in

Ramai Kakak Tingkat Duduki Badan Adik Kelasnya, Apa yang Harus Dilakukan Agar Pelaku Kapok?

Tindakan bully dan persekusi dari kakak ke adik kelasnya masih terus berlanjut hingga saat ini. Seperti yang diwartakan oleh akun facebook Yuni Rusmini, dua orang kakak kelas sedang menyiksa adik tingkatnya dengan cara tak biasa. Mereka menyeret anak perempuan tersebut dan juga menduduki badannya.

Korban yang berinisial NDY tersebut tampak tak berdaya melawan dua kakak kelasnya itu. Badannya sudah sangat lemah menghadapi perlakuan dari Yusfita Marsuki dan Fitriani Adi. Sehingga ia hanya bisa pasrah dengan kondisi yang tengah dihadapinya.

https://www.instagram.com/p/BuAYc2xARW7/

Peristiwa seperti ini memang sudah terjadi berulang kali. Tapi pada kenyataannya tidak mengurangi remaja-remaja tersebut untuk berani berbuat jahat kepada juniornya. Kalau sudah begini, harus ada beberapa tindakan supaya pelaku kapok dan remaja lain tidak menirunya.

Hal yang mungkin dilakukan adalah segera melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah. Ya, hal ini memang perlu dilakukan agar guru dan pihak sekolah lain dapat menanggulangi masalah ini dengan cepat. Tapi tidak hanya dengan memanggil siswa yang menjadi korban dan pelaku. Namun juga segera membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Tindakan pembullyan [Sumber Gambar]
Tapi, sebelum melapor ke pihak berwajib, ada kalanya guru atau kepala sekolah juga memanggil orangtua dari korban dan juga pelaku. Ini dilakukan supaya orangtua mengetahui apa titik permasalahannya sehingga tidak ada kesalahpahaman. Nah, dari sini pihak sekolah mulai berdiskusi dengan orangtua keduanya untuk membawa masalah ini ke kepolisian. Meski salah satu pihak entah dari korban atau pelaku tidak ingin menyeret kasus tersebut ke pihak berwajib, guru harus tetap teguh pada pendirian. Pasalnya hal seperti ini harus ditindaklanjuti agar tidak terulang kembali.

Nah, setelah masalah tersebut sudah dilaporkan, mungkin akan diadakan mediasi antara pelaku dan juga korban. Biasanya hal itu dilakukan oleh polisi supaya mendapatkan titik terang. Entah minta maaf atau lanjut ke meja pengadilan. Eh tapi dari sinilah masalah sebenarnya. Berkaca dari kasus yang sudah banyak terjadi, semua masalah hanya berakhir dengan minta maaf. Padahal minta maaf sangat tidak cukup untuk menyelesaikan masalah parah seperti ini.

Kakak kelas menduduki adik tingkatnya [Sumber Gambar]

Jadi dari sini, polisi berperan penting untuk mengambil langkah bagaimana masalah bisa selesai tanpa ada pihak yang dirugikan. Tidak hanya dengan tanda tangan perjanjian dan kemudian minta maaf. Bisa dengan memberi hukuman pelatihan militer minimal satu bulan. Tujuannya agar pelaku kapok dan tidak mengulangi hal menyakitkan tersebut.

Namun, pihak sekolah juga sebaiknya tidak menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Pihak sekolah juga perlu memberikan sanksi kepada si pelaku. Mungkin dengan membersihkan kamar mandi atau kelas di waktu tertentu. Tapi tidak berhenti di situ saja, pihak sekolah juga perlu mengawasi si pelaku agar tak ada peristiwa serupa.

BACA JUGA : Bikin Geram! 4 Aksi Perpeloncoan di Dunia Pendidikan yang Masih Berlanjut Hingga Detik Ini

Dari masalah ini, semua pihak tidak ada yang boleh berpangku tangan. Sekolah, kepolisian dan keluarga harus ikut andil dalam menyelesaikan kasus tersebut. Tapi tidak berakhir dengan minta maaf seperti yang sedang tren akhir-akhir ini. Perlu ada tindakan lebih lanjut untuk pelaku dan juga korban.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Lama Tidak Terlihat, Beginilah Kabar Andriy Shevchenko Sang Penyerang Hebat Eropa

Masih Bersitegang, Begini Beda Perjalanan Karier Bermusik Jerinx SID dan Anang Hermansyah