Bagi yang berkecukupan, menyisihkan sebagian rezeki kepada sesama adalah sikap yang luar biasa. Namun, mereka yang mau berbagi meski dirinya dalam kondisi pas-pasan tentu lebih luar biasa lagi. Tak banyak manusia yang bisa menjalani hal semacam ini. Namun tidak untuk sosok bernama Mbah Gayeng.

Sehari-hari bekerja sebagai penjual balon yang dijajakan keliling, dirinya masih menyempatkan diri untuk memberi makan pada anak-anak jalanan. Padahal, hasil penjualan yang didapatnya tak seberapa bahkan pas-pasan. Seperti apa kisahnya, simak ulasan Boombastis yang dikutip dari Kitabisa.com berikut ini.

Tetap gigih berjualan meski alami disabilitas

Mbah Gayeng gigih berjualan balon berkeliling [sumber gambar]
Keterbatasan fisik yang dialami oleh Mbah Gayeng bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk mencari nafkah dengan cara yang halal. Dengan menggunakan tongkat, dirinya menyusuri jalan menjajakan balon warna-warni hingga sampai di pasar dan lapangan Kotagede, Yogyakarta. Di sanalah dirinya berjualan menanti pembeli membeli balon dagangannya.

Memberi makanan pada seorang anak penjual kerupuk

Mbah Gayeng saat berjualan dan memberi makan pada anak jalanan [sumber gambar]
Saat tengah berjualan, Mbah Gayeng pernah memberi makanan pada seorang penjual kerupuk yang masih anak-anak. Saat itu, ia melihat dagangan yang dibawanya tidak laku sambil duduk termenung di trotoar. Mbah Gayeng pun berinisiatif dengan membeli dua nasi bungkus dan mengajak sang anak makan bersama.

Kerap memberikan makan pada anak jalanan meski penghasilan minim

Mbah Gayeng rutin memberikan makanan pada anak jalanan [sumber gambar]
Sejak peristiwa pertemuannya dengan penjual kerupuk pada saat itu, Mbah Gayeng pun kerap menyisihkan penghasilannya untuk memberi makan pada anak-anak jalanan yang ditemuinya. Hal tersebut dilakukannya dengan ikhlas meski penghasilan yang diperolehnya tergolong minim.

Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara

Mbah Gayeng di kediamannya yang sederhana [sumber gambar]
Dilansir dari kitabisa.com (19/08/2020), Mbah Gayeng diketahui tinggal seorang diri tanpa ada sanak saudara di sepetak rumah kecil di sudut Kota Yogyakarta. Di tempat sederhana itulah, ia menyiapkan balon-balon yang akan dijual keesokan harinya, sekaligus tempatnya beristirahat melepas lelah.

Sosok yang senantiasa bersyukur pada kondisi apa pun

Tetap bersyukur dalam kondisi apa pun [sumber gambar]
Meski mengalami keterbatasan secara fisik dan hidup pas-pasan, Mbah Gayeng tetap mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan kepada dirinya. “Kalau nggak laku ya memang belum rezeki. Sudah ada Gusti Allah yang ngatur rezeki masing-masing” ucap Mbah Gayeng seperti dikutip dari kitabisa.com (19/08/2020).

BACA JUGA: Berjualan Balon Sambil Merangkak, Begini Perjuangan Hebat Pak Setu yang Bikin Netizen Salut

Apa yang dilakukan oleh sosok Mbah Gayeng di atas, merupakan sebuah definisi ‘kaya’ yang sesungguhnya. Meski dalam kondisi pas-pasan, Mbah Gayeng tergerak untuk membantu sesama dan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Sebuah teladan yang sangat luar biasa untuk kita semua. Hebat ya Sahabat Boombastis.