Selama ini, begitu banyak penyandang difabel yang dianggap remeh oleh masyarakat. Hal itu pula yang membuat para disabilitas kesulitan mendapat pekerjaan. Namun, belakangan ini, sepertinya anggapan masyarakat mulai berubah. Penyandang disabilitas terbukti sanggup berprestasi bahkan melampaui mereka yang normal. Barang kali kalian sudah tak asing dengan Asian Para Games, di ajang tersebut, semua atlet yang bertanding merupakan mereka yang difafel. Terbukti, mereka juga bisa berprestasi seperti halnya atlet Asian Games.

Bisa dipastikan di luaran sana banyak para difabel yang juga layak diberikan kesempatan. Yup, baru-baru ini viral di sosial media tentang seorang disabilitas yang bekerja di sebuah minimarket. Meski kondisi fisiknya tak sempurna, namun bukan halangan bagi karyawan tersebut untuk bekerja dengan baik. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah ulasannya.

Membuka pusat pelatihan kerja untuk disabilitas

Peresmian pelatihan kerja untuk difabel [sumber gambar]
Pemilik jaringan ritel satu ini memang patut jadi inspirasi. Bukan soal bisnis doang, minimarket beken di Indonesia ini juga berdayakan penyandang disabilitas. Pada tahun 2016 lalu, minimarket ini meresmikan pelatihan kerja dan juga magang buat mereka yang difabel di Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ini juga dihadiri oleh gubernur DKI Yogyakarta. Dalam pidatonya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan jika penyandang difabel juga layak diberikan hak yang sama seperti warga negara lainnya.

Banyak difabel yang memiliki keahlian khusus

Pekerja minimarket [sumber gambar]
Tak hanya membentuk pelatihan kerja dan juga magang, minimarket yang pasti punya cabang di daerah kamu ini juga mengadakan bursa kerja bersama dengan beberapa perusahaan yang lain. Di antara banyaknya para pencari kerja, ada di antara mereka yang menyandang difabel. Seperti pedoman bahwa disabilitas punya hak sama, mereka juga dengan tangan terbuka bersedia menerima karyawan meski penyandang disabilitas. Dari beberapa pelamar, banyak yang difabel memiliki pendidikan yang tinggi. Bahkan ada yang sarjana. Dari sana, pihak perusahaan makin yakin untuk merekrut mereka sebagai karyawan. Setidaknya mereka ada yang sudah ahli menjalankan komputer.

Sudah ratusan penyandang disabilitas menjadi pekerja

Karyawan minimarket [sumber gambar]
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada ratusan tenaga kerja di minimarket ini yang menyandang disabilitas. Menurut Eka Febri selaku HDR perusahaan di Lampung, menerima karyawan difabel memang sesuai dengan UU ketenagakerjaan. Biasanya, pihak perusahaan akan mendatangi dinas sosial untuk menjembatani para penyandang disabilitas yang ingin mencari kerja. Untuk mendapat pekerjaan, bukan berarti para disabilitas bisa langsung masuk sebagai karyawan. Seperti yang lain, mereka juga harus mengikuti tahap seleksi. Mereka yang dianggap cocok, akan langsung direkrut sebagai karyawan.

Bikin netizen salut

respon netizen [sumber gambar]
Sejak viralnya video para penyandang disabilitas yang bekerja di minimarket, banyak sekali warganet yang salut pada minimarket satu ini. Banyak juga yang memberikan komentar bahwa para penyandang disabilitas itu sangat beruntung. Pasalnya, di luar sana begitu banyak pelamar dengan kondisi normal, namun ditolak karena kurang tinggi, hehe… Yah, tiap perusahaan punya standar masing-masing yah. Para netizen lain mengungkapkan harapan agar ke depannya minimarket ini bisa jadi inspirasi bagi perusahaan lain.

Itulah kisah minimarket yang menghargai mereka yang disabilitas. Toh, kemampuan mereka tak kalah dengan pekerja yang normal. Bahkan, diantara mereka yang difabel bisa bekerja lebih tekun. Semoga ke depannya banyak perusahaan yang memperhitungkan kemampuan para penyandang disabilitas.