Masa orientasi sekolah untuk anak SMA/SMK atau mungkin yang barus aja memasuki perkuliahan memang kadang menyebalkan. Ada saja hal-hal yang diminta kakak tingkat untuk dibawa dan dibeli, itupun dengan nama yang aneh dan tidak familiar di telinga.

Ternyata, tak hanya berhenti di situ saja loh, di beberapa sekolah atau kampus, ada banyak kasus yang menuai pro kontra dari netizen, karena kakak tingkat dianggap memperlakukan junior mereka dengan semena-mena. Ya, seperti kejadian di bawah ini.

Razia skincare, padahal niatnya ya untuk merawat diri

Beberapa waktu lalu sempat viral cuitan anak SMA yang memposting barang-barang make up dan skincaren hasil sitaan. Rupanya, hal tersebut dilakukan oleh kakak tingkat yang menjabat sebagai anggota OSIS di sekolahnya. Nah, yang menjadi masalah adalah, yang diamankan bukan hanya sekadar lipstick, blush on, dan alat make up saja, tetapi juga pelembab bibir, sunscreen, minyak wangi, sisir –yang notabenenya tidak termasuk make up. Skincare di atas adalah cara siswi merawat diri mereka, biar enggak bau apek, agar muka tidak seperti wajan penggorengan, dan orang yang ada di sekitar menjadi betah.

Netizen memprotes hal tersebut karena boleh jadi ada siswa yang rela menabung untuk membeli skincare tersebut. Tak ada faedahnya juga merampas barang-barang perawatan itu. Mungkin masih masuk akal kalau kakak tingkat menyita lipstick, blush on, eyeshadow, atau mungkin make up yang bisa membuat si siswi menor dan tidak tampak seperti anak sekolah. Lha, ini skincare, membelinya enggak pakai daun lho kakak-kakak!!!

Razia behel gigi

Pengalaman kali ini dialami sendiri oleh penulis saat pertama kali masuk universitas sebagai mahasiswa baru di sebuah universitas negeri di Malang. Layaknya maba-maba gemes, kita hanya menerima apapun yang diperintahkan oleh kakak senior saat OSPEK (masa orientasi) dimulai. Dari mencari nama-nama makanan aneh, memakai tas karung, baju kardus, topi dari karton, dan segala macam hal lain yang membuat kita menjadi culun. Hal tersebut mungkin masih bisa diterima.

Ilustrasi ospek [sumber gambar]
Yang sudah keterlaluan dan membuat kesal adalah saat kakak tingkat menyuruh maju anak-anak yang memakai behel gigi dan menanyakan alasan mengapa mereka mamakainya, apakah untuk terlihat gaya dan keren? Yap, ini memang terdengar menjengkelkan, karena yang kita tau bahwa mereka yang memakai behel (kawat gigi) pasti ada masalah pada giginya, entah itu, maaf –tonggos atau mungkin gigi yang tidak rata. Memasang kawat juga memakan biaya jutaan loh. Setelah kejadian itu, ada salah satu teman penulis yang langsung melepas behelnya.

Petugas ospek yang hobinya marah-marah

Nah, setiap ospek di sekolah dan kampus manapun itu pasti ada senior dengan tipe seperti ini, divisi khusus marah-marah. Mereka juga punya ciri khas biasanya, jika seniornya cowok, rambutnya gondrong dan sederhana banget pakaiannya, atau mungkin tampan tapi tingkahnya mengesalkan.

Ilustrasi para MABA [sumber gambar]
Untuk cewek, mereka memang punya wajah yang judes dan suka ngegas saat berbicara. Kedua tipe di atas biasanya suka mencari kesalahan si anak baru. Yang lebih heboh lagi, saat seorang melakukan kesalahan, mereka akan mengompori agar semakin keadaan panas, kadang ada nih yang berakhir dengan adegan drama ala tawur-tawuran.

BACA JUGA: Mengenal Mahtuf Ikhsan, Sosok Mahasiswa Baru yang Berhasil Bikin IPB ‘Hits’ di 7 Negara

Tegas sih boleh, namun perlakuan terlalu memojokkan mahasiswa juga jangan dilakukan dong. Apalagi sampai menyiksa dan memaksa mahasiswa melakukan hal-hal tertentu. Ada loh kejadian mahasiswa meninggal saat sedang OSPEK karena dipaksa dan mendapat siksaan dari kakak tingkatnya.