Tak semua anak di dunia ini beruntung dengan merasakan nikmatnya hidup berkecukupan. Terlebih mereka yang datang dari latar belakang keuluarga yatim piatu. Hal inilah yang terekam dalam sebuah kegiatan yang dilakukan oleh Salah satu yayasan sosial di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yakni Majelis Anak Indonesia (MAI).

Dilansir dari regional.kompas.com, organisasi tersebut tengah mengadakan kegiatan ” Belanja Baju Lebaran bersama Anak Yatim”. Karena anak-anak tersebut belum pernah ada yang menginjakkan kakinya di pusat perbelanjaan modern, tingkah polos pun mengundang keharuan sekaligus pelajaran hidup yang bisa kita petik hikmahnya.

Gugup hingga keheranan saat pertama kali masuk Mall

Keheranan saat pertama kali masuk ke dalam mall [sumber gambar]
Karena sebagian besar anak-anak yang berjumlah 110 orang itu belum pernah masuk ke dalam gedung besar seperti mall, ada saja tingkah mereka yang membuat perasaan kita campur aduk. “Ada yang baru tahu rasanya AC, baju di mal saja dipegang karena berbahan halus. Ada juga yang heran melihat patung manekin sampai diraba karena penasaran,” ujar Fitri yang merupakan salah satu relawan MAI. Salah satu anak bahkan ada yang muntah karena gugup saat masuk ke dalam gedung.

Merasa ‘asing’ dan ketakutan saat disuruh berbelanja

Salah seorang anak dibantu karyawati, sementara lainnya saling melihat barang belanjaan [sumber gambar]
Tak hanya merasa gugup, salah satu anak juga diketahui ada yang takut saat menaiki eskalator. Saking khawatirnya, ia berpegangan erat dengan relawan MAI yang menemani saat naik tangga berjalan tersebut. Dilansir dari regional.kompas.com, anak-anak ini juga terlihat kaku, takut, dan bingung dengan barang yang akan dipilihnya. Saat itu, setiap anak diberi jatah Rp 500.000 untuk belanja barang yang disukai. Oleh karenanya, beberapa karyawati turut membantu relawan untuk menemani mereka.

Tingkah polos mereka mengundang haru dari salah seorang karyawati

Tingkah polos mereka membuat salah seorang karyawan menitikkan air mata [sumber gambar]
Pemandangan yang tergolong tak biasa tersebut, bahkan mengundang rasa haru bagi mereka yang melihatnya. Di tengah antusiasnya anak-anak tersebut memilih barang yang disukai, beberapa karyawati terlihat menangis karena terharu melihat kegembiraan mereka. Terutama saat memilih sepatu dan baju untuk kebutuhan Lebaran. Meski dijatah, ternyata anak-anak tersebut tak menghabiskan seluruh uang yang mereka terima.

Anak-anak yatim yang tak memikirkan diri mereka sendiri

Saling berbagi dan tidak memikirkan diri sendiri [sumber gambar]
Salah satu momen yang bikin hati terenyuh adalah, saat mereka memilih menyisihkan jatah uang yang dimilikinya untuk orang lain. Ya, mereka tak memikirkan kebutuhan dirinya sendiri dan lebih menyimpannya agar bisa dibagikan. Laman regional.kompas.com menuliskan, ada yang minta beli bajunya lebih dari satu agar bisa diberikan pada temannya di kampung, hingga disisihkan untuk ibu mereka di rumah.

BACA JUGA: Kisah Yatim Piatu Empat Bersaudara Yang Hidup Merana

Kita yang selama ini sering terlena dan kerap merasa kekurangan dalam hidup, terkadang lupa bahwa masih ada mereka yang jauh lebih susah. Seperti anak-anak yatim di atas, mereka bahkan tak memikirkan dirinya sendiri meski pada saat itu diberi jatah untuk berbelanja kebutuhan pribadinya. Semoga kita bisa mengambil hikmah yang ada ya Sahabat Boombastis.