serikat pada 1982 dan berhasil meraih titel PhD. Pendek kata, Mursi sangat menguasai di bidang teknik.

Sempat bekerja untuk NASA dan mengajar bidang teknik di Mesir

Ilustrasi laboratorium roket NASA [sumber gambar]
Penguasaan bidang teknik yang mumpuni, ditambah latar belakangnya yang merupakan lulusan AS, membuatnya diterima bekerja di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA). Dilansir dari tirto.id, ia dipercaya menangani pengembangan mesin untuk program pesawat ulang-alik yang tengah dikembangkan. Namun pada 1985, ia memilih pulang kembali ke Mesir dan menjadi profesor teknik di Universitas Zagazig hingga tahun 2010.

Menjadi anggota Ikhwanul Muslimin dan aktif di dunia perpolitikan

Aktif di dunia perpolitikan Mesir [sumber gambar]
Morsi yang juga merupakan anggota Kantor Bimbingan Ikhwanul Muslimin, sempat mendirikan partai sendiri pasca runtuhnya kekuasaan Hosni Mubarak pada 2011 silam. Di sinilah ia memulai petualangannya di dunia politik. Tentu saja, jalannya tak selalu mulus. Tercatat, Mursi pernah pernah ditangkap pada 2006 dan dipenjara selama tujuh bulan setelah, terkait keterlibatannya dalam protes yang menyerukan pembentukan pengadilan independen di Mesir. Pada 2011, ia juga ditahan karena menyerukan protes yang memaksa Mubarak mundur dari kursi kepresidenan.

Terpilih menjadi Presiden ke-5 Mesir secara demokratis dan dikudeta oleh militer

Masyarakat Mesir membawa gambar Muhammad Mursi [sumber gambar]
Pada tahun 2012, Mursi pun akhirnya mundur dari jabatannya sebagai presiden Ikhwanul Muslimin setelah terpilih sebagai pemenang pemilu dengan hasil suara sebanyak 51,73%. Alhasil, hal ini membuatnya naik menjadi Presiden ke-5 Mesir sekaligus pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis lewat suara rakyat. Sayang, Mursi akhirnya dilengserkan dari jabatannya oleh Angkatan Bersenjata Mesir setelah pecah demonstrasi pada 30 juni 2013.

BACA JUGA: Kisah Orang-orang Nazi Jerman yang Ternyata Pernah Melakukan Kudeta di Wilayah RI

Memilih jalan hidup sebagai seorang politikus memang tidaklah mudah. Hal inilah yang dialami oleh seorang Muhammad Mursi, di mana dirinya kerap menerima teror hingga keluar masuk penjara karena ulah lawan politiknya. Hingga puncaknya saat digulingkan dari kekuasaan sebagai presiden, Mesir patut berbangga pada dirinya karena memiliki sosok cerdas yang dipercaya untuk membangun mesin bagi instansi sekelas NASA.