Setelah lama tak terdengar kabarnya, PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) akhirnya secara resmi meluncurkan kendaraan buatannya. Dilansir dari Merdeka, mobil pick-up Bima 1200 cc dan 1.300 cc merupakan jenis mobil yang dilepas di pasaran otomotif Indonesia. Bahkan Presiden Joko Widodo sempat mencoba kendaraan dibanderol dengan harga Rp110 sampai Rp150 juta on the road tersebut.

Dalam perjalanannya, keberadaan Esemka sempat menjadi viral lantaran banyak yang berharap agar produk tersebut menjadi mobil nasional (mobnas). Meneruskan kejayaan Timor yang kini telah ditutup. Karena sempat timbul tenggelam, sosok Esemka juga tak luput dari komentar warganet di Tanah Air. Ada yang mengkritik secara tajam, namun tak sedikit pula yang memuji. Mengapa demikian? Simak ulasan berikut.

Dianggap mirip mobil produk pabrikan China

Seperti yang kita tahu, komentar bahwa Esemka meniru model dari mobil pabrikan China memang santer terdengar beberapa waktu lalu. Bahkan hingga kini resmi dilepas ke pasaran, hal tersebut masih mengiringi sosok Esemka Bima dan disebut-sebut mirip Changan Star MD021, mobil produksi dari Cina. Alhasil, hal ini membuat Dwi Budhi Martono, guru teknik otomotif SMK Negeri 2 Surakarta yang dikenal sebagai salah satu inisiator mobil Esemka, angkat bicara.

Mitsubishi merintis industri jip menggunakan Willis (merek legendaris dari AS) pada 1942. India merintis Tata menggandeng Fiat (produsen mobil Italia). Malaysia merintis Proton menggunakan Mitsubishi. Dan tidak ada masyarakat mereka yang berkomentar negatif karena mereka memiliki NASIONALISME,” tulisnya dalam sebuah grup WhatsApp yang dikutip dari Otomotif Tempo.

Kemunculannya yang serba misterius

Salah satu sebab yang kerap membikin gerah warganet adalah, keberadaan Esemka yang serba misterius. Sempat muncul pertama kali dan menjadi kendaraan dinas Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Walikota Solo, keberadaan Esemka kemudian tenggelam tak ada kabar. Tak lama berselang, muncul sebuah foto sebuah mobil putih di atas sebuah truk yang diduga merupakan prototype mobil Esemka berjenis SUV.

Alhasil, hal ini pun mengundang reaksi dari masyarakat luas yang kerap mengomentari hal tersebut. Pada tahun 2012, Esemka sempat menemui kegagalan saat melakukan uji emisi, namun akhirnya berhasil di tahun yang sama. Namun sejak saat itu, Esemka versi produksi massal belum juga menampakkan batang hidungnya. Menunggu selama 11 tahun lamanya, tak heran jika banyak warganet yang kemudian mengomentari hal tersebut.

Kerap dikaitkan dengan hal-hal yang berbau politik

Esemka yang merupakan produk asli dalam negeri, sayangnya kerap dikait-kaitkan dengan persoalan politik salah tokoh publik tanah air. Beberapa pihak masih menganggap bahwa mobil tersebut menjadi kendaraan politik Joko Widodo (Jokowi). Padahal, presiden ke-7 Indonesia itu hanya mendorong agar kendaraan yang dibuat bisa segera melakukan uji emisi dan layak jalan.

Pun setelah jadi, Esemka kemudian diserahkan dan dikelola sepenuhnya oleh industri yang bersangkutan. Baik perakitan hingga penjualan secara massal. “Sebagai wali kota saat itu saya dukung upaya mereka. Sekarang pun begitu. Industri yang kerjakan, pemerintah hanya mendukung. Masak Presiden buat pabrik dan bikin mobil Esemka sendiri,” kata Jokowi dalam sebuah unggahan Video YouTube yang dikutip dari akun metrotvnews.

BACA JUGA: 5 Fakta Mengejutkan Mobil Esemka, Si Gahar Buatan Anak Bangsa

Menurut Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya, ia menegaskan bila Esemka bukan lah produk mobil nasional. Meski demikian, sudah sepatutnya kita berbangga dengan kehadiran produk otomotif tersebut. Selain merupakan buatan anak bangsa, hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia juga bisa menciptakan mobil secara mandiri. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?