Kasus berita hoax sampai saat ini sepertinya sudah enggak bisa terhitung lagi. Ya karena banyaknya oknum-oknum tak bertanggung jawab menginginkan netizen gaduh dengan adanya kabar burung tersebut. Ini semakin diperparah dengan banyaknya orang yang suka menelan berita secara bulat-bulat tanpa dipastikan dulu apa kabar tersebut benar adanya atau tidak. Ditambah lagi dengan trik pembuatan berita hoax yang semakin mudah untuk dilakukan.

Salah satunya seperti yang sedang viral di media sosial akhir-akhir ini. Rakyat twitter @ecek2, memberitahu bahwa ada pembuatan berita hoax yang paling baru. Caranya adalah dengan memanipulasi artikel yang sudah di-screenshot atau tangkap layar. Bukan diedit semua isinya sih, tapi lebih kepada judul dan subnya.

Gawatnya, pembuatan kabar hoax menggunakan metode satu ini sangat mudah ditiru. Jadi, orang awam pun bisa melakukannya. Tapi, penulis tak akan memberi tahu bagaimana caranya di sini ya. Nanti penulis bakal dipenjara nih karena dituduh menyebarkan cara pembuatan kabar tak menurut fakta.

Sebenarnya, cara ini sudah ada sejak dulu gengs. Terbukti dari tulisan Sam Parr yang diterbitkan di thehustle.co, jika trik ini sudah ia temukan bertahun-tahun lalu. Namun, tujuannya bukan untuk membuat kabar hoax lho, melainkan sebagai proses pengembangan sebuah website yang melibatkan designer dan juga programmer.

Contoh manipulasi [Sumber Gambar]
Sayangnya, hal ini malah disalahgunakan oleh oknum-oknum nakal. Jadi, ada baiknya kalian lebih berhati-hati lagi dalam menerima berita apapun. Mungkin cara ini agak sulit untuk dideteksi apakah berita tersebut hoax atau tidak ya. Pasalnya, judul tersebut sudah disertakan dengan website-nya. Namun, kalian jangan bersedih hati karena ada cara untuk menghindarinya kok.

Pertama, jika menerima screenshot sebuah artikel, kalian bisa cek dulu di laman pencarian google. Ketik judul dari tangkapan layar artikel yang kalian terima. Kalau tak ada , berarti sudah bisa dipastikan itu adalah kabar hoax. Kedua, jangan mudah tertarik dengan screen capture artikel dengan judul yang heboh atau provokatif. Disebabkan, judul yang seperti itu kebanyakan isinya hoax. Mereka yang membuat judul tersebut memang menginginkan masyarakat heboh sehingga menyebarkan ke mana-mana. Lalu yang terakhir adalah tidak gampang percaya terhadap screen capture yang tidak disertai dengan link-nya.

Tidak mudah tertipu dengan screen capture yang tidak ada link [Sumber Gambar]
Apabila kalian menerapkan cara di atas, kemungkinan besar dapat terhindar dari kabar hoax model terbaru ini. Jangan sampai deh Sahabat Boombastis terkena berita seperti ini dan akhirnya menyebarkannya ke mana pun. Pasalnya, jika kalian ketahuan menyebarkannya, bisa terkena Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tepatnya di pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 UU ITE yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.” Siapa saja yang melanggar pasal ini, akan terancam pidana penjara paling lama delapan tahun atau denda maksimal Rp2 miliar.

BACA JUGA : Takut Terkena Hoax? Begini Caranya Agar Tidak Jadi Korban

Inti dari berita ini, bukan untuk mengajarkan kalian bagaimana cara membuat berita hoax lho. Namun, untuk memberi tahu pembaca semua untuk lebih waspada dengan manipulasi dari judul artikel. Lebih amannya sih kalian tidak perlu menyebarkan berita-berita yang tidak ada sumbernya atau hanya berupa screen capture artikel.