Langit Indonesia akan mengalami fenomena langka dan unik di tanggal 9 Maret 2016 nanti. Apa itu? Ya, Indonesia akan dilewati fenomena gerhana matahari total. Gerhana matahari total adalah peristiwa matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus. Bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga cahaya matahari ke arah bumi terhalang oleh bulan secara keseluruhan.

BACA JUGA: 5 Fakta Tentang Nyai, Wanita Pribumi Peliharaan Pria Belanda Zaman Penjajahan

Indonesia, selama satu abad terakhir, sudah mengalami 10 kali gerhana matahari total. Di antaranya tahun 1901, 1926, 1929, 1934, 1962, 1983, 1984, 1988, 1995, dan 2016. Di setiap momen gerhana tersebut masing-masing mempunyai cerita unik tersendiri. Nah, berikut kami sajikan beberapa cerita unik tersebut hanya buat kamu. Check this out!

1. “Gara-gara” Einstein

Di tahun 1929, Indonesia, yang saat itu masih beranamakan Hindia Belanda, dilintasi gerhana matahari total di bagian Aceh yang kemudian bergerak ke Laut Cina Selatan. Saat itu, gerhana matahari total terjadi cukup lama dibandingkan biasanya, yakni sekitar lima menit.

Albert Einstein [image source]
Albert Einstein penemu Teori Relativitas [image source]
Einstein, ilmuan tersohor abad 20, pernah membuat “gara-gara” ketika terjadi gerhana matahari total 1929 di Hindia Belanda. Menurut Einstein, dalam teori relativitasnya disebutkan cahaya bintang akan mengalami pembelokkan atau defleksi ketika melewati matahari. Karena teori inilah para ilmuwan Jerman yang dipimpin Von Kluber sampai mau jauh-jauh datang ke Hindia Belanda untuk penelitian. Momen gerhana matahari total ini dianggap momen yang pas untuk penelitian. Walhasil, Royal Astronomical Society mencatat ekspedisi ini sukses besar untuk penelitian teori relativitas Einsten itu.

2. Konjugasi dan Gerhana 1962, Peristiwa yang Sangat Langka

Pernah melihat benda-benda langit berada dalam satu garis lurus? Pasti sangat jarang bukan? Peristiwa ini biasa disebut konjugasi. Konjugasi adalah kedudukan planet, bumi dan matahari berada pada garis lurus atau sejajar dengan sudut 0o.

Gerhana 1962 [image source]
Konjugasi Planet [image Source]
Peristiwa konjugasi yang sangat langka adalah konjugasi yang terjadi bersamaan dengan gerhana matahari 1962. Sebanyak enam planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Saturnus, dan Jupiter berada dalam satu garis lurus. Itu belum ditambahkan dengan matahari dan bulan. Jadi total ada delapan benda langit yang berada dalam satu garis lurus ketika itu. Menurut Dr. The Pik Sin, seorang Astronom dari ITB, saat itu gerhana matahari total bisa dilihat dengan mata telanjang bersamaan planet-planet yang bergerak seolah menjuhi atau menghampiri matahari.

3. Asyiknya Menonton Siaran Langsung Gerhana Matahari Total di TVRI

Fenomena gerhana matahari total memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun untuk melihatnya. Namun sayangnya melihat ke arah sinar matahari yang muncul kembali sesaat setelah gerhana total tanpa memakai filter akan menyebabkan kerusakan bagi mata kita. Tak heran Menteri Penerangan Harmoko pernah melarang masyarakat untuk melihat langsung gerhana matahari total di tahun 1983.

 

siaran langsung gerhana matahari [image source]
siaran langsung gerhana matahari 1983 [image Source]
Untungnya saluran televisi yang dimiliki Indonesia saat itu, TVRI, menyiarkan langsung fenomena ini. TVRI menyiarkan langsung momen gerhana matahari total dari atas Candi Borobudur. Dengan turunnya perintah larangan melihat gerhana matahari total dari Pak Harmoko, TVRI layaknya menjadi andalan untuk menonton peristiwa langka gerhana matahari total ini. Namun sayang, siaran langsung ini menjadi pertama dan terakhir di Indonesia karena setelah itu tidak ada siaran langsung lagi ketika terjadi gerhana matahari total, termasuk gerhana sesudahnya di tahun 1988. Dan uniknya, saat terjadi gerhana matahari total tahun 1988 tidak ada larangan pemerintah untuk melihatnya dengan mata telanjang.

4. Lucunya Hewan-hewan Ini ‘Tertipu’ Gerhana Matahari Total

Pernah melihat kelelawar yang beraktifitas di siang hari? Atau penyu yang bertelur di siang bolong? Tentunya tidak pernah kan? Kelelawar termasuk hewan noktural yang biasa keluar dari sarangnya pada malam hari. Contoh lain hewan yang berperilaku aneh seperti ini salah satunya adalah luwak, tikus dan beberapa jenis serangga. Sementara itu, penyu secara alamiah memang melakukan aktifitas bertelur di malam hari.

Hewan tertipu gerhana [image source]
Hewan tertipu gerhana, seperti kelelewar [image Source]
Saat terjadi gerhana matahari total tahun 1988 di Indonesia, hewan-hewan tersebut pernah ‘tertipu’ karenanya. Meredupnya sinar matahari membuat mereka mengira hari sudah menunjukkan waktu malam. Para hewan noktural inipun segera keluar sarang. Sebaliknya, hewan siang segera mengakhiri aktifitasnya karena mengira malam sudah datang. Munculnya perilaku unik ini kemudian berhasil memancing ilmuwan Jepang untuk jauh-jauh melakukan penelitian ke Indonesia.

5. Bangganya Gerhana Matahari Total 2016 Dimonopoli Oleh Indonesia

Biasanya gerhana matahari total bisa dinikmati oleh berbagai negara. Namun ada satu hal istimewa yang akan terjadi di 9 Maret 2016. Gerhana matahari total 2016 dipastikan hanya akan bisa dinikmati dari wilayah Indonesia. Kondisi ini tentu akan sangat istimewa karena di hari itu semua mata akan tertuju pada Indonesia.

Jalur gerhana di indonesia [image source]
Jalur gerhana di Indonesia tahun ini [image Source]
Tidak hanya ilmuwan yang dipastikan tertarik untuk datang, para turis asing dan pers dari berbagai belahan dunia pasti ikut datang, baik untuk penelitian, wisata gerhana, maupun untuk kepentingan berita. Salah satunya adalah pendiri Google, Sergey Brin, yang diberitakan akan mellihat gerhana matahari di Ternate. Putri Kerajaan Thailand, Maha Chakri Sirindhorn, dikabarkan juga akan datang ke Ternate untuk kepentingan yang sama.

BACA JUGA: 5 Negara Muslim ini Dikenal Memiliki Penduduk Wanita yang Super Cantik

Nah, itu dia beberapa cerita unik dari fenomena gerhana matahari total yang pernah terjadi di Indonesia. Catat nih, di tanggal 9 Maret 2016 akan menyusul fenomena gerhana yang selanjutnya. Lapan mencatat gerhana matahari akan terjadi di Indonesia timur sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan pukul 07.30 untuk wilayah Indonesia barat. Masih menurut Lapan, akan ada 11 Provinsi yang bakal dilewati gerhana matahari total tersebut. Wilayah itu meliputi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Jadi jangan sampai dilewatkan ya!