Merintis karir dari bawah hingga menapaki tangga kesuksesan, merupakan sebuah kebangga tersendri bagi mereka yang melakukannya. Meski berdarah-darah di awal, hasil manis pasti akan diraih pada akhirnya. Namun, kesuksesan hanya datang pada mereka yang benar-benar berusaha dengan gigih. Seperti kisah pedangdut Siti Badriah.

Perempuan kelahiran 11 November 1991 itu, paham betul dengan apa yang dirasakannya saat awal-awal merintis karir sebagai penyanyi dangdut. Saat itu, Siti Badriah yang akrab disapa Sibad kerap manggung keluar masuk kampung bersama orkes musik keliling. Ia menjalani hal tersebut selama 12 tahun bersama dengan ayah dan kakak-kakaknya.

mulai bernyanyi sejak SD [sumber gambar]
Acara pertama yang diikutinya adalah sebuah hajatan kampung. Di mana Sibad saat itu masih duduk di bangku kelas dua SD. Menginjak kelas lima, Sibad merasakan bayaran pertamanya sebagai penyanyi. Saat itu, honor yang diterimanya sebesar Rp 25 ribu yang kemudian secara perlahan naik menjadi Rp 50 ribu.

Nyanyi dari panggung ke panggung [sumber gambar]
Sejak duduk kelas 2 SD saya sudah hidup di atas panggung, tapi waktu itu saya masih kecil dan tidak tahu apa-apa meski sudah berani menyanyi di hadapan orang banyak,” ujar Siti yang dilansir dari wowkeren.com

Bahkan saya sudah keliling dan nyanyi bareng dengan sejumlah penyanyi ternama.” tambahnya.

Suaranya khasnya yang ditunjang dengan paras aduhai, membuat nama Sibad mulai dikenal. Sayangnya, di tengah-tengah merintis karir sebagai penyanyi, sebuah cobaan pahit datang menghampiri dirinya. Saat itu, datang sesorang yang menjanjikannya untuk rekaman.

Ditipu mentah-mentah [sumber gambar]
Namun dengan syarat, dirinya diharuskan menyetro sejumlah uang sebagai tanda jadi. Alih-alih masuk dapur rekaman, Sibad ternyata ditipu mentah-mentah. Uang yang terlanjur diberikan pun raib entah kemana. Panik, bingung, dan putus asa, sempat dirasakan oleh Sibad dan keluarganya. Ia pun akhirnya bisa termenung pasrah.

Hanya makan nasi dengan garam [sumber gambar]
Siti ngalamin ditipu orang. Jadi ada yang janjiin bisa bikin lagu dan album buat Siti. Ya akhirnya jual kebun, sawahnya sekitar Rp 50 juta. Rekaman benar, tapi nggak ada hasilnya” ujarnya yang dilansir dari hot.detik.com.

Akibatnya pun fatal. Sibad dan keluarganya pun mengalami guncangan ekonomi yang begitu hebat hingga sang ayah jatuh sakit. Seluruh kerabat dan dirinya pun sampai harus makan dengan nasi dan garam untuk mengganjal perut.

Ya udah abis semua, sempat makan nasi sama garam doang. Terus bapak juga kena stroke kecil” kisahnya.

Tuhan memang Maha Adil pada Sibad. Setelah terkena kasus penipuan, ia akhirnya bertemu dengan seorang produser sekaligus pencipta lagu yang bernama Endang Raes. Suara Siti yang kental dengan genre musik dangdut house membuatnya tertarik untuk membuatkannya sebuah lagu. Berbekal single “Melanggar Hukum”, titik terang mulai menghampiri Sibad.

Namanya melambung berkat lagu syantik [sumber gambar]
Tak cukup sampai di situ, Sibad kembali menggebrak belantika musik dengan meluncurkan yang berjudul “Bara Bere” pada 2013. ingle ini lagi-lagi sukses di pasaran dan menjadikannya penyanyi dangdut yang cukup diperhitungkan di jagat musik Tanah Air. Bahkan sekali manggung Siti mendapat bayaran Rp 40 hingga 60 juta.

Terbukti, pengalaman pahit Siti Badriah di masa lalu, menjadi cambuk bagi dirinya untuk bangkit kembali. Cukuplah masa lalu menjadi pelajaran berharga. Sebagai bekal untuk membentuk masa depan yang lebih sukses dari sebelumnya.