Usaha mangkir dari hukuman tentu sudah sering sekali dilakukan para elit politik dan orang kaya. Tidak hanya di Indonesia namun juga seluruh dunia. Mulai dari alasan pura-pura sakit, amnesia, gila hingga pergi keluar negeri pun semua dilakukan. Tujuannya hanya satu, lari dari pertanggungjawaban dalam melakukan tindak kejahatan.

Di China, ternyata ada sebuah praktek mangkir hukum tidak biasa yang pernah dilakukan. Aksi ini bernama Ding Zui di mana seseorang digantikan orang lain untuk menerima hukuman. Lalu seperti apa fenomena ini dan bagaimana bisa? Simak ulasan berikut ini.

Praktek Ding Zui yang bikin geleng kepala

Umumnya orang-orang yang melakukan tindak kejahatan harus membayar apa yang dilakukannya sesuai dengan proses hukum. Entah itu berupa penjara atau pun hukuman lainnya semua mesti dijalani. Namun bagaimana kalau mereka digantikan oleh orang lain?

Kasus Ding Zui [sumber gambar]
Ya itulah Ding Zui atau juga sering disebut sebagai Subtitute Criminal. Mereka yang terbukti bersalah dan akan mendapatkan hukuman bisa dengan mudah lolos dengan cara menyewa orang lain untuk menggantikannya di penjara. Namun ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kemiripan di antara keduanya. Praktik ini sendiri sudah lama diketahui dan dilakukan oleh beberapa elit serta orang kaya di China sana.

Tidak semua bisa menggunakan cara ini untuk lolos hukum

Namun  demikian, orang sembarangan akan sulit jika mencoba praktik lolos dari hukum yang satu ini. Pasalnya ada beberapa hal yang membuatnya tak bisa dilakukan oleh semua orang. Salah satunya adalah tentu saja uang. Ya untuk meminta seseorang menggantikan posisi di penjara tentunya butuh uang luar biasa banyak untuk membayarnya.

Hanya orang kaya [sumber gambar]
Tak sampai di situ, hal lain yang juga dibutuhkan apalagi kalau bukan jabatan dan pengaruh. Pasalnya pastinya akan sangat banyak orang yang sebenarnya mengetahui hal ini dan tentu dibutuhkan orang berpengaruh agar bisa menutupi semuanya sehingga tampak tak ada yang terjadi.

Beberapa kasus dari praktek Dung Zui yang bikin heboh

Dilansir dari Slate.com sekitar tahun 2008 praktik yang satu ini mulai mencuat kabarnya di masyarakat. Tentunya hal ini juga berhubungan dengan banyak dugaan penggunaan Dung Zui oleh orang-orang elit di sana. Semisal pada tahun 2009 salah satu kepala rumah sakit terlibat dalam insiden kecelakaan.

Hu Bin, pelaku Ding Zui [sumber gambar]
Lalu siapa sangka kalau dirinya diduga melakukan Dung Zui denga membayar anggota keluarga karyawannya untuk memberi pengakuan palsu serta menggantikannya di penjara. Di tahun yang sama, seorang anak orang berduit dan punya pengaruh besar menabrak seseorang hingga tewas. Namun siapa sangka kalau dirinya bebas dari tuduhan lantaran menggunakan praktik ini.

Ternyata praktek ini juga ada sejak dulu

Siapa sangka kalau praktek Ding Zui ini bukanlah hal yang pertama kali ditemui di sana. Dilansir dari Slate.com Ernest Alabasters salah satu akademisi yang mempelajari hukum pidana China menemukan kalau ada kejadian lain jauh sebelum 2008. Tepatnya pada tahun 1834 dimana pelaku mencari orang lain dan membayarnya untuk menerima hukuman.

Dulu praktek sudah ada [sumber gambar]
Catatan milik Ernest ini sendiri sudah ada sejak tahun 1899 yang membuktikan kalau praktik itu memang telah dilakukan sejak dulu. Akan tetapi jaman sekarang, hal ini mungkin akan sangat sulit dilakukan mengingat perkembangan media sosial yang cepat sehingga bisa memancing respon netizen dengan cepat.

BACA JUGA: 4 Cara ‘Buas’ Pemerintah China Agar Pejabatnya Anti Korupsi, Indonesia Wajib Tiru!

Ding Zui adalah salah satu praktik mangkir hukum yang unik dan sempat ada di China. Dilihat di sini kemampuan orang berkuasa dan kaya yang bisa memanipulasi hukuman. Hal seperti ini sejatinya banyak terjadi di seluruh dunia mungkin dengan metode yang berbeda. Oleh sebab itu, pemerintah dan pihak berwajib mesti lebih tegas dalam melaksanakan tugasnya.