Sosok Muhammad Fajrin Rasyid kini menjadi perbincangan hangat setelah ditunjuk menjadi Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Dirinya menjadi direktur milenial yang ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir lantaran usianya yang di bawah 40 tahun.

Fajrin sendiri dikenal memiliki pengalaman panjang di bisnis digital. Dirinya merupakan presiden sekaligus menjadi salah satu pendiri platform toko daring (e-commerce) Bukalapak. Menariknya, ia ternyata pernah berjualan mie ayam di awal-awal mendirikan Bukalapak. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Sempat berjualan mie ayam saat kuliah

Fajrin merupakan rekan satu angkatan dengan Ahmad Zaky yang merupakan founder Bukalapak.com, yang sama-sama menempuh studi di Institut Teknologi Bandung. Keduanya pun pernah iseng berjualan mie ayam di asramanya guna menambah penghasilan.

Sempat berjualan mie ayam bersama Ahmad Zaky semasa kuliah [sumber gambar]
Karena hanya bisnis iseng-iseng, mie ayam dagangannya tak laku alias sepi pembeli. Hal ini terjadi terus menerus hingga keduanya terpaksa menutup usahanya tersebut. Meski demikian, pertemanan keduanya tetap berjalan hingga Fajrin dan Zaky berhasil lulus dan wisuda sebagai sarjana.

Lulusan ITB yang berkecimpung di dunia digital

Usai menyelesaikan pendidikannya di ITB pada 2010, Fajri yang berhasil meraih predikat Summa Cumlaude (IPK 4,0) diterima bekerja sebagai konsultan bisnis di Boston Consulting Group (BCG). Sebelumnya, ia pernah menjadi web developer di operator seluler Indosat selama kurang dari setahun pada 2007 dan 2008 di lembaga milik PBB, UN-APCICT.

Sosok yang berpengalaman bekerja di dunia digital [sumber gambar]
Karir Fajrin sebagai konsultan bisnis di Boston Consulting berlangsung sejak November 2009 hingga April 2011. Selepas dari sana, ia diajak oleh Zaky untuk ikut mengurus keuangan Bukalapak di awal-awal berdiri. Pengalaman sebagai konsultan bisnis di Boston Consulting Group (BCG) dinilai bisa membantu Bukalapak untuk berkembang.

Berhasil membawa Bukalapak menjadi salah satu e-commerce besar di Indonesia

Fajrin yang akhirnya ditunjuk sebagai Chief Financial Officer (CFO) Bukalapak, diserahi tanggung jawab untuk mengatur keuangan perusahaan, menyusun anggaran dan menjalin hubungan dengan investor, hingga memantau manajemen arus kas dan keuangan. Bersama dengan Zaky, Fajrin berhasil melambungkan kinerja Bukalapak.

Ikut berjuang membesarkan Bukalapak [sumber gambar]
Sebanyak 5 juta pedagang online di seluruh Indonesia berhasil diberdayakan oleh Bukalapak. Prestasi tersebut membuat e-commerce tersebut dilirik oleh investor asing dengan menyuntikan dana investasi mereka hingga puluhan triliun. Dari pendanaan seri F oleh Shinhan GIB asal Korea Selatan pada 2019 silam, nilai valuasi Bukalapak mencapai US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun.

Ditunjuk sebagai Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia

Keberhasilan Fajrin membawa Bukalapak sebagai salah satu start up unicorn dengan valuasi puluhan triliun, membuat Menteri BUMN Erick Thohir tertarik. Ia pun ditunjuk menjadi Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), yang diumumkan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019.

Dengan penunjukan dirinya sebagai Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero), Fajrin yang juga pernah mengenyam pendidikan di Stanford University Graduate School of Business ini juga melepas tanggung jawabnya di Bukalapak.

BACA JUGA: Kisah Achmad Zaky Dirikan Bukalapak: Pernah Jualan Mie Ayam Hingga Tidur di Garasi Kecil

Menempati posisi barunya sebagai Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero), Fajrin resmi menggantikan Faizal R. Djoemadi yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut. Sebagai direktur milenial di perusahaan seperti Telkom, tentu masyarakat menantikan kiprahnya bersama BUMN tersebut. Kita tunggu saja ya Sahabat Boombastis.