Perjalanan sejarah Indonesia memang tak lepas dari kontroversi dan peristiwa kelam. Beragam bentuk seperti kekerasan, pembunuhan hingga teror yang terjadi, sukses membuat masyarakat di era 80-an, 90-an, hingga awal 2000-an merinding jika teringat akan kejadian tersebut. Salah satunya adalah teror pembantaian dukun santet yang marak terjadi di Banyuwangi pada 1998 silam.

Dilansir dari tirto.id, mereka yang menjadi korban seperti guru ngaji, dan tokoh-tokoh masyarakat, disinyalir telah mempraktikkan ilmu hitam—meski banyak di antara mereka diketahui tak tahu apa-apa soal santet. Para pelakunya bahkan disebut sebagai ninja karena dikenal misterius. Selain pembantaian dukun santet, beberapa aksi teror di bawah ini juga tercatat pernah terjadi di Indonesia

Teror penembakan misterius (petrus) yang menghantui para preman

Tingginya aksi kejahatan yang terjadi pada tahun 1980-an, membuat pemerintahan Soeharto menjalankan operasi rahasia yang kelak menjadi pro dan kontra oleh berbagai pihak. M. Hasbi, bekas Komandan Kodim 0734 Yogyakarta yang dikutip dari nasional.tempo.com dalam wawancaranya menyebutkan, Operasi Petrus dimulai November 1982 lantaran kondisi keamanan masyarakat ketika itu sangat terganggu oleh keberadaan para gali.

Ilustrasi petrus di zaman Soeharto [sumber gambar]
Para Gali sendiri, merupakan pengacau yang terkelompok dalam Gabungan Anak Liar. Mereka inilah yang dinilai sangat meresahkan masyarakat. Mirip dengan teror geng motor yang sering terjadi akhir-akhir ini. Sebagai langkah awal, daftar nama preman dikumpulkan yang sumbernya berasal dari laporan masyarakat, dan kemudian disaring oleh Badan Koordinasi Intelijen. Tindakan ini kemudian berkembang menjadi Operasi Clurit, yang akhirnya tersebar di banyak provinsi dan kota.

Teror Ninja berujung pembantaian hingga gedor pintu yang resahkan masyarakat

Teror ninja yang terjadi di Banyuwangi pada 1998 silam, menjadi sebuah peristiwa kelam yang tercatat di republik ini. Tak hanya terjadi di Kota Gandrung tersebut, kejadian serupa bahkan menyebar di beberapa wilayah lain. Dilansir dari tirto.id, Secara nasional peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan “Dukun Santet” dan “Ninja”. Para pelaku yang berpakaian serba hitam, beraksi layaknya ninja dan keberadaannya sangat misterius.

Ilustrasi teror ninja dan dukun santet yang hebohkan Banyuwangi pada 1998 [sumber gambar]
Jauh setelah peristiwa pembantaian tersebut, masyarakat Banyuwangi kini dikejutkan oleh teror baru yakni gedor pintu. Penggedor pintu misterius itu, seperti yang dilansir dari laman News.detik.com menyebutkan, melakukan aksinya berulang tiap pukul 22.00 wib hingga 03.00 WIB. Akibatnya, banyak warga yang tak bisa beristirahat dan merasa ketakutan.

Teror kolor ijo yang sering menghantui kaum perempuan

Sebagian masyarakat Indonesia yang memang lekat dengan hal-hal berbau klenik, sempat diresahkan oleh aksi teror yang dilakukan oleh kolor ijo. Entah berwujud manusia atau bukan, peristiwa yang terjadi pada awal tahun 2000-an ini sukses membuat warga ketakutan, utamanya kaum wanita. Tak sekedar meneror, kolor ijo ini juga disinyalir melakukan tindakan asusila pada korbannya.

Menurut hasil Observasi Furi Harun yang dikutip dari Lifestyle.okezone.com, ada sekelompok orang yang menganut ilmu hitam di mana mereka bersekutu dengan Kolor Ijo untuk memperkaya dirinya sendiri. Disebutkan pula, para pelakunya harus meggauli seorang perempuan sebanyak mungkin agar ilmunya semakin tinggi. Tak heran jika kaum hawa banyak yang khawatir akan aksi teror dari kolor ijo tersebut.

BACA JUGA: 7 Aksi Teroris Terlupakan Penyebab Kehancuran Mengerikan di Dunia

Hingga saat ini, aksi teror telah berkembang pada tataran yang semakin luas. Tindakan meresahkan seperti pengeboman, pembegalan hingga teror gedor pintu yang terjadi baru-baru ini, seolah meneruskan peristiwa masa lalu yang pernah terjadi di negeri ini. Btw, kamu pernah ngalamin yang mana nih Sahabat Boombastis?