Hiruk pikuk persoalan yang tengah dialami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini tengah menjadi sorotan oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah pro dan kontra soal terpilihnya Inspektur Jenderal Poliss (Irjen Pol) Firli Bahuri sebagai Ketua KPK masa bakti 2019-2013. Dilansir dari Kompas, ia terpilih setelah memperoleh suara terbanyak dari hasil voting yang dilakukan dalam Rapat Pleno Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Tentu saja, ada hal menarik tentang sosok Firli yang kini telah resmi menjadi Ketua KPK yang baru. Bahkan, peristiwa terpilihnya perwira Polri itu juga sempat menimbulkan pro dan kontra oleh beberapa kalangan. Meski demikian, hal tersebut tak menghalangi perolehan suara terbanyak yang membuat Firli akhirnya menduduki jabatan sebagai Ketua KPK. Seperti apa sosoknya? Simak ulasan berikut.

Sosok perwira Polisi yang memiliki karir bagus di tubuh Polri

Sosok perwira Polri yang memiliki karir bagus [sumber gambar]

Perjalanan karir Irjen Pol Firli Bahuri termasuk sangat bagus selama menjadi anggota Polri. Lulusan AKABRI 1990 itu tercatat pernah menduduki berbagai posisi penting seperti Ajudan Wapres RI (2014) dan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2017 silam. Untuk lembaga seperti KPK sendiri, perwira kelahiran 8 November 1963 itu sempat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK pada 2018. Kini, dirinya terpilih sebagai Ketua KPK untuk masa bakti 2019-2023.

Banyak didukung anggota DPR hingga terpilih sebagai Ketua KPK

Didukung anggota DPR dan terpilih sebagai Ketua KPK [sumber gambar]

Menariknya, ada banyak dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mendukung Firli untuk menjadi Ketua KPK. Dilansir dari Liputan 6, sejumlah nama dari berbagai fraksi seperti Anwar Rachman (PKB), Wa Ode Nur Zainab (PAN), dan Jackie Uly (Nasdem), siap mendukung Firli menjadi pimpinan KPK. Alhasil, dirinya pun terpilih setelah memperoleh suara terbanyak dalam Rapat Pleno Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Memiliki harta kekayaan sebesar Rp 18 miliar

Memiliki harta kekayaan sebesar Rp 18 miliar [sumber gambar]

Sebagai seorang perwira tinggi Polri dan Ketua KPK terpilih untuk masa bakti 2019-2023, Firli juga diketahui memiliki kekayaan sebesar Rp 18 miliar. Hal ini berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan tanggal pelaporan 29 Maret 2019, dan memiliki jumlah sebesar Rp 18.226.424.386. Kekayaan tersebut dibagi atas kepemilikan aset seperti tanah, bangunan, mobil hingga kas dan setara kas.

Pemilihan Firli sebagai Ketua KPK sempat menjadi sorotan

Sosok Ketua KPK terpilih yang sempat menuai pro dan kontra [sumber gambar]

Meski telah resmi terpilih sebagai Ketua KPK, hal tersebut ternyata banyak menuai pro dan kontra sekaligus menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya adalah Penasihat KPK Tsani Annafari yang memilih mundur dari jabatannya. Dilansir dari Liputan 6, pengunduran dirinya itu dilakukan sebagai sinyal adanya permasalahan di lembaga antirasuah periode 2019-2023 yang akan dinakhodai Firli. Di sisi lain, terpilihnya alumnus AKABRI 1990 itu juga banyak ditentang karyawan KPK sendiri.

Ketua KPK masa bakti 2019-2013 yang justru ditolak karyawan KPK sendiri

Ilustrasi karyawan KPK [sumber gambar]

Tercatat, Sebanyak 500 pegawai KPK menandatangani penolakan terhadap Irjen Firli untuk menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023. Ya, banyak yang tidak setuju atas terpilihnya Firli karena beberapa sebab, seperti dugaan adanya pelanggaran kode etik saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Penindakan KPK. Bahkan menurut Penasihat KPK Tsani Annafari yang dillansir dari Kompas menjelaskan, penolakan tersebut menunjukkan bahwa para pegawai KPK tidak mau dipimpin oleh seseorang yang bermasalah.

BACA JUGA: Mengenal OTT KPK yang Bikin Koruptor Kalang Kabut dan Kapok Tinggal di Indonesia

Meski menimbulkan pro dan kontra di sana-sini, toh Irjen Pol Firli Bahuri telah resmi terpilih sebagai Ketua KPK untuk lima tahun ke depan. Tak perlu ribut satu sama lain, cukup kita doakan dan berharap agar dirinya bisa mengemban amanah untuk memberantas koruptor di negeri ini.