Bukan rahasia umum jika merebaknya wabah virus corona membuat banyak negara di dunia khawatir. Salah satunya adalah Korea Utara, di mana rezim Kim Jong Un bahkan harus menggunakan cara-cara yang terbilang ‘horor’ untuk mencegah virus corona masuk ke wilayahnya.

Seperti yang dilansir dari Internasional.kontan.com (15/03/2020), salah seorang yang diketahui terinfeksi virus corona dihukum mati dengan cara ditembak karena menghindari karantina. Seolah menjadi kebiasaan di negara tersebut, pencegahan virus corona pun dilakukan dengan cara-cara militer. Seperti apa bentuknya?

Pejabat dalam negeri diancam jika tak mampu tangani virus corona

Ilustrasi pejabat militer Korea Utara [sumber gambar]
Para pejabat di Korea Utara bersiap-siap untuk tidak tenang dalam beberapa minggu ke depan. Pasalnya, Kim Jong Un mengancam mereka jika virus corona sampai masuk ke negara komunis tersebut. Meski demikian, ancaman tersebut tak disebutkan dengan rinci. “Jika penyakit menular itu masuk ke Korea Utara dan tidak terkendali, akan ada konsekuensi serius,” ucap Kim melalui Kantor berita resmi Korea (KCNA) dan dikutip melalui AFP, Sabtu (29/2).

Mengisolasi diri dari pihak asing manapun

Ilustrasi perbatasan [sumber gambar]
Seiring dengan adanya ancaman terhadap pejabat berwenang, pemerintah Korea Utara juga menutup diri dari pihak asing mana pun. Termasuk sekutu dekat mereka seperti China. Bahkan, para diplomat maupun warganegara asing pun langsung diisolasi demi mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan ini sendiri merupakan bagian dari cara Korut melindungi warganya agar tidak tertular.

Tembak mati mereka yang dianggap melanggar aturan karantina

Kim jong Un bersama para pejabat negaranya [sumber gambar]
Salah satu hal yang sempat menjadi sorotan luas adalah, ketika rezim Kim Jong Un menembak mati salah seorang pejabatnya karena melanggar aturan karantina. Diketahui, pria yang menjabat di bagian perdagangan itu baru saja pulang dari China. Karena seharusnya masuk karantina, sang pejabat malah pergi ke pemandian umum. Menurut laporan Kantor Berita Dong-a Ilbo di Korea Selatan, ia lantas ditangkap dan langsung ditembak.

Luncurkan rudal saat negara berupaya menangkal wabah virus corona

Kim Jong Un saat memantau peluncuran rudal jarak menengah [sumber gambar]
Di tengah upaya Korea Utara mencegah masuknya wabah corona di wilayahnya, pemerintah setempat malah meluncurkan dua rudal tak dikenal pada Senin (2/3.). Entah ada alasan apa di balik hal tersebut. Apakah menjadi bagian dari cara Korut mengatasi penyebaran virus corona, semuanya masih belum dipastikan. Uniknya, Kim Jong Un tampak tak menggunakan masker saat melihat peluncuran tersebut dibanding pengawal lainnya.

BACA JUGA: Indonesia Positif Virus Corona, Begini Paniknya Masyarakat demi Antisipasi Wabah Tersebut

Hingga kini, rezim Kim Jong Un bersikukuh mengatakan bahwa Korea Utara tidak memiliki kasus soal virus corona pada masyarakatnya. Terlebih, pihaknya juga menggunakan pendekatan secara militer dalam mengkarantina pasien yang diduga mengidap virus corona. Termasuk menembak mereka yang tidak patuh terhadap aturan.