Harta, Takhta, Wanita. Tiga hal tersebut dikenal bisa membuat seseorang gelap mata dan melakukan hal-hal ajaib di luar dugaan. Tak heran bukan saat ingin mendapatkan harta seseorang rela memberi tumbal, menjatuhkan orang lain untuk naik jabatan, serta berselingkuh atau membunuh pasangan sendiri demi wanita lain.

Nah, yang akan kita bahas dan fokuskan di sini adalah mereka yang berkecimpung di dunia politik. Ada banyak sekali orang yang berjuang untuk mendapatkan jabatan, dan mereka kadang rela melakukan segala hal. Sayangnya, ambisi yang membuncah dan kegagalan membuat banyak yang stress –bahkan sampai masuk rumah sakit jiwa. Seperti empat orang caleg berikut ini.

Stress dan telanjang di jalanan

Ilustrasi orang gila yang telanjang [Sumber gambar]
Kejadian ini terjadi di Bogor usai pemilu tahun 2014. Seorang pria yang mengaku gagal pileg tiba-tiba melepas satu per satu pakaian yang ia kenakan hingga menyisakan celana dalaman saja. Diketahui, Pria bernama Agus Muslim ini sempat membuat takut warga Jalan Raya Karadenan Sukahati. Di jalanan ia berguling-guling dan menyebut dirinya bodoh karena gagal impiannya sebagai anggota dewan. Agus juga mengaku sudah rugi banyak dalam kampanye. Singkat cerita, dirinya kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Bogor sebelum akhirnya dikirim ke RS Marzoeki Mahdi. Anehnya, ketua fraksi DPRD Kabupaten Bogor dari partai yang diakui Agus mengelak, bahwa tak ada caleg gagal yang bernama Agus. Ia mengatakan bahwa boleh jadi, Agus hanyalah orang gila yang mengada-ada.

Ambil kembali sumbangan yang pernah diberikan kepada sekolah

Sumbangan kursi caleg [Sumber gambar]
Sudah merupakan kebiasaan bahwa caleg yang akan maju ke medan pemilihan biasanya berkampanye dan menarik hati warga dengan janji dan sumbangan. Hal ini pula-lah yang dilakukan oleh  seorang caleg dengan inisial AH yang berasal dari Dapil I kabupaten Sumbawa. Dirinya memberikan bantuan berupa 100 buah kursi plastik dan 25 sak semen ke sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTS) di kecamatan Labangka. Sayang seribu sayang, saat para siswa sudah senang menerima bantuan, AH malah menelan kegagalan. Tanpa malu, dirinya menarik kembali bantuan yang sudah ia berikan dan menjualnya sebagai upaya menutupi dana ketika kampanye. Hadehh, cape deh.

Cabut tiang listrik yang sudah dibangun

Robohkan tiang listrik [Sumber gambar]
Pemasangan listrik dan perbaikan jalan adalah janji paling manis yang sering keluar dari mulut para calon legislatif yang akan maju pemilu. Jika kejadian sebelumnya, menarik kembali sumbangan kursi dan semen, maka tak ada beda dengan caleg yang satu ini. Saat sedang gencarnya kampanye, seorang caleg inisial A dari Dapil I Dumai Timur, Riau, memilih untuk mendapatkan hati warga dengan memberikan mereka supply listrik. Singkat cerita dibangunlah tiang listrik di sana. Namun, saat si A kalah dalam pemilihan, ia langsung mencabut tiang listrik tersebut. Yaampun, segitunya ya, Sahabat.

Kegiatan senam di atas sajadah

Nah, kali ini bukan ulah karena gagal saat pileg, melainkan perihal senam di atas sajadah yang dinilai kurang sopan oleh netizen. Masalah yang berbau dengan agama memang menjadi topik yang sangat sensitif. Adalah Doddy Akhmadsyah Matondang, yang video senam di atas sajadahnya tersebar dan menjadi viral. Doddy yang merupakan caleg dari partai PDI mengatakan bahwa hal tersebut tidak disengaja. Ia diundang oleh paguyuban ibu-ibu yang mengadakan kegiatan senam tersebut. Nahasnya, saat ia naik ke atas panggung karena didorong oleh ibu-ibu sehingga tanpa sadar menginjak sajadah yang ada di situ. Setelah menjalani pemeriksaan, Doddy akhirnya meminta maaf dan dinyatakan tidak bersalah.

BACA JUGA: Pemilu 2019 Segera Tiba, Inilah 8 Artis Cantik yang Tahun Ini Daftar Jadi Caleg

Memilih jalur karier sebagai politisi memang mau tak mau membuat seseorang menjadi sorotan publik. Seperti 4 perbuatan para caleg di atas. Sebenarnya masih ada banyak mereka yang stress, masuk rumah sakit jiwa, bahkan gantung diri pasca pemilu dan tidak terpilih. Semoga kejadian di atas bisa dijadikan sebagai pelajaran dan tak ada lagi yang berkorban nyawa hanya karena berebut jabatan di dunia.