Satu lagi film Indonesia yang tak boleh dilewatkan kehadirannya. Berjudul Dua Garis Biru, film yang dibintangi oleh Zara JKT48 dan pesinetron Angga Yunanda sempat mendapat jalanan terjal dalam dunia hiburan tanah air. Dilihat dari judulnya, pasti banyak yang enggak ngeh apa maksud Dua Garis Biru tersebut.

Namun, ketika sudah melihat cuplikan adegan, Dua Garis Biru adalah analogi dari sebuah test pack yang menunjukkan positif hamil. Film Dua Garis Biru yang disutradarai oleh seorang wanita bernama Gina S Noer, sempat mendapat penolakan dan dipetisikan oleh masyarakat. Sebelum nanti tayang di 11 Juli 2019, Sahabat Boombastis wajib tahu 4 hal mengenai film ini dulu, nih!

Dipetisikan karena dianggap menjerumuskan

Baru saja dikeluarkan cuplikan film Dua Garis Biru, belum trailer, loh, ya, sebuah petisi muncul di change.org. Masyarakat menandatangani petisi yang berjudul “Jangan Loloskan Film yang Menjerumuskan! Cegah Dua Garis Biru di Luar Nikah,” karena merasa banyak remaja yang akan ikut-ikutan seks bebas dan mengalami apa yang dilakukan Dara (Zara JKT48) dan Bima (Angga Yunanda) dalam film.

Petisi film Dua Garis Biru [sumber gambar]
Di sisi lain, fans JKT48 alias Wota juga enggak rela Oshi-nya disentuh cowok apalagi sampai hamil. Beruntungnya, sang produser, Chand Parwez Servia tanggap dan mengklarifikasi serta mencabut petisi tersebut. Menurutnya, materi dari film ini cukup positif dan memiliki pesan yang bisa direnungkan bagi remaja juga para orang tua di era zaman now, dikutip dari liputan6.com.

Film untuk Zara-Angga dan didaftarkan ke Festival Film Internasional Cannes 2019

Bukan hanya memberikan klarifikasi, Chand Parwez Servia juga mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan film Dua Garis Biru khusus unutk Zara JKT48 dan Angga Yunanda. “Dari awal, saya mempersiapkan dua karakter utama di film ini untuk Angga dan Zara. Mereka terpilih karena bakat yang besar dan dedikasi terhadap pekerjaan,” ungkapnya, dikutip dari liputan6.com.

Klarifikasi Produser Chand Parwez Servia [sumber gambar]
Istimewa banget, dong, Zara dan Angga kalau sampai dapat special request dari pak Produser. Terlebih lagi, Chand Parwez Servia sudah tahunan berkecimpung dalam dunia film, sehingga prediksinya tak akan meleset. Selain itu, Chand Parwez Servia juga sempat mendaftarkan film Dua Garis Biru ke dalam Festival Film Internasional Cannes 2019, sesi Director’s Fortnight.

Rara Sekar terpilih untuk mengisi OST

Tak hanya Isyana Sarasvati yang dipuji-puji berkat penampilannya yang keren ketika membawakan lagu A Whole New World untuk OST film Aladdin. Rara Sekar, sang kakak pun tak mau kalah. Lagu-lagunya terpilih untuk menjadi OST resmi film Dua Garis Biru. Lagu-lagunya bersama Banda Neira saja sudah bikin merinding, bagaimana ketika dimasukkan dalam film.

Dua lagu Rara Sekar yang sudah terekspose menjadi OST film Dua Garis Biru adalah Growing Up, proyeknya bersama Daramuda (Danilla, Rara Sekar, dan Sandrayati Fay) dan Biru, lagunya ketika masih berada di Banda Neira, featuring dengan Gardika Gigih. Sentuhan suara Rara Sekar membuat emosi ketika menonton trailer film Dua Garis Biru membuncah. Tak ayal, hingga saat ini video trailer film Dua Garis Biru masih nangkring di trending nomo 1 YouTube Indonesia.

Banyak yang bilang seperti film Juno

Jika Sahabat Boombastis kini berada dalam usia 23 hingga 26 tahunan, pasti enggak asing dengan film Amerika Serikat berjudul Juno. Sinopsis ceritanya juga enggak jauh beda dengan film Dua Garis Biru, dua remaja yang masih SMA berpacaran dan tidak sengaja melakukan seks bebas hingga akhirnya hamil.

Film Juno [sumber gambar]
Hanya saja Juno dikemas dengan cara yang ringan dan enggak banyak drama, sehingga relate banget dengan kehidupan remaja Amerika Serikat hamil di luar nikah. Sedangkan film Dua Garis Biru dibuat semirip mungkin dengan kondisi yang bakal dialami oleh remaja Indonesia—dikaitkan dengan agama hingga dipandang miring oleh banyak orang, termasuk orang tua sendiri.

BACA JUGA: Tayang di Bioskop Sih, tapi 6 Film Ini Terpotong Durasinya karena Tak Lulus Sensor

Dilansir dari mojok.co, Haris Firmansyah sang kolumnis menyebutkan bahwa film Dua Garis Biru mengingatkan dirinya akan sinetron Pernikahan Dini yang dibintangi oleh Agnez Mo dan Sahrul Gunawan. Alih-alih kepengin melakukan apa yang ada dalam sinetron tersebut, ia malah takut dan bahkan mungkin enggak sanggup melakukan apa yang dua karakter utama dalam sinetron Pernikahan Dini lakukan.

Seperti kata YouTuber Arief Muhammad dan Tiara Pangestika, mengedukasi itu lebih susah daripada menghibur. Tak ayal, film edukasi seperti Dua Garis Biru ini sempat mendapat penolakan dari masyarakat.