in

5 Penyebab Orang-orang Maluku Dikenal Pemberani Menjalani Profesi Sebagai Debt Collector

Sejak dahulu kala, orang-orang Maluku memang dikenal sebagai sosok pemberani dan pekerja keras. Karena kelebihan inilah, mereka banyak bergelut dibidang yang boleh dibilang-beresiko tinggi dan membutuhkan nyali yang besar. Berdasarkan investigasi yang dikutip dari vice.com, Warga perantau Maluku di Jakarta tak membantah sering jadi andalan dunia perbankan buat menagih utang.

Alhasil, dunia tagih menagih itu pun semakin subur dan berkembang di Indonesia dan banyak didominasi oleh etnis Maluku. Di balik kerasnya profesi tersebut, keberanian orang Maluku bergelut dengan nyali nyata telah terbentuk sejak lama. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Berawal dari sejarah perjuangan rakyat Maluku yang gigih melawan Belanda

Ilustrasi perlawanan rakyat Maluku [sumber gambar]
Menurut salah seorang penagih hutang yang bernama Ferry Lasatira yang dilansir dari vice.com mengatakan, keberanian etnis Maluku terkait dengan sejarah panjangnya perjuangan rakyatnya yang melawan kolonial Belanda di abad 19. Di mana orang-orang Maluku selalu dikirim ke garis depan dalam peperangan, bahkan jauh sebelum Indonesia berdiri.

Ikatan erat antar sesama etnis yang membuat posisi mereka semakin kuat

Persatuan yang kuat antar etnis Maluku [sumber gambar]

Karena dilatarbelakangi pengalaman di masa lalu, rasa persatuan di kalangan etnis Maluku terasa semakin kuat. Terlebih bagi mereka yang kerap merantau keluar dari daerah asalnya. Di tanah asing itulah, mereka membangun persaudaraan yang solid dan kelak menjadi jaringan penting untuk mencari pekerjaan. Ferry Lasatira yang dilansir dari vice.com mengatakan, dari ikatan tersebut, tidak jarang jika seorang penagih utang lantas mengajak kawan-kawan lainnya untuk terjun ke dunia yang sama. Karena telah menjadi semacam tradisi, hal itulah yang akhirnya yang membuat orang Maluku identik dengan debt collector.

Tumbuh semakin subur di era pemerintahan Soeharto

Ilustrasi debt collector [sumber gambar]
Saat dunia perbankan di Indonesia mengalami booming pada akhir 1980-an, pekerjaan seperti debt collector akhirnya banyak dimanfaatkan oleh industri keuangan. Laman vice.com menuliskan, Indonesia saat itu mengalami dampak penurunan harga migas setelah sempat berjaya di era 1970-an. Maka pemerintah mulai menyusun serangkaian paket kebijakan ekonomi untuk menggenjot pendapatan negara lewat industri perbankan. Dari peraturan tersebut, pemerintah pun mempermudah masyarakat untuk mendirikan bank swasta, di mana para debt collector ikut berkecimpung di industri tersebut.

Sosok etnis yang dikenal sebagai pemberani dan pekerja keras

Karakter etnis Maluku yang tegas dan pemberani, membuat mereka sukses dalam melakoni profesi sebagai debt collector alias penagih hutang. Dalam menjalankan pekerjaannya di lapangan, mereka dikenal dengan semangat dan etos pantang menyerah. Terlebih, para debt collector tersebut sering berhadapan dengan bermacam-macam orang dengan karakter yang berbed-beda. “Orang berani kasih kita pekerjaan (menagih utang) karena kita punya prinsip,” kata Ferry. “Gimana kami bisa mendatangi orang kalau kami takut?” sambungnya yang dikutip dari vice.com.

BACA JUGA: John Kei, Sosok Preman Sangar Penguasa Dunia Hitam Ibukota

Dunia tagih menagih memang banyak diisi oleh mereka yang bernyali besar dan pekerja keras seperti etnis Maluku di atas. Meski kerap dipandang miring, toh profesi tersebut nyatanya mempunyai tujuan mulia. Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Ina Primiana yang dikutip dari vice.com mengatakan, industri penagihan utang tidak bisa dipisahkan dari dunia jasa keuangan, di mana keberadaan mereka ibarat jaring pengaman bagi aset-aset bank yang dipinjamkan.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Membongkar Rahasia Peserta CPNS yang Tak Lolos Meski Nilai Jauh di Atas Rata-rata

Kenalan dengan Clairine Clay dan Devina Aureel, Selebgram yang Disebut ‘Cantik-cantik Gila’