4 Fakta Sebenarnya Tentang Joged Bumbung yang Sering Disebut “Goyang Syahwat”

Inovasi kelewatan dari para oknum membuat nama tradisi jadi tercoreng

oleh Arief Dian
13:00 PM on Nov 25, 2017

Beberapa waktu yang lalu sempat viral mengenai  video para pemuda yang sedang melakukan tarian bersama para penari Bali. Namun yang jadi masalah, adalah joged yang dilakukan terkesan erotis bahkan dilihat oleh anak di bawah umur. Usut punya usut, tarian yang dilakukan itu disebut “joged bumbung” salah satu tradisi yang ada di bali.

Masih soal joged bumbung, siapa sangka masyarakat Bali sendiri menolak adanya tarian itu. Usut punya usut, mereka memang mengakui joged bumbung, namun tidak yang seperti yang sekarang yang lebih ke arah tarian erotis. Lalu kenapa bisa demikian? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI
UU Menikahi Teman Sekantor Disahkan, Inilah 4 Hal Merugikan yang Mungkin Bisa Terjadi

Joget “Bumbung” saat ini dekat dengan aktivitas birahi

Image mengenai tarian asli Bali yang satu ini identik dengan kesan negatif. Pasalnya setiap pagelaran ini diadakan selalu banyak lelaki “hidung belang” yang siap menanggap. Itu bukan hal yang aneh mengingat tarian yang disuguhkannya juga sangat erotis.

Dianggap erotis [image source]
Bayangkan saja para penari perempuan menari begitu seksinya sambil menarik para penonton maju ke depan. Bahkan tak jarang para penari itu malah mempertunjukkan gerakan layaknya orang bersenggama dengan para pria yang ditarik tadi. Mirisnya hal itu dilakukan di tempat umum di mana anak-anak  di bawah umur pun bisa melihatnya.

Inovasi kebablasan beberapa oknum membuat joged bumbung keluar dari pakemnya

Siapa sangka ternyata menurut wujud asli joged bumbung ternyata tidak seperti yang ada saat ini. Pasalnya tarian asli khas Bali itu sejatinya malah menjunjung tinggi etika dan estetika yang ada. Bisa dibilang kalau joged bumbung erotis yang viral di dunia maya itu, sudah keluar dari pakem yang ada.

Penari joged bumbung sesuai pakem [image source]
Memang benar kadang penari, mengajak penonton untuk berjoged bersama ke depan, hanya sekedar menggoda saja tanpa melakukan gerakan erotis.  Para penari itu sendiri juga mesti menjaga diri agar tidak kelewatan saat joged bersama penonton. Namun sayang beberapa oknum melakukan inovasi secara kebablasan, alhasil joged bumbung malah mendapat citra negatif karena hal tersebut.

Sejarah joged bumbung yang sangat jauh dari kesan erotis

Siapa sangka menurut sejarahnya sendiri sama sekali tidak ada kesan erotis yang ada di dalamnya. Ya, joged bumbung diawali sebuah tradisi di daerah Buleleng hingga menyebar ke daerah lainnya di Bali. Awalnya joged ini dimainkan oleh sekelompok petani yang melepas penat, mereka memainkan musik dan tarian sederhana.

Jauh dari kerotisan [image source]
Namun siapa sangka dari hiburan simple itu benar-benar menjadi sebuah refershing buat mereka hingga akhirnya dilakukan terus menerus dan menjadi tradisi. Joged bumbung dulu juga hanya berlenggok ke kanan –kiri, sekarang diimprovisasi kelewatan hingga seperti saat ini.

Joged bumbung sendiri di Bali sudah dilarang, namun masih banyak yang mempraktekkan

Lantaran praktek joged bumbung erotis yang sangat memprihatinkan, pemerintah di sana sempat mengeluarkan larang mengenai pementasan tarian ini. Ya, selain sudah sangat jauh keluar dari pakem, adanya tari erotis ini juga bisa mencemarkan nama baik pulau dewata. Namun sayang secara diam-diam masih banyak yang menggelar joged “panas”  seperti saat kejadian penggalian dana trail advanture beberapa waktu yang lalu.

Sering kecolongan [image source]
Di lain sisi,  praktek joged bumbung yang sesuai dengan pakem tetap boleh diadakan bahkan malah didukung, tentu juga ada pengawasan. Selain buat menunjukkan wujud tradisi asli itu, juga memperbaiki citra buruk dari joged bumbung yang selama ini tercoreng.

Ya, jika dilihat dari sejarahnya, memang joged bumbung bukanlah sebuah tarian erotis seperti yang saat ini sering ditemui. Sejatinya hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar jangan sampai nama tradisi ini jadi tercoreng. Caranya dengan mencintai budaya Indonesia agar tahu pakem-pakem asli dari joged ini.

 

 

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya
BACA JUGA