Gempa palu menghancurkan semua bangunan tanpa pilih-pilih. Ditambah lagi tsunami dan lumpur yang melanda beberapa desa menambah banyaknya korban jiwa yang jatuh. Selain cerita keajaiban korban yang selamat dari maut tersebut, ada beberapa kejadian yang membuat kita kembali mengingat betapa besarnya kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

Lazimnya, guncangan gempa dan tsunami dahsyat bisa membuat bangunan hancur bukan? Lalu bagaimana dengan masjid yang masih berdiri kokoh, atau bangunan yang tak roboh hanya karena ada lafaz Allah dan Muhammad yang menggantung. Mari kita lihat keajaiban-keajaiban dalam uraian Boombastis.com berikut.

Masjid apung yang berdiri kokoh

Masjid sebelum dan sesudah gempa [Sumber gambar]
Mirip seperti Masjid Baiturrahman saat diguncang tsunami Aceh, hal yang sama terjadi pada Masjid Apung Arwam Bab Al Rahman Palu yang semula menjadi ikon kota ini. Masjid ini ada di bibir Pantai Talise, tempat utama yang diterjang tsunami. Walaupun jembatan yang menghubungkan ke bangunan utama rusak, masjid ini tetap kokoh berdiri –walaupun tak se-stabil ketika awal berdiri. Perlu Sahabat semua ketahui bahwa masjid ini dibangun sebagai solusi untuk meminimalisir kegiatan yang hedon terjadi di sekelilingnya. Kokohnya masjid ini tentu ada campur tangan dari Yang Maha Segalanya.

Tembok bertulis lafaz Allah Muhammad yang tidak runtuh

Tembok bertuliskan lafaz Allah [Sumber gambar]
Jika masjid apung tidak masih berdiri kokoh, maka kali ini bangunan yang salah satu bagiannya seperti tidak tersentuh bencana. Seperti yang ada dalam postingan instagram @Newstijen, ada sembuh dinding yang tidak runtuh karena terdapat lafaz Allah, Muhammad, dan tulisan kaligrafi huruf Arab yang menggantung. Sungguh pemandangan yang menakjubkan melihat kondisi di sekitarnya yang sudah rata dengan tanah –tanpa tersisa satu bangunan pun.

Al Quran yang ditemukan di reruntuhan gempa palu

Al quran yang utuh [Sumber gambar]
Al Quran sebagai pedoman bagi umat muslim adalah kitab yang paling banyak dibaca. Ketika gempa terjadi di Palu, sebuah Al quran ditemukan dalam kedalaman 5 meter tertimbun tanah yang amblas di Balaroa, Palu. Anehnya, walaupun Al quran tersebut ditemukan di tanah yang basah, ia tetap kering dan tidak rusak (tetap bersih). Selain Quran tersebut, kisah pilu juga dituturkan oleh seorang guru ngaji yang memungut Iqra’ dari puing sisa gempa untuk kemudian digunakan sebagai bahan mengajarkan bacaan Quran pada murid-muridnya.

Al quran yang selamatkan tuannya

Kerusakan gempa Palu [Sumber gambar]
Kisah yang satu ini sebelumnya sempat dianggap hoax belaka. Namun ternyata setelah dikonfirmasi berita tersebut benar adanya bahkan diceritakan oleh sosok yang mengalami kejadian itu sendiri, Ragiel Mu’alif. Saat gempa terjadi, ia tengah dalam perjalanan menuju masjid. Tepat setelah azan selesai, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Palu, setelahnya disertai dengan air yang datang sehingga menghancurkan banyak bangunan. Ajaibnya, Ragiel yang kemudian terkena hantaman air berpegang pada sesuatu yang ia yakini sebagai kayu. Nyatanya itu bukan kayu melainkan buaya yang mengantar Ragiel sampai ke pinggiran pantai. Ragiel sendiri yakin ia selamat juga karena membawa Al-quran yang ada di dalam tasnya.

4 kisah di atas bukan satu atau dua kali terjadi ya Sahabat. Sudah banyak bukti dan kesaksian dari mereka yang ditolong oleh Allah dari bahaya besar. Sudah tak terhitung pula jumlah rumah Allah yang tidak disentuh oleh bencana. Serta ada banyak keajaiban yang datang dari tulisan-tulisan lafaz Allah yang akhirnya utuh. Wallahua’lam.