in

4 Preman Ini Kembali ke Jalan Benar Meski Berpenampilan Sangar, Ada yang Dakwah di Jalanan

Don’t judge the books by its cover. Meski merupakan peribahasa lama, kata-kata ini kadang ada benarnya juga. Kita tak selalu bisa melihat dan menebak keseluruhan pribadi seseorang hanya melihat tampilan luar, atau mungkin satu dua kali pertemuan. Seperti orang-orang yang akan Boombastis.com bahas berikut ini.

Dari luar kelihatannya mungkin memang sangar dan menakutkan, tapi jangan salah, mereka punya hati Heloo Kitty loh. Ya, penampilan yang terkesan awut-awutan ini wajar sih, mengingat dulunya mereka adalah preman. Tetapi, hidayah yang menuntun mereka ke jalan yang benar akhirnya membuat para penguasa jalanan ini putar haluan ke mimbar dakwah. Inilah mereka.

Roni Bodax, sang pendakwah bagi anak jalanan

Jika ustaz pada umumnya berdakwah di masjid dan majelis taklim, maka tidak dengan Roni. Pria kelahiran tahun 1996 ini turun dan mendekati anak jalanan. Bukan tanpa alasan sih, karena ia dulunya juga merupakan bagian dari jalanan. Ia pernah melakukan segala kenakalan preman jalanan pada masanya. Putus sekolah, minum minuman keras, bertato di seluruh badan, serta melakukan hal negative lain.

Puncaknya, titik balik hidup Roni terjadi saat ayahnya meninggal pada 2015. Atas permintaan ibunya dan hidayah yang datang ketika itu, ia mulai mendekat kembali kepada Allah, belajar mengaji dan beribadah. Alhasil, walau dengan tampilan tubuh penuh tato, Roni sekarang terus berdakwah untuk anak jalanan.

Preman pasar yang dakwah hingga Timur Tengah

Namanya Abdurrahman, orang-orang sering memanggilnya dengan sapaan akrab Amang. Pria asal Banjarmasin ini adalah preman penguasa pasar di tahun 1990-1999. Yang Namanya preman pasti tak jauh-jauh dari dunia hitam bukan? Benar. Amang pernah dibenci oleh orang satu kampung karena perilaku buruknya. Ia akhirnya harus mendekam di penjara karena perbuatan melanggar hukum yang ia lakukan.

Amang pernah masuk penjara [sumber gambar]
Bebas pada tahun 2002, ia berniat untuk kembali menemui teman-temannya di pasar. Di sinilah hidayah datang, ia dihampiri oleh teman yang sedang mabuk dan diajak ke suatu tempat –yang tak lain adalah masjid. Si teman mabuk ini dengan lugu mengatakan bahwa ia ingin salat. Sejak saat itu, Amang bertekad untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengubah segala perilaku buruknya. Setelah bertaubat, ia pun berkesempatan berdakwah hingga mancanegara, dari India hingga Mekka Al-Mukarromah. Subhanallah!!

Dulu mahir merampok, sekarang mahir mengaji

Orang yang tidak pernah mengetahui masa lalu Andi dan Galih pastilah mengatakan bahwa mereka pemuda baik-baik. Tapi, siapa sangka di balik baju koko dan peci, hampir seluruh tubuh mereka dipenuhi tato, bukti bahwa dulunya mereka pernah berkecimpung di dunia preman. Dua pemuda asal Sragen ini kurang lebih punya masa lalu yang sama-sama kelam. Andi dulunya adalah perampok ulung yang punya kebiasaan mabuk, main judi dan menggunakan narkoba.

Andi dan Galih [sumber gambar]

Sedangkan Galih, bandar narkoba dan perampok yang berulang kali tertangkap. Merasa bersalah karena terus melakukan perbuatan yang terlarang, baik Andi maupun Galih akhirnya berniat untuk belajar agama kepada ustaz yang ada di lingkungan di mana ia tinggal. Dan di sinilah mereka sekarang, dua orang pemuda yang mahir mengaji.

Gembong penjahat tersadar karena anaknya

Kisah terakhir datang dari seorang penjahat bernama Subarno. Cerita tentang hidupnya ini diceritakan oleh Fredy Suranto di laman facebooknya. Ia mengatakan bahwa Pak Subarno dulu merupakan gembong penjahat, ia sering keluar masuk penjara –termasuk pernah merasakan dinginnya lantai Nusakambangan. Namun, hidayah ternyata datang dari anaknya sendiri.

Subarno [sumber gambar]
Saat si anak hendak melaksanakan manasik haji di sekolah, ia mengambil celengan plastik dan dibuka di hadapan Subarno. Saat ditanya untuk apa uang receh tersebut, dengan lugu si anak menjawab bahwa ia ingin bapaknya pergi ke Makkah dengannya. Omongan anak kecil yang masih belum mengerti inilah yang akhirnya membuat Subarno sadar dan memilih untuk kembali ke jalan yang benar.

BACA JUGA: Bertato di Seluruh Bagian Tubuh, Ini Lho Roni Bodax si Pendakwah Jalanan

Hidayah memang bisa datang kapan saja dan dari mana saja. 4 orang di atas adalah mereka yang punya masa lalu kelam, tetapi memilih untuk mengubahnya dan tetap di jalan yang mereka yakini benar. Penampilan fisik mungkin boleh sangar dan penuh tato, tetapi hati mereka mungkin lebih dekat dengan Allah. Toh, sang Maha Kuasa juga Maha Pemaaf dan pengampun.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Dimaukom, Masjid Berwarna Pink di Filipina yang Merupakan Lambang Cinta dan Harmoni

Level Tajir Sandra Dewi: Sewa 1 Gedung Bioskop untuk Nonton Disney Aladdin