Selain ramai kasus pimpinan federasi sepak bola Indonesia kini juga dihadapkan dengan nestapa berupa hutang. Bahkan kabarnya jumlahnya capai angka yang bombastis. Dan pedihnya lagi PSSI mengaku tidak mempunyai kas. Kondisi yang tentunya akan membuat mereka akan terus terlilit hutang hingga waktu belum diketahui.

Meski menjadi sebuah hal akan mencoreng nama mereka lagi, namun menurut Sekertaris Jendral PSSI yaitu Ratu Tisha yang dikutip dari Bolasport.com, dara satu ini mengaku kalau organisasi tertinggi sepak bola nasional ini akan kembali sehat di akhir tahun 2019. Apakah hal itu akan menjadi kenyataan? Entahlah yang pasti beginilah hutang PSSI kepada klub dan beberapa insan lapangan hijau.

Capai angka miliaran, PSSI punya hutang besar kepada Ninesport

Bagi Ninesport hutang PSSI kepada mereka bisa dikatakan bukanlah sebuah hal baru. Pasalnya, masalah seperti ini sudah ada sejak lama. Di mana promotor tersebut menagih hutang yang sebetulnya sudah muncul pada lima tahun lalu.

Indra Sjafri persiapan Timnas [Sumber Gambar]
Dilansir Boombastis dari laman Bola.com, usut punya usut hal pilu ini muncul ke tubuh PSSI, setelah pihak organisasi tidak mampu membayar sisa uang kerjasama terkait program Timnas Indonesia U-19 saat persiapan menuju Piala AFF U-19 2014 di Vietnam. Meski sulit, namun pihak organisasi berkomitmen membayar piutang yang konon mencapai Rp 2,1 miliar itu.

PSSI juga terlilit hutang hadiah Liga 3

Selain dengan pihak tadi, federasi saat ini juga masih menyisakan piutang yang tidak kalah ugal-ugalan kepada sejumlah juara Liga 3. Tercatat, bahkan jumlahnya mencapai angka ratusan juta. Seperti salah satunya, ketika mereka menunggak hadiah Persik Kediri sebesar 330 juta yang notabene adalah juara kompetisi tersebut tahun lalu.

PSCS runner-up Liga 3 [Sumber Gambar]
Tidak kalah parah dengan tim berjuluk macan putih tadi, PSSI juga berhutang selama dua tahun kepada runner-up Liga 3 tahun 2017 yakni Persik Kendal sebesar 150 juta. Lalu hutang federasi juga menjalar ke kepada PSCS Cilacap sebesar Rp 150 juta. Lalu kepada Blitar United sampai menyentuh angka Rp 200 juta.

Bonus penghargaan pemain Liga 3, uangnya juga masih dihutang PSSI

Tidak berhenti kepada klub-klub Liga 3 tadi saja, ternyata beberapa pemain yang sempat dinobatkan sebagai top skor dan pemain terbaik pada ajang tersebut tahun 2018, juga bonusnya masih dihutang oleh federasi. Menurut data dari laman Bola. Rayatku.com, kabarnya PSSI menunggak hadiah juara Liga 3, berserta hadiah untuk top skor dan pemain terbaik, masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Pemain terbaik Liga 3 [Sumber Gambar]
Melihat kondisi semacam ini, pastinya menjadi sebuah hal yang mengagetkan. Hal ini lantaran, sebagai kompetisi sepak bola Indonesia menjadi salah terbaik di Asia Tenggara. Dan beberapa waktu lalu sempat masuk nominasi kompetisi sepak bola terbaik di Asia. Besar harapan pemain-pemain tertunda hadiahnya bisa segera mendapatkan hak mereka.

Hutang organisasi ini juga terjadi kepada ketua PSSI lama

Masih tentang kasus ini, PSSI juga dikabarkan memiliki piutang dalam jumlah yang besar kepada mantan ketua mereka beberapa tahun lalu yakni La Nyalla Mattalitti. Di mana induk organisasi tertinggi sepak bola itu berhutang sebesar 13,57 miliar, kepada pria berusia 59 tahun tersebut sejak bulan Agustus 2017.

La Nyala memimpin rapat PSSI [Sumber Gambar]
Kasus ini sendiri awal mula munculnya adalah ketika pria berjenggot ini membayar semua hutang – hutang PSSI hasil kongres Solo kepada pelatih dan wasit. Bahkan berkat hal tersebut PSSI kala itu (saat La Nyalla menjadi wakil ketua) mampu start dengan nol beban atau tanpa ada kasus piutang.

BACA JUGA: Mengenang ‘Dosa-dosa’ PSSI yang Berujung Sanksi Pedih Dari FIFA

Berkaca dari fakta tadi, sepertinya memang sudah waktunya federasi sepak bola tersebut melakukan pembenahan yang luar biasa. Jangan sampai kasus-kasus ini terus berlanjut ke depannya. Hal ini lantaran akan sangat mengganggu perjalanan organisasi dan menurunkan tingkat kepercayaan insan bola tanah air kepada PSSI.