Apa nih kisah horror yang sedang dibicarakan banyak orang? Apalagi kalau bukan cerita sekelompok mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Penari. Desa Penari ini sendiri hanyalah sebutan, karena sang penulis enggak mau menyebutkan secara gamblang tempat itu. Ya, secara netizen Indonesia tingkat keponya tinggi, takut nanti malah mendatangi dan melakukan hal-hal aneh jika keseluruhan cerita dijabarkan secara detail.

Sudah seminggu berjalan, namun masih ada saja yang membahas berbagi kengerian yang dialami oleh 6 Mahasiswa tersebut. Narasi yang disampaikan oleh @SimpelMan ini memuncaki setiap trending di media sosial. Tak sampai situ saja ternyata, ada banyak hal yang terjadi pasca viralnya cerita ini. Salah satunya adalah KKN Desa Penari akan dibuat dalam bentuk buku, sehingga lebih enak dibaca dan bisa menceritakan hal lain yang tak sempat disebutkan di dalam thread.

Banyaknya orang yang mencari tau keberadaan tempat KKN tersebut

Dalam rangkaian cerita yang diceritakan ulang oleh @SimpleMan, ia berusaha mengaburkan semua petunjuk yang mungkin membuat cerita ini dicari oleh netizen. Namun, sang pencerita tetap memberikan clue berupa inisial nama kota di mana kampus mereka berasal dan di mana KKN ini diadakan. Namun, bukan netizen Indonesia kalau keponya enggak level dewa. Mengenai lokasi kampus di mana mahasiswa ini berasal, ada banyak sekali asumsi yang beredar di Internet. Dari semuanya, Boombastis.com menyimpulkan bahwa netizen menobatkan Surabaya sebagai tempat di mana kampus ini berada.

Selanjutnya, ada yang mencoba menebak lokasi di mana KKN dilaksanakan. Saat ini kandidat terkuat adalah Bnayuwangi. Pastinya, ada banyak alasan yang secara detail dijabarkan oleh netizen mengapa mereka memilih Banyuwangi sebagai tempat yang dimaksud. Di samping Banyuwangi yang memang terkenal dengan keseniannya, ada banyak aspek yang sangat cocok dengan clue yang disebut oleh penulis di dalam ceritanya. Bahkan nih, ada pula yang dengan susah payah mengedit google maps, menunjukkan tempat kejadian, bahkan datang ke suatu tempat untuk mengadakan investigasi. Sungguh, rasa penasaran netizen Indonesia sudah selevel dengan FBI~

Akan dibuatkan bukunya oleh @SimpleMan

Kabar baik untuk para pecinta kisah horror, atau bagi kalian yang belum mengerti atau mungkin malas membaca kisah panjangnya di Twitter, kalian bisa memesan bukunya. Yap, karena antusiasnya para netizen menyambut cerita horror satu ini, maka @SimpleMan akan mengemasnya menjadi lebih rapi dalam bentuk novel horror.

Buku KKN Desa Penari [sumber gambar]

Hal tersebut diumumkan penerbit Bukune di mana akun penerbitan buku tersebut mengunggah cover KKN Desa Penari pada hari Sabtu (31/8) kemarin. Buku ini rencananya akan terbit di bulan September. Sebenarnya proses untuk membuat kisah ini jadi novel sudah sebulan yang lalu (kisah ini sudah beredar sejak bulan Juni-Juli namun baru viral akhir Agustus), seperti dilansir dari laman Hipwee dan akun Twitter @SimpleMan sendiri.

Akankan ia juga digarap menjadi film?

Sementara bukunya sedang proses pencetakan, banyak sekali netizen yang berharap cerita ini difilmkan. Banyak dari mereka yang berpendapat bahwa film yang biasanya terinspirasi dari kisah nyata akan sangat bagus. Belum lagi, netizen ingin merasakan sensasi yang lebih ngeri lagi dengan bantuan audio dan visual sebuah film.

KKN desa penari dalam versi film [sumber gambar]

Bahkan, saking antusiasnya, mereka secara sepihak sudah membuat fan art, mendapuk beberapa artis untuk menjadi pemerannya. Laudya Chintya Bella disebut cocok menjadi Nur, sedangkan Chelsea Islan adalah pilihan netizen untuk menjadi Widya. Tak hanya itu, Joko Anwar dan Raditya Dika juga sempat dicolek untuk menjadi sutradara dari KKN Desa Penari ini. Apakah kalian setuju?

BACA JUGA: 4 Cerita Seram dari Para Peserta KKN di Desa Penuh Misteri

Terlepas banyak dari netizen yang mengatakan bahwa cerita KKN tersebut hanyalah fiktif belaka, setidaknya kita bisa menghargai penulis yang sudah capek-capek mengarang dan menuangkan imajinasinya untuk kita semua. Tak perlu mencari di mana dan siapa yang terlibat di dalamnya ya, gais. Kan sudah dibilang oleh penulisnya agar tidak lancang untuk menjadi detektif dadakan, apalagi kalau sampai mendatangi tempatnya. Jika memang desanya masih eksis maka, itu akan mengganggu warga yang ada di sana. Kalau memang desanya sudah tak lagi ada, maka kalian mengganggu penghuni lain.