Nama Dewa Kipas alias Dadang Subur tak hentinya dibicarakan oleh netizen. Dewa Kipas sendiri viral setelah ia memenangkan pertandingan melawan GhotamChess alias Levy Rozman, keduanya bermain di situs Chess.com. Karena kemenangan itu, akun Dewa Kipas sempat diblokir oleh Chess.com karena disebut serupa pergerakan bot –yang artinya Dewa Kipas bermain curang.

Taktik bermain Dewa Kipas disebut mustahil bisa dilakukan oleh manusia, sekalipun ia sudah bergelar Grand Master pun. Karena hal inilah, Dewa Kipas mendapat perhatian lebih dari netizen. Bahkan, sampai saat ini, nama Dadang Subur beberapa kali menjadi trending di berbagai media sosial.

Ali Akbar menjawab pertanyaan dari Levy Rozman

Menanggapi tudingan ‘curang’ yang dialamatkan kepada ayahnya, Ali menyebut bahwa ada beberapa hal yang membuat permainan Dadang tampak seperti dijalankan oleh bot, padahal hal tersebut tidak benar. Bahkan, lawan Dadang Levy Rozman juga melayangkan pertanyaan itu. Ali akhirnya menjawab pertanyaan tersebut dengan senang hati.

Dadang Subur [sumber gambar]
Pertama, Dadang masih menggunakan smartphone tipe lawas, sehingga pergerakannya menjadi terbatas. Adapun gerakannya yang mirip dengan bot, Ali Akbar mengungkap bahwa Dadang sering sekali bermain bersama bot. Dadang juga punya kemampuan mengingat yang bagus, sehingga sangat bisa meniru taktik bot.

Diundang ke podcast Deddy Corbuzier

Pasca viral, Dadang Subur mendapatkan kesempatan hadir dalam podcast #CloseTheDoor milik Deddy Corbuzier. Dadang datang bersama anak lelakinya, Ali Akbar. Namun, setelah video ini diunggah, beberapa pihak menyebut bahwa podcast ini malah memperkeruh suasana. Bahkan, Irene Sukandar melayangkan surat terbuka, yang isinya berupa kritik kepada Deddy Corbuzier.

Irene menyebut bahwa sebagai public figure Deddy Corbuzier sangat berperan membentuk citra Indonesia di mata dunia. Hal ini dikarenakan setelah Dadang diundang ke podcast Deddy Corbuzier, banyak netizen Indonesia yang menyerang GothamChess dan juga situs Chess.com. Netizen juga banyak menyerang Kemenpora karena dianggap abai terhadap keberadaan Dadang yang berbakat.

Respons Dewa Kipas akan surat terbuka dari Irene

Irene Vs Dewa Kipas [sumber gambar]
Terkait dirinya yang sedang ramai dibicarakan, Dewa Kipas tampak tidak ambil pusing. “Terserah mau bilang apa-apa. Saya juga enggak dapat uang apa-apa. Irene kalau mau komentar pelajari dulu semuanya. Analisisnya harus penuh gitu,” tutur Dewa Kipas, melansir dari laman cnnindonesia.com. Dadang juga mengaku dirinya cukup lelah atas segala hiruk pikuk yang terjadi akibat kemenangan dirinya atas Gothamchess.

Menolak ajakan battle yang dilayangkan pelatih catur, Anjas Novita

Atas kemenangan tersebut, meski banyak netizen yang memuji kepiawaian bermain Dadang, ada pula yang benar-benar ingin membuktikannya. Salah satunya adalah pelatih catur Anjas Novita. Namun, ajakan Anjas tersebut ditolak oleh Dadang Subur. Anjas dan Dadang Subur berkomunikasi via sambungan telepon WhatsApp.

Anjas Novita [sumber gambar]
Pria asal Bandung itu lalu menolak ajakan si peraih medali emas PON dengan alasan ‘beda kelas jauh’. Anjas sebelumnya menawarkan duel Catur Cepat 10 menit, 4 babak. “Intinya sih dia (Dewa Kipas) bilang kalau dia enggak berani,” kata Anjas, melansir dari kumparan.com.

Dadang akhirnya menerima ajakan duel dengan Irene Sukandar

Setelah melalui kisruh yang cukup membuat pusing netizen, Dewa Kipas akhirnya menerima ajakan duel bersama Grand Master Irene Sukandar. Ia bersedia membuktikan kapasitasnya di dunia nyata dengan melawan Irene –yang sudah 20 tahun bergelut dengan catur—

Duel bernilai hadiah total 150 juta rupiah yang difasilitasi oleh Deddy Corbuzier itu akan digelar pada Senin (22/3/2021) pukul 15.00 WIB. “Kalah menang dapat semuanya,” ungkap Deddy Corbuzier, untuk memastikan bahwa dua pecatur yang terlibat pasti bakal pulang dengan kantong tebal, melansir dari kompas.com.

BACA JUGA: Mirip Dewa Kipas, Inilah Sosok Marlep Ginting yang Sukses Bikin Jantungan Grand Master Dunia

Dadang sendiri sudah mulai berlatih catur dari dirinya duduk di bangku SMP. Ia juga mengklaim belajar dari Grand Master pertama Indonesia. Hal tersebut ditunjang dengan ia yang terus menerus belajar catur dari buku-buku teori, serta meladeni orang-orang dewasa yang mengajaknya bermain kala itu.