in

Ini Dampak dari Naik Turunnya Harga Tiket Pesawat Terbang, Netizen Sampai Bikin Petisi

Tak bisa dipungkiri bahwa pesawat merupakan moda transportasi yang bisa mengantar ke tujuan yang jaraknya jauh, baik domestik maupun internasional. Isu kenaikan tiket ini tentu sangat terasa memberatkan, terutama bagi para pecinta traveling low budget dan mereka yang sering keluar kota lewat jalur udara.

Sejak natal, harga tersebut melonjak dua kali lipat dan tak kunjung turun meski musim liburan telah berakhir. Hal ini jelas membuat banyak yang mempertanyakan mengapa sangat mahal, hingga kemudian beredar sebuah petisi yang meminta untuk menurunkan harga tiket pesawat. Naik-turun harga tiket pesawat ini tak hanya dirasakan oleh penumpang saja, tetapi juga berdampak pada beberapa sektor perekonomian yang lain.

Penyebab mahalnya tiket pesawat

Dilansir dari berbagai sumber, tiket yang mahal ini disebabkan oleh beberapa hal, Sahabat. Melansir antara, Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa kenaikan tarif tiket pesawat disebabkan oleh penyesuaian kurs mata uang dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah. Sehingga hal ini berpengaruh pada biaya perawatan dan pembelian bahan bakar (avtur). Sebagai informasi untuk Sahabat semua, pembelian pesawat serta avtur dan segala macamnya dilakukan maskapai dengan dollar. Sedangkan tiket dibeli dengan Rupiah, makanya ada penyesuaian secara bertahap.

Bepergian dengan pesawat [Sumber gambar]
Selain itu, tiket yang naik ini juga maskapai yang mempertimbangkan sisi keuntungan. Contohnya saja PT Garuda Indonesia Tbk yang sedang dalam proses membenahi keuangannya karena selama ini selalu merugi. Pauline Suharno selaku Sekretaris Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) juga mengatakan bahwa para maskapai ini tetap mempertimbangkan harga tiket dan mematuhi peraturan batas atas dan batas bawah hingga tak sewenang-wenang menentukan harga.

Berdampak pada sektor pariwisata

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana dampak tiket yang naik turun ini. Setelah mengetahui bahwa tiket domestik melonjak parah, di samping protes netizen juga memutar otak untuk menyiasati hal ini. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh penumpang dari Aceh. Mereka yang terbang dengan tujuan Jakarta dengan melakukan transit di Malaysia, kemudian baru menuju ibu kota. Dengan begini, uang yang dikeluarkan bisa hemat hingga satu juta rupiah.

Berdampak pada sektor pariwisata [Sumber gambar]

Di sisi lain, kenaikan tiket ini juga berimbas pada sektor pariwisata yang ada di Indonesia. Salah satu yang mengeluh adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi. Selama ini, Padang dikenal sebagai salah satu destinasi yang banyak diminati oleh para pelancong dan wisatawan. Namun, kenaikan tiket pesawat ternyata menurunkan jumlah wisatawan yang datang ke Padang. Tak hanya padang sebenarnya, beberapa kota yang terkenal memiliki destinasi favorit juga mengalami hal serupa.

Bisa mematikan pelaku bisnis oleh-oleh dan UMKM

Lebih lanjut, selain mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke suatu tempat, tiket pesawat murah juga membuat kerugian di sejumlah bisnis, pelaku bisnis ticketing misalnya. Untuk bepergian dengan pesawat terbang orang akan berpikir dua kali karena harganya yang mahal. Hal ini dialami sendiri oleh beberapa orang yang memilih memakai bus saja, walaupun memakan waktu yang cukup lama.

Mengancam oleh-oleh dan UMKM [Sumber gambar]
Selain itu, para wisatawan yang datang juga tidak membeli oleh-oleh atau cendera mata. Mereka akan memikirkan lagi-lagi, mengingat bagasi juga berbayar -yang boleh jadi lebih mahal daripada oleh-oleh yang dibeli. Hal ini jelas bisa mematikan UMKM yang ada di suatu kota wisata tersebut bukan?

BACA JUGA: Lion Air Terbitkan Aturan Bagasi Berbayar, Begini Jika Diterapkan di Semua Maskapai

Setelah munculnya protes dan petisi, banyak yang sedikit lega karena kini maskapai nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) mengklaim telah menurunkan harga tiket 20-60%. Namun walaupun begitu, harganya tetap lebih mahal daripada sebelum kenaikan. Jadi, kalau ada rencana untuk bepergian jauh, mending nabung dulu deh yam Sahabat.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Gereja ‘Diserang’ Warga Mayoritas Saat Ibadah Berlangsung, Pantaskah?

Bukan dengan Modal Mahal, Logo Kabupaten Jombang Justru Datang dari Uang 10 ribu