Indonesia memang negara maritim yang dikelilingi oleh laut serta perairan yang luas. Bukan hal yang mengherankan jika tanah air ini kerap diguncang bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, gempa hingga tsunami.

Pada Minggu (29/07) Gempa Lombok kembali mengguncang salah satu destinasi yang dinobatkan sebagai pulau terindah versi majalah Travel and Leisure ini. Berkekuatan 6,4 SR, ada banyak properti yang hancur dan roboh. Bahkan Pulau Bali pun pernah merasakannya. Beberapa media asing ikut meliput apa yang terjadi di Lombok ini. Nah, mengenai kejadian bencana yang pernah menjadi sorotan, ini bukan kali pertamanya Sahabat. Sebelum kejadian gempa Lombok, peristiwa guncangan lain juga pernah menjadi buah bibir banyak orang.

Gempa Pidie Aceh, 2016

Tahun 2004 mungkin menjadi periode paling mengerikan bagi semua warga Aceh. Pasalnya tsunami melibas 120 ribu nyawa dalam beberapa menit saja. Pada 7 Desember 2016 juga terjadi hal yang tak kalah menakutkan, Pidie Jaya, salah satu provinsi Aceh digoyang gempaberkekuatan 6,5 SR dengan 100 kali gempa susulan. Meski tak berdampak tsunami, bencana alam ini menyebabkan banyak sekali kerugian. Gempa terjadi pada pukul 5.03 WIB tersebut menewaskan sedikitnya 104 orang.

Kerusakan Gempa Pidie Jaya [Sumber gambar]
Tak hanya itu, BNPB mencatat 11.730 rumah rusak akibat gempa, ratusan ruko roboh, 14 masjid rusak parah, serta sekolah dan rumah sakit pun ikut hancur. Karena banyaknya kerugian yang terjadi beberapa media asing juga ikut menyorot, seperti ABC News Australia, Japan Times, media China Xinhua yang berfokus membahas efek gempa, serta media ternama Inggris, BBC news menulis soal adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Gempa Cilacap Jawa Tengah, 2017

Pada akhir Desember 2017, bumi Jawa diguncang oleh gempa tektonik berkekuatan 6,9 SR yang berpusat 63 km dari Tasikmalaya, Jawa Tengah. Seperti dilansir dari Liputan6, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa. Meski lebih besar dan dinyatakan berpotensi tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa Jawa ini tak memakan banyak korban, hanya 4 orang yang tewas dan 36 lainnya luka-luka.

Rumah roboh dan warga yang mengungsi [Sumber gambar]
Meskipun begitu, banyak media asing yang mengangkat berita ini, seperti beberapa portal berita Amerika (USA Today, Chicago Tribune, CNN), The Guardian yang membahas banyaknya kerugian materi yang dialami Indonesia, serta media asing Singapura The Straits Times, yang turut membahas soal adanya peringatan tsunami akibat gempa tersebut.

Gempa Banten, Januari 2018

Awal tahun kemarin, giliran Banten yang dilanda bencana. Gempa berkekuatan 6,1 SR ini terjadi pada pukul 13.34 WIB di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa. Meski pusat getaran ada di Samudera Hindia, mereka yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor sangat merasakan efek dari gempa. Aktivitas kerja pun dihentikan dan dilakukan evakuasi. Hiruk pikuk ini rupanya cukup menyedot perhatian asing, beberapa artikel diangkat oleh situs berita internasional.

Rumah dan jalanan yang retak [Sumber gambar]
Salah satu media yang menulis tentang gempa Banten ini adalah New York Times dengan artikel dengan tajuk “Offshore Quake Rattles Indonesia, Sending Jakarta Into a Panic”. Akibatnya, satu orang tewas, beberapa lain luka ringan. Sedangkan kerugian materi dibuktikan dengan ribuan rumah yang runtuh, beberapa sekolah dan rumah sakit, masjid juga mengalami rusak ringan hingga rusak berat.

Gempa Lombok, Juli 2018

Yang paling anyar adalah gempa Lombok yang baru terjadi kemarin (29/18). BMKG menjelaskan, gempa berkekuatan 6,4 SR itu terjadi karena  aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik, seperti dilansir dari detik.com. laporan sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada 15 korban meninggal –termasuk satu turis asing, puluhan lain mengalami luka, serta ribuan rumah roboh.

Gempa Lombok [Sumber gambar]
Sejumlah portal media asing juga mengangkat isu ini, seperti situs media AS lainnya, CBS, mengangkat berita tentang longsor yang terjadi di Gunung Rinjani dan penutupan lokasi tersebut. Sampai berita ini ditulis, masih ada 133 kali gempa susulan, bahkan sejak subuh (30/07) BMKG masih terus memberi himbauan agar tetap waspada.

Mengenai hal ini, Lombok dan sekitarnya harus tetap waspada karena guncangan susulan masih terus terjadi. Berita mengenai bencana ini jelas cepat sekali tersebar, apalagi Lombok merupakan salah satu destinasi yang paling dicari oleh turis asing sebagai tempat menghabiskan liburan mereka. Kita doakan saja, semoga tak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan dan gempa segera usai.