in

Budaya Tiongkok Hingga Terbuat dari Batu Meteor, Ini 4 Fakta Keris Sebagai Pusaka Indonesia

Keris adalah salah itu senjata asli Indonesia yang berasal dari Pulau Jawa. Nah, kalau membahas keris ini pastinya tak dapat dipisahkan dari hal-hal mistis, bahkan sebagian orang percaya bahwa benda tersebut memiliki ‘tuah’ tersendiri di dalamnya. Tak jarang ada yang menganggap keris punya kesaktian tersendiri.

Kalau dulu keris digunakan sebagai senjata, berbeda halnya dengan saat ini di mana keris dijadikan sebagai warisan budaya. Ketika kamu ke museum, rumah pusaka, tentu akan banyak sekali senjata yang disimpan di sana dan sudah masuk barang antik. Sebenarnya, masih ada berapa hal lagi yang tidak banyak orang ketahui tentang keris, berikut akan Boombastis.com ulas lengkapnya.

Keris dulunya dibuat dengan batu meteor

Pembuatan keris [Sumber gambar]
Melansir merdeka.com, zaman dahulu keris dibuat dari batu meteor karena dinilai mengandung zat titanium yang tahan terhadap panas dan karat. Para Mpu (pembuat keris) diperkirakan sudah membuat keris dari bahan di atas sejak abad 12-13. Mengenai pengetahuan tentang titanium juga tidak diketahui pasti dari mana mereka mengetahui keunggulan tersebut. Keris yang terbuat dari batu meteorit ini banyak sekali ditemukan di era kerajaan Mataram dan Majapahit. Peninggalan kesultanan kerajaan tersebut rata-rata indah dan ringan ketika dibawa.

Keris dipengaruhi oleh budaya Tiongkok

Pengaruh dari budaya Tiongkok [Sumber gambar]

Keris ternyata tak hanya disukai oleh orang Indonesia saja, ia juga dikenal di Tiongkok. Bahkan jika dirunut dari sejarah, keris banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Seperti dilansir dari viva.co, seorang kolektor keris bernama Hengki Joyopurnomo menyebutkan bahwa sebelum abad 13 masuk ke Indonesia, dunia keris lebih dulu dikenal di daratan Tiongkok. Kala itu, keris disebut ershiwu shi, yang artinya benda khusus. Karena sering dibawa oleh para pedagang yang datang ke Indonesia, masyarakat menjadi familiar dengan keris. Lambat laun, keris malah menjadi senjata khas Indonesia. Pengaruh budaya Tionghoa sendiri bisa dilihat dari keris-keris yang berukir naga.

Bentuknya sangat sederhana dulu

Keris zaman dahulu [Sumber gambar]
Karena dulu pembuat keris menempa benda ini dengan manual, hasilnya akan sangat berbeda dengan keris zaman sekarang yang sudah menggunakan mesin bukan? Dilansir dari detik.com, keris pada zaman pra-Kediri dan Singosari disebut Keris Buda. Keris inilah yang kelak menjadi cikal bakal keris zaman sekarang. Bentuknya sangat sederhana dan tanpa pamor. Bentuknya juga belum kece seperti sekarang, masih tebal dan besar. Keris dulu lebih mirip dengan belati tikam, mungkin karena memang fungsinya digunakan untuk berperang.

Pembuat keris paling legendaris

Ken Arok dan keris Mpu Gandring [Sumber gambar]
Kalau ditanya siapa pembuat keris paling sakti dan dikenal se-nusantara, jawabannya hanya satu Empu Gandring. Seperti pernah diulas oleh Boombastis.com sebelumnya, Empu Gandring adalah orang yang ditugaskan oleh Ken Arok untuk membuat kerisnya. Namun, waktu yang dijanjikan belum datang, Ken Arok sudah datang untuk mengambil keris tersebut. Hal tersebut membuat Empu Gandring murka, walau pada akhirnya ia harus terbunuh di tangan Ken Arok dengan keris yang ia buat sendiri. Tapi, sebelum meninggal ia sempat mengutuk bahwa kelak keris itu pula-lah yang akan membunuh Ken Arok dan keturunannya. Nyatanya, hal tersebut memang terbukti kebenarannya.

Keris memang sering kali dikeramatkan karena dianggap sebagai barang pusaka. Banyak orang yang memiliki keris namun kemudian tak mampu menjaganya hingga diserahkan kepada mereka yang merawat pusaka. Di luar fakta di atas, keris tetap dikenal sebagai senjata khas Indonesia yang pamornya tersebar hingga mancanegara.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Kisah Mantan Ojek Payung yang Kini Sukses Kaya Raya dan Menjadi Ketua Ferrari Indonesia

Internet Dikabarkan akan ‘Tewas’ Selama 48 Jam, Inilah Hal yang Mungkin Terjadi