Pada penghujung tahun 80-an yang masuk ke era 90-an, lagu lagu asal negeri Jiran Malaysia begitu populer bagi masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah grup band Search populer lewat tembang Isabella yang sangat fenomenal pada saat itu. Tak butuh waktu lama bagi kelompok musisi asal Johor, Malaysia itu mendapat tempat di hati penikmat musik tanah air.

Sang vokalis yang bernama Suhaimi bin Abdul Rahman atau dikenal sebagai Amy Search, sontak mendulang popularitasnya di Indonesia. Waktu yang terus berlalu, membuat sosok Amy dan grup Search yang digawanginya mulai jarang terdengar. Sejalan dengan perubahan peta permusikan di tanah air. Setelah sekian lama tak muncul, bagaimana kondisi Amy yang kini telah dikabarkan telah berhijrah.

Memilih hijrah dan dirikan rumah tahfiz Al-Qur’an

Setelah tak lagi berkecimpung di dunia hiburan, Amy kini mulai menata kehidupan spiritualnya dengan berhijrah dan mendalami agama Islam. Dilansir dari laman islampos.com, perubahan sikap itu terjadi setelah dirinya melaksanakan ibadah umroh pada tahun 2007. Penampilannya pun berubah jauh lebih religius dibanding sebelumnya.

Penampilan Amy Search yang lebih religius [sumber gambar]
Tak hanya itu, pria kelahiran 28 Juli 1958 itu juga merintis mulai restoran halal masakan cina yang diberi nama ‘Cheng Ho’. Dalam keputusan hijrahnya pula, Amy berkeinginan untuk membangun sebuah sekolah Tahfidz Al-Qur’an. Beruntung, ia telah mengantongi izin pembangunan dari pemerintah Malaysia.

Menjalankan bisnis di bidang minuman kopi

Tak hanya hijrah, Amy ternyata juga terjun ke dunia usaha di bidang minuman dengan menggeluti bisnis kopi bernama Phewiiit Coffee awal tahun 2019. Laman republika.co.id menuliskan, Kecintaannya pada kopi-lah, yang kemudian mengantarkan dirinya membuka bisnis minuman populer tersebut. “Kecintaan saya pada kopi luar biasa dan karena itu saya meluncurkan BaristAmy, merek mesin kopi yang self-service,” katanya, dikutip dari Malay Mail.

Dirikan bisnis mesin kopi yang diberi nama BaristaAmy [sumber gambar]
Tak hanya mereka kopi, Amy juga meluncurkan mesin kopi mandirinya yang diberi nama BaristAmy. Dengan mematok tarif 5 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 17.100 untuk secangkir kopi gaya Italia, mesin kopi miliknya diluncurkan perdana di ajang Malaysia Halal Expo 2019 yang sedang digelar di Kuala Lumpur Convention Center. Sebagai rencana awal, sebanyak 500 akan tersedia secara bertahap dan akan berada di berbagai sudut kota dan area yang ramai.

Sempat memprotes musik Indonesia yang dianggap terlalu mendominasi Malaysia

Meski sempat merajai tangga lagu Indonesia di tahun 1989 lewat tembang Isabella miliknya, Amy Search ternyata sempat kecewa dengan lagu-lagu Indonesia yang dianggap terlalu mendominasi di Malaysia. Dilansir dari musik.kapanlagi.com, Ia dan pemusik negeri Jiran yang bernama Hattan, merasa kecewa karena radio-radio Malaysia terlalu sering memutar lagu-lagu pemusik Indonesia.

Sempat memprotes dominasi musik Indonesia atas Malaysia [sumber gambar]
Hal disinyalir dari banyaknya masyarakat Malaysia lebih hafal lirik lagu dan nama band tanah air seperti Dewa, Peterpan, Ratu, Radja, dan Letto. “Kami bukannya cemburu dengan artis Indonesia karena Search juga pernah sukses di Indonesia. Kami kasihan dengan pemusik-pemusik Malaysia yang baru. Mereka tidak banyak mendapatkan mendapatkan peluang promosi,” kata Amy Search yang dikutip dari laman musik.kapanlagi.com.

BACA JUGA: Sangarnya Bolo Yeung, Petarung Tangguh di Era 90-an yang Kerap Tampil Sebagai Sosok Jahat

Sebagai vokalis dari band rock ternama di era 80-an hingga 90-an, Amy Sarch tentu telah kenyang bergelimang popularitas dan ketenaran pada masanya. Setelah zaman keemasan itu berlalu, ia kini menyibukkan diri dengan memperbaiki pemahaman spiritual dengan berhijrah dan menekuni bisnis kopi. Meski demikian, pesona dan lagunya-lagunya masih tetap didengar oleh mereka yang ingin bernostalgia ke masa lalu.