Pembangunan tol Batang-Semarang rupanya harus mengorbankan pemakaman. Bulan Agustus lalu, makam seluas 5.302 meter persegi harus dibersihkan. Alhasil, ribuan jenazah yang dimakamkan di sana harus direlokasi. Pihak ahli waris sendiri memberikan izin untuk memindahkan makam. Proses pemindahan ribuan kuburan juga memakan waktu beberapa hari.

Namun, tak sedikit masyarakat yang menganggap jika makam merupakan tempat mistis yang seharusnya tak boleh dipindah-pindahkan. Percaya atau tidak, beberapa pekerja yang memindahkan jenazah dari pemakaman merasakan beberapa kejanggalan. Lantas, kejanggalan apa saja yang dialami oleh para pekerja?

Ada beberapa jasad utuh yang ditemukan

relokasi makam [sumber foto]
Suryono, seorang koordinator relokasi menjelaskan bahwa saat proses pemindahan makam, ada beberapa jenazah yang ia temukan masih dalam keadaan utuh. Bak kisah dalam FTV religi, memang sulit dipercaya melihat tubuh orang mati yang masih utuh, padahal jenazah tersebut sudah lama dimakamkan. Setidaknya ada lima jenazah laki-laki dan ada perempuan yang masih utuh, padahal menurut Suryono, tubuh tersebut sudah dikubur lebih dari lima tahun lalu. Menurut warga desa setempat, orang-orang tersebut dulunya memang merupakan tokoh masyarakat.

Ditemukan gigi berlapis emas, kopiah dan sekotak jimat

suasana relokasi [sumber foto]
Kejanggalan lain juga dialami oleh seorang penggali kubur bernama Nasokhah. Saat menggali salah satu makam, Nasokhah menemukan gigi emas, kopiah dan sekotak jimat. Sontak saja ia melaporkan penemuan itu pada koordinator relokasi makam. Nasokhah sendiri sama sekali tidak berani mengambil benda tersebut, meski emasnya sekali pun. Menurutnya, Nasokhah takut jika ia dan keluarganya terkena malapetaka akibat mengambil barang orang mati, terlebih ada jimat juga di sana.

Penebangan pohon beringin tua yang nggak wajar

makam Semarang [sumber foto]
Selain memindahkan makam, para pekerja juga harus memotong pohon beringin yang ada di sana. Pohon dengan diameter 1,5 meter tersebut ditebang dengan melibatkan 15 pekerja. Meski sudah dibantu oleh 15 orang, ternyata tak mudah untuk merobohkan pohon tersebut. Saat itu, semua pekerja mulai menarik pohon agar bisa tumbang ke arah timur. Namun anehnya, pohon tersebut justru robohnya ke arah barat. Benar-benar kejadian yang nggak masuk akal menurut warga, termasuk Suryono yang saat itu juga ada di sana.

Robohnya pohon hampir mencelakai warga

tol Semarang [sumber foto]
Tak hanya penebangan beringin yang nggak wajar, ada hal membahayakan lain yang masih berhubungan dengan pohon beringin. Saat sedang proses penebangan, ada beberapa warga, termasuk Suryono yang sedang mendokumentasikan proses tersebut. Namun saat mencoba memotret, pohon tersebut justru roboh dan hampir mengenai dirinya. Untung saja Suryono cepat menghindar hingga tak sampai celaka. Namun sejak saat itu, Suryono langsung berhenti memotret karena merasa ada yang tidak berkenan dengan kegiatan dokumentasi.

Angin puting beliung di pemakaman

bongkar-kuburan [sumber foto]
Kejadian ganjil ternyata nggak berhenti di pohon saja, karena setelah robohnya beringin, tak lama kemudian muncul angin kencang di sekitar lokasi. Angin begitu kencang dan berputar, seperti puting beliung. Meski hanya berlangsung sekitar satu menit, namun sukses membuat para pekerja merinding. Padahal, para pekerja berharap pemindahan makam bisa segera selesai. Namun beberapa hal janggal membuat pekerjaan mereka sedikit terhambat.

Itulah beberapa kejadian aneh yang dialami para pekerja saat merelokasi makam yang akan dijadikan tol Semarang. Meski tabu, namun pemindahan ribuan makam tersebut memang tak mungkin dihindari. Semoga kejanggalan tersebut tidak berdampak pada proses pembangunan tol.